The Rose Bongkar Proses Produksi Musik, Baca Surat Fans Buat Inspirasi

The Rose menjadikan cerita penggemar Black Roses sebagai inspirasi album HEAL, dengan sekitar tiga hingga empat lagu ditulis berdasarkan surat yang mereka terima.
Kim Woo Sung menyebut anggota The Rose menjadi pendengar pertama lagu solonya; masukan mereka turut memengaruhi pemilihan single dan title track.
Taegyeom mengatakan para anggota rutin bertukar masukan, termasuk soal vokal dan proyek solo; The Rose dijadwalkan menggelar konser di Jakarta pada 23 Oktober 2026.
Jakarta, IDN Times - The Rose dikenal dengan lagu-lagunya yang relevan dan easy listening. Menariknya, para member gak hanya mengandalkan pengalaman pribadi saat menciptakan musik. Dalam proses pembuatan lagu-lagunya, band asal Korea Selatan ini juga menjadikan cerita para penggemar sebagai inspirasi.
Mereka juga saling meminta pendapat antar anggota untuk menentukan arah karya mereka. The Rose juga terbuka terhadap masukan satu sama lain, baik untuk karya solo maupun proyek bersama. Berikut cerita The Rose soal proses produksi musik mereka!
1. The Rose membaca surat fans untuk album HEAL

band The Rose (dok. IDN Times) The Rose pernah menjadikan cerita para penggemar sebagai inspirasi dalam pembuatan lagu-lagu di album HEAL. Kim Woo Sung lalu mengungkapkan bahwa mereka menerima banyak surat dari Black Roses, sebutan untuk penggemar The Rose. Beberapa cerita di antaranya pun secara khusus menjadi dasar penulisan lagu.
"Kami benar-benar menulis sekitar tiga atau empat lagu di album HEAL berdasarkan semua cerita yang kami terima. Dari kalian, dari Black Roses. Kami memilih sekitar tiga cerita, kalau gak salah, secara khusus dan menulis beberapa lagu dari sana. Tapi kami juga membaca 100, 200, bahkan mungkin ribuan surat lain yang kalian kirim. Aku gak ingat jumlah pastinya," ungkap Woo Sung.
Ia lalu memastikan peran para penggemar dalam karya-karya The Rose. Pria yang juga dikenal dengan nama Inggris Sammy ini menuturkan, "Jadi, pada dasarnya album HEAL terinspirasi oleh kalian semua yang mengirimkan surat, kalian semua yang telah memberikan pengaruh dalam perjalanan musik kami."
2. Suka saling meminta saran antaranggota

band The Rose (dok. IDN Times) Selain mendengarkan cerita penggemar, para member The Rose juga menjadikan satu sama lain sebagai tempat utnuk meminta pendapat soal musik. Kim Woo Sung mengatakan bahwa rekan-rekannya menjadi orang pertama yang mendengarkan lagu solo yang ia tulis. Ia pun merasa hal ini memengaruhi proses bermusiknya.
"Ya, setidaknya bagi aku, hal pertama yang aku lakukan setiap kali menulis lagu solo adalah mereka adalah orang pertama yang mendengarkannya. Aku meminta pendapat mereka dan melihat apa yang mereka pikirkan, dan itu sedikit banyak memengaruhi single apa yang akan aku pilih, atau mana yang akan menjadi title track," ujar Kim Woo Sung.
3. Taegyeom juga merasakah hal yang sama soal saling menjadi pengaruh di dunia musik

band The Rose (dok. IDN Times) Kebiasaan bertukar pendapat membuat para member The Rose saling memengaruhi dalam mengembangkan musik masing-masing. Taegyeom menjelaskan bahwa masukan dari Woo Sung, Dylan, maupun Leo bisa datang dalam berbagai aspek, termasuk vokal. Bagi The Rose, proses bermusik bukan hanya soal mengembangkan ide sendiri, melainkan juga membuka ruang untuk masukan dari anggota lain.
"Ya, kami selalu saling memengaruhi. Jadi, terkadang Sammy (Kim Woo Sung) memberi aku masukan soal musik, seperti vokal dan sebagainya. Kadang Dylan (Lee Ha Joon) dan Leo (Park Do Joon) juga memberikan masukan. Jadi, kami selalu saling memengaruhi. Kami juga selalu berbagi tentang album solo dan proyek solo kami masing-masing," ujar Taegyeom.
Selain membicarakan proses bermusik, para member juga menyapa penggemar Indonesia. Apalagi mereka akan segera menyambangi Jakarta untuk mengadakan konser tunggal bertajuk ROSETOPIA Asia Tour 2026 in Jakarta pada 23 Oktober 2026 di The Kasablanka Hall. Buat kamu yang mau ketemu langsung, bisa cek kesediaan tiketnya di situs resmi, ya!






















