Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Persaingan Industri KPop Makin Ketat, ASC2NT: Takut tapi Termotivasi
potret ASC2NT di kantor IDN, Jakarta, Jumat (10/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • ASC2NT mengakui persaingan KPop makin ketat karena grup baru rutin debut dengan kemampuan vokal, tari, dan bakat anggota yang impresif.
  • Karam menyebut tekanan dan rasa takut untuk bertahan justru memotivasi ASC2NT bekerja lebih keras sambil memperkuat warna serta identitas grup.
  • Perbedaan latar belakang dan usia sempat menyulitkan chemistry, tetapi komunikasi terbuka dan kedewasaan anggota mengubahnya menjadi kekuatan tim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kemunculan grup-grup baru menjadi gambaran betapa kompetitifnya industri KPop saat ini. Di tengah persaingan yang semakin ketat, setiap grup dituntut untuk terus berkembang serta mempertahankan identitasnya agar tetap relevan.

Hal tersebut juga dirasakan oleh boy group ASC2NT. Dalam wawancara eksklusif bersama IDN Times di kantor IDN, Jakarta, Karam mengungkapkan, mereka sempat takut menghadapi persaingan di industri KPop yang semakin ketat, apalagi kualitas para pendatang baru saat ini juga tak bisa dipandang sebelah mata. Namun menariknya, rasa takut tersebut juga menjadi pemacu semangat bagi mereka untuk terus berkembang.

1. ASC2NT akui persaingan di industri KPop semakin ketat

potret ASC2NT di kantor IDN, Jakarta, Jumat (10/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam wawancara bersama IDN Times yang berlangsung sekitar 20 menit, ASC2NT tak menampik bahwa persaingan di industri KPop kini semakin ketat. Menurut Karam, hampir setiap bulan selalu ada grup baru yang debut, bahkan dengan kemampuan yang tak kalah impresif.

Anggota ASC2NT bernama asli Park Hyun Chul itu pun mengungkapkan, mereka cukup rutin memantau penampilan grup-grup baru yang sedang aktif. Berdasarkan pengamatannya, Karam menilai, idol-idol generasi baru memang memiliki kualitas yang tak bisa dipandang sebelah mata, baik itu dari segi vokal, tari, maupun kemampuan masing-masing anggota.

“Kami pun selalu memantau penampilan para artis atau grup baru yang sedang aktif. Ketika melihat mereka, semuanya terlihat sangat keren. Mereka bernyanyi dengan baik, menari dengan baik, dan para anggotanya juga sangat berbakat,” kata Karam di kantor IDN, Jumat (10/7/2026).

Menurut Karam, kemunculan grup-grup baru dengan kemampuan yang impresif tersebut juga membawa tekanan tersendiri bagi ASC2NT. Ia tak menampik, mereka sempat merasa takut menghadapi persaingan industri KPop.

“Di tengah situasi seperti itu, tentu ada tekanan rasa takut, karena kami juga harus bisa bertahan di industri ini,” lanjutnya.

2. Rasa takut justru jadi motivasi untuk terus berkembang

potret ASC2NT di kantor IDN, Jakarta, Jumat (10/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Kendati demikian, Karam menegaskan bahwa bagi ASC2NT, rasa takut bukanlah akhir dari segalanya. Di balik tekanan tersebut, mereka justru terdorong untuk terus berkembang dan memberikan yang terbaik.

Menurut Karam, setiap grup memiliki ciri khasnya masing-masing. Oleh karena itu, alih-alih terpaku pada persaingan, ASC2NT lebih memilih untuk terus memperkuat warna dan identitas mereka.

“Kami percaya bahwa ASC2NT memiliki warna dan identitas yang sangat jelas. Keyakinan itu juga menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras,” lanjutnya.

3. Perbedaan latar belakang hingga usia justru jadi kekuatan ASC2NT

potret ASC2NT di kantor IDN, Jakarta, Jumat (10/7/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Selain berbicara tentang ketatnya persaingan di industri KPop, ASC2NT juga membagikan cerita tentang tantangan yang mereka hadapi sebagai sebuah grup. Karam menjelaskan, seluruh anggota datang dari latar belakang yang berbeda sebelum akhirnya dipersatukan dalam satu grup.

Ia menilai perbedaan pengalaman tersebut yang kemudian membuat proses mereka dalam membangun chemistry menjadi tidak selalu berjalan mudah. Menurutnya, jika mereka berlatih bersama sejak masa trainee dalam waktu yang lama, mungkin akan lebih mudah untuk saling memahami. Namun, karena setiap anggota memiliki perjalanan dan pengalaman yang berbeda sebelum bergabung dengan ASC2NT, komunikasi pun menjadi tantangan yang harus mereka hadapi bersama. Oleh karena itu, Karam menilai bahwa komunikasi yang terbuka menjadi kunci agar para anggota dapat saling memahami dengan lebih baik.

“Karena melewati perjalanan yang berbeda sebelum berkumpul, kami pun merasa sulit untuk benar-benar saling memahami jika tidak berbicara secara terbuka satu sama lain,” ungkapnya.

Namun seiring waktu, perbedaan usia dan latar belakang antaranggota justru menjadi kekuatan bagi ASC2NT. Kyle menilai, meski para member memiliki rentang usia yang berbeda, semuanya tetap mampu menunjukkan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan dan menjaga hubungan agar tetap harmonis.

“Semua umurnya sudah dewasa. Ada yang 25 dan ada 35 juga, umurnya semua banyak. Jadi walaupun beda usia juga, tapi karena umurnya sudah dewasa, mereka sudah tahu harus bagaimana kalau kita tidak mau berantem. Mungkin itu adalah kekuatan tim yang membuat mental juga lebih sehat,” kata Kyle, member ASC2NT yang berasal dari Indonesia.

Lewat berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari semakin ketatnya persaingan di industri KPop, perbedaan usia dan pengalaman antaranggota, hingga proses membangun chemistry, ASC2NT tak ragu untuk terus belajar, berkembang, dan saling memahami satu sama lain.

Curated For You

Editorial Team

Related Article