Kim Soo Hyun (Instagram.com/soohyun_k216)
Kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Kesejahteraan Anak dan laporan palsu yang dilaporkan keluarga mendiang Kim Sae Ron serta pemilik channel YouTube Garo Sero Research Institute, Kim Se Eui, terhadap Kim Soo Hyun pada 7 Mei 2025 lalu telah berakhir. Pihak kepolisian memutuskan tidak meneruskan perkara ini pada 29 Juli 2026, karena bukti yang dianggap tidak memadai.
Media StarNews pada Senin (7/9/2026) melaporkan, kejaksaan sempat meninjau berkas tersebut dan pada 3 September mengembalikannya kepada polisi tanpa meminta penyelidikan ulang maupun penyelidikan tambahan. Keputusan polisi dianggap tetap berlaku dan proses penyelidikan yang telah berlangsung sekitar satu tahun empat bulan sejak laporan diajukan pun otomatis disebut selesai. Pihak pelapor masih dapat mengajukan keberatan, tetapi kemungkinan diterimanya dinilai rendah oleh penegak hukum.
Sebelumnya, keluarga Kim Sae Ron mengeklaim bahwa Kim Soo Hyun menjalin hubungan dengan sang aktris ketika masih di bawah umur serta melakukan grooming dan kekerasan seksual. Kim Se Eui, lewat YouTube-nya, menyiarkan tudingan terhadap Kim Soo Hyun dan turut melaporkan sang aktor atas dugaan laporan palsu. Namun, setelah memeriksa berbagai bukti, polisi menyatakan mereka tidak menemukan dasar yang cukup untuk mengakui adanya pelanggaran Undang-undang Kesejahteraan Anak. Pengacara Kim Soo Hyun mengatakan, penyelidikan sudah mencakup periode hingga Kim Sae Ron belum genap berusia 18 tahun, termasuk saat duduk di kelas tiga SMA menurut sistem usia Korea.
Tuduhan terhadap Kim Soo Hyu mencuat luas pada Maret 2025 saat Kim Se Eui merilis masalah ini lewat YouTube-nya dan sejumlah konferensi pers. Ia mengklaim Kim Soo Hyun berpacaran dengan Kim Sae Ron ketika masih di bawah umur dan turut bertanggung jawab atas kematian sang aktris. Berbagai materi, seperti rekaman suara dan percakapan KakaoTalk yang diklaim sebagai bukti dipublikasikannya.
Namun, pihak berwenang kemudian menyimpulkan bahwa rekaman suara tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan AI. Begitu pula percakapan KakaoTalk, disebut telah dimanipulasi. Kim Se Eui sendiri kemudian ditahan pada Mei 2026 atas dugaan penyebaran informasi palsu dan didakwa oleh kejaksaan pada Juni.