Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Trauma yang Dihadapi Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas

3 Trauma yang Dihadapi Choi Jeong Yo di Four Hands, Two Sonatas
still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)
  • Choi Jeong Yo, pianis berbakat penerima beasiswa SMA Seni Korea, mengalami trauma setelah ibunya meninggal mendadak saat ia menerima juara satu kompetisi piano.
  • Setelah kematian ibunya, Jeong Yo dan ayahnya menghadapi utang serta tagihan rentenir, membuatnya pesimis bahwa karier piano justru merugikan hidupnya.
  • Trauma membuat Jeong Yo tidak percaya diri, menolak peluang tampil, dan mengalami demam panggung disertai gangguan mental maupun kesehatan saat harus bermain piano.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) merupakan pianis berbakat di Four Hands, Two Sonatas. Kemampuannya diakui oleh petinggi SMA Seni Korea hingga ia memperoleh beasiswa. Jeong Yo mampu bermain piano secara otodidak dan menyalurkan emosinya hingga membuat pendengar terpana.

Namun, kemampuan Jeong Yo tidak berjalan lurus di beberapa kesempatan. Ia menghadapi trauma yang memengaruhi performanya sebagai pianis. Apa saja trauma yang ia hadapi?

  1. 1. Momen kemenangan berakhir duka

    still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Saat masih kecil, orangtua Jeong Yo mendukung penuh bakat anaknya. Ia jadi pianis muda berbakat dan mengikuti ajang kompetisi piano. Jeong Yo berhasil menorehkan prestasi dan menyabet juara satu.

    Ketika Jeong Yo naik ke panggung untuk menerima penghargaan, momen duka di hidupnya justru tiba. Ibunya yang menonton kemenangan Jeong Yo tiba-tiba meninggal. Momen kemenangan yang ia miliki berakhir jadi duka.

  2. 2. Beban finansial yang menumpuk

    still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Semenjak kematian sang ibu, keluarga Jeong Yo jadi berantakan. Ia dan ayahnya berjuang melawan duka sembari mengalami masalah finansial. Utang menumpuk hingga rentenir menagih tiada henti.

    Jeong Yo jadi pesimis akan bakatnya sebagai pianis. Ia memiliki keyakinan bahwa berkarier jadi pianis hanya akan merugikan dirinya. Ia jadi sering mengubur bakatnya dan memilih melakukan berbagai kerja serabutan.

  3. 3. Enggan menunjukkan bakatnya

    still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas
    still cut drama Korea Four Hands, Two Sonatas (x.com/CJnDrama)

    Komplikasi trauma yang ia alami membuat Jeong Yo tumbuh jadi sosok yang tidak percaya diri. Ia enggan menunjukkan bakatnya sebagai pianis. Bahkan, ia membuang banyak kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya bermain piano.

    Jeong Yo juga mengalami demam panggung. Ia khawatir bermain piano justru akan mendatangkan hal buruk baginya. Ketika harus tampil di atas panggung, masalah mental hingga gangguan kesehatan mengganggu dirinya.

    Kehidupan Jeong Yo dilalui oleh berbagai lika-liku. Hingga kini, ia berusaha berdamai dengan traumanya. Menurutmu, apakah Jeong Yo nantinya bisa pulih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More