Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Karakter Pi O yang Dipengaruhi Keluarga di Four Hands, Two Sonatas

3 Karakter Pi O yang Dipengaruhi Keluarga di Four Hands, Two Sonatas
Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)
  • Kang Pi O tumbuh tanpa pengakuan dari kakeknya dan mendapat tekanan ibunya untuk menarik perhatian keluarga, membuatnya ambisius meski menyimpan kehampaan.
  • Di balik prestasinya, Pi O beberapa kali minder terhadap permainan pianonya, terutama setelah diremehkan kakeknya dan saat tampil di hadapan mentor yang disegani.
  • Tuntutan ibu agar selalu menjadi pianis terbaik membentuk Pi O menjadi perfeksionis, karena ia mencari pengakuan yang tidak pernah ia dapatkan dari rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Drakor Four Hands, Two Sonatas (2026) menceritakan sosok Kang Pi O (Song Kang) yang dikenal sangat cemerlang dan berprestasi. Dia juga lahir dengan sendok perak bagi musisi klasik karena nama kakeknya, Kang Seung Woon (Jung Jin Young), yang sangat terkenal. Dengan latar belakang yang cukup mentereng, Kang Pi O ternyata menyembunyikan banyak luka yang disebabkan oleh keluarganya sendiri.

Sikap ini gak pernah ditunjukkan kepada siapa pun, kecuali Choi Jeong Yo (Lee Jun Young) dan Hong Jae In (Jang Gyu Ri). Karakter ini jelas berdampak pada rencana masa depannya sebagai pianis. Lalu, apa saja karakter Kang Pi O yang dipengaruhi keluarga di drakor Four Hands, Two Sonatas?

Peringatan, artikel ini mengandung spoiler!

  1. 1. Ambisius

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Kang Pi O hidup dengan ibu, Kang Ji Hye (Yoon Se Ah), dan kakeknya sejak lahir. Dia gak pernah mengenal ayahnya. Gak hanya itu, masalah ini menjadi cukup panjang ketika sang kakek juga mempermasalahkan keputusan hidup Kang Ji Hye ini. Pada akhirnya, Kang Pi O jadi korban dalam masalah orang dewasa ini.

    Sejak lahir, kakeknya gak pernah mengakui Kang Pi O sebagai keturunannya. Kondisi yang sama juga diterapkan oleh Kang Ji Hye. Dia menekan Kang Pi O untuk bisa mencuri perhatian kakeknya sejak kecil. Sayangnya, Kang Seung Woon gak merasa jika langkah tersebut patut diapresiasi.

    Imbasnya, Kang Ji Hye selalu merasa sedih dengan kondisi ini. Kang Pi O akhirnya berusaha membuat ibunya senyum dengan mengusahakan segala hal sebagai seorang anak. Kondisi ini yang membuat Kang Pi O seakan berusaha keras sekalipun merasa hampa sejak lama.

  2. 2. Kurang percaya diri di beberapa waktu

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Sekalipun dikenal sangat berprestasi, Kang Pi O memang seakan bersikap dingin di depan banyak orang. Sayangnya, Choi Jeong Yo beberapa kali menyadari jika Kang Pi O merasa kurang percaya diri dengan kemampuannya memainkan piano. Dia bahkan merasa kurang dalam banyak hal dan gak bisa mengatasinya.

    Sayangnya, Kang Pi O merasa kurang percaya diri ketika melakukan penampilan di depan mentor yang disegani. Dia sadar jika kemampuannya ini gak memuaskan di atas panggung. Sayangnya, dia gak bisa mengatasi hal ini sendirian.

    Sikap ini menjadi semakin jelas setelah Kang Seung Woon meremehkan permainan Kang Pi O. Bahkan, dia juga mengatakan jika Kang Pi O terlalu sombong. Kondisi ini semakin parah karena sikap Kang Seung Woon yang selalu mengabaikan cucunya sendiri.

  3. 3. Perfeksionis

    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas
    Cuplikan drakor Four Hands, Two Sonatas (dok.tvN/Four Hands, Two Sonatas)

    Sejak kecil dikucilkan keluarga sendiri membuat Kang Pi O jelas punya sisi takutnya sendiri. Ibunya juga memaksa Kang Pi O untuk jadi seorang pianis terbaik. Dia bahkan dipaksa untuk mengikuti berbagai kompetisi agar bisa jadi yang terbaik.

    Dengan segala sikap ini, Kang Pi O jelas membutuhkan pengakuan dari orang lain karena gak didapatkan di rumah. Sikap ini menjadi semakin buruk karena Kang Pi O merasa semuanya juga harus sempurna. Ajaran ini jelas menjadi semakin kental ketika ibunya juga menuntut Kang Pi O untuk jadi sempurna.

    Bahkan, Kang Ji Hye dianggap akan selalu bahagia ketika Kang Pi O berhasil mempertahankan juara pertama di setiap kompetisi. Sayangnya, Kang Pi O gak pernah merasa dipahami oleh orang yang paling disayang. 

    Karakter ini semakin buruk setelah Kang Pi O kehilangan Choi Jeong Yo di waktu kompetisi penting karena ibunya sendiri. Namun, apakah kehidupan dewasa Kang Pi O akan lebih baik daripada masa SMA?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More