potret ASC2NT di kantor IDN, Jakarta, Jumat (10/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Selain berbicara tentang ketatnya persaingan di industri KPop, ASC2NT juga membagikan cerita tentang tantangan yang mereka hadapi sebagai sebuah grup. Karam menjelaskan, seluruh anggota datang dari latar belakang yang berbeda sebelum akhirnya dipersatukan dalam satu grup.
Ia menilai perbedaan pengalaman tersebut yang kemudian membuat proses mereka dalam membangun chemistry menjadi tidak selalu berjalan mudah. Menurutnya, jika mereka berlatih bersama sejak masa trainee dalam waktu yang lama, mungkin akan lebih mudah untuk saling memahami. Namun, karena setiap anggota memiliki perjalanan dan pengalaman yang berbeda sebelum bergabung dengan ASC2NT, komunikasi pun menjadi tantangan yang harus mereka hadapi bersama. Oleh karena itu, Karam menilai bahwa komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar para anggota dapat saling memahami dengan lebih baik.
“Karena melewati perjalanan yang berbeda sebelum berkumpul, kami pun merasa sulit untuk benar-benar saling memahami jika tidak berbicara secara terbuka satu sama lain,” ungkapnya.
Namun seiring waktu, perbedaan usia dan latar belakang antaranggota justru menjadi kekuatan bagi ASC2NT. Kyle menilai, meski para member memiliki rentang usia yang berbeda, semuanya tetap mampu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan dan menjaga hubungan agar tetap harmonis.
“Semua umurnya sudah dewasa. Ada yang 25 dan ada 35 juga, umurnya semua banyak. Jadi walaupun beda usia juga, tapi karena umurnya sudah dewasa, mereka sudah tahu harus bagaimana kalau kita tidak mau berantem. Mungkin itu adalah kekuatan tim yang membuat mental juga lebih sehat,” kata Kyle, member ASC2NT yang berasal dari Indonesia.
Lewat berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari semakin ketatnya persaingan di industri KPop, perbedaan usia dan pengalaman antaranggota, hingga proses membangun chemistry, ASC2NT tak ragu untuk terus belajar, berkembang, dan saling memahami satu sama lain.