Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Manfaat Relawan untuk Menguji Karier Baru sebelum Beralih
Ilustrasi seorang volunteer (pexels.com/Charles Criscuolo)
  • Menjadi relawan memberi ruang untuk mencoba tugas dan lingkungan kerja baru tanpa langsung meninggalkan pekerjaan utama, sehingga keputusan pindah karier didasarkan pada pengalaman nyata.
  • Pengalaman volunteering dapat mengisi kesenjangan CV melalui tanggung jawab relevan, sekaligus mengasah soft skill seperti komunikasi, kolaborasi, kepemimpinan, manajemen waktu, dan pemecahan masalah.
  • Kegiatan relawan memperluas jaringan profesional, membuka akses informasi industri dan peluang kerja, serta membantu mengenali potensi, minat, dan arah karier yang lebih sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berpindah jalur karier atau career transition bukanlah proses yang selalu mudah. Selain perlu mempelajari keterampilan baru, seseorang juga harus membangun pengalaman yang relevan agar lebih mudah meyakinkan perusahaan bahwa dirinya mampu beradaptasi di bidang yang berbeda. Salah satu cara yang sering kali kurang diperhitungkan untuk mendapatkan pengalaman tersebut adalah menjadi relawan. Meski dilakukan tanpa imbalan finansial, kegiatan volunteering dapat memberikan pengalaman praktis yang bernilai untuk perjalanan karier.

Menjadi relawan juga bukan sekadar kegiatan sosial. Jika dipilih dan dijalani dengan tepat, pengalaman tersebut dapat membantu seseorang mengenali potensi diri, memperluas jaringan, hingga menemukan bidang pekerjaan yang sebelumnya belum pernah dipertimbangkan. Berikut lima manfaat menjadi relawan yang jarang disadari, terutama bagi kamu yang sedang mempersiapkan career transition.

1. Membantu menguji karier baru sebelum benar-benar beralih

Ilustrasi sedang berdonasi (pexels.com/RDNE Stock project)

Salah satu tantangan terbesar dalam career transition adalah ketidakpastian. Seseorang mungkin merasa tertarik pada bidang tertentu, tetapi belum mengetahui seperti apa pekerjaan tersebut dalam praktiknya. Menjadi relawan dapat menjadi kesempatan untuk mencoba lingkungan kerja atau jenis tugas baru tanpa harus langsung meninggalkan pekerjaan utama. Misalnya, seseorang yang bekerja di bidang administrasi dan tertarik masuk ke dunia event dapat menjadi relawan dalam penyelenggaraan acara untuk mengetahui apakah bidang tersebut benar-benar sesuai dengan minatnya.

Pengalaman ini dapat membantu mengurangi risiko salah memilih jalur karier. Selama menjadi relawan, seseorang bisa mengevaluasi apakah ia menikmati tugas yang diberikan, mampu menghadapi tantangannya, dan merasa cocok dengan lingkungan kerjanya. Dengan begitu, keputusan untuk berpindah karier dapat dibuat berdasarkan pengalaman nyata, bukan hanya asumsi atau tren pekerjaan yang sedang populer.

2. Mengisi kesenjangan pengalaman di CV

Ilustrasi pengalaman menjadi volunteer (pexels.com/cottonbro studio)

Ketika berpindah bidang, salah satu kendala yang sering dihadapi adalah kurangnya pengalaman profesional yang relevan. Kandidat mungkin sudah memiliki keterampilan dari pekerjaan sebelumnya, tetapi belum memiliki bukti bahwa keterampilan tersebut dapat diterapkan di bidang baru. Pengalaman sebagai relawan dapat membantu mengisi kesenjangan tersebut, terutama jika tanggung jawab yang dijalankan berkaitan dengan posisi yang dituju.

Contohnya, seseorang yang ingin beralih ke bidang digital marketing dapat menjadi relawan untuk mengelola media sosial organisasi, membuat konten, atau membantu menjalankan kampanye digital. Pengalaman tersebut dapat dicantumkan dalam CV dan dijelaskan dengan pencapaian yang terukur. Dengan demikian, recruiter tidak hanya melihat bahwa kandidat memiliki minat terhadap bidang baru, tetapi juga memiliki pengalaman praktis yang menunjukkan keseriusannya.

3. Mengembangkan soft skill yang dibutuhkan di banyak industri

Ilustrasi terlatih dalam menyelesaikan masalah (pexels.com/Gustavo Fring)

Manfaat volunteering yang sering tidak disadari adalah kesempatan untuk mengembangkan soft skill. Ketika bekerja sebagai relawan, seseorang biasanya harus berkomunikasi dengan orang dari berbagai latar belakang, bekerja dalam tim, menyelesaikan masalah, mengatur waktu, hingga mengambil keputusan dalam situasi tertentu. Keterampilan tersebut sangat dibutuhkan dalam hampir semua bidang pekerjaan.

Pengalaman tersebut menjadi semakin berharga bagi seseorang yang sedang melakukan career transition karena kemampuan teknis mungkin belum sepenuhnya dikuasai. Soft skill yang kuat dapat menjadi nilai tambah ketika kandidat harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Misalnya, pengalaman menjadi koordinator kegiatan dapat menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen proyek, sementara pengalaman bekerja dalam tim relawan dapat menunjukkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

4. Memperluas networking dan membuka peluang karier

Ilustrasi memperluas networking (pexels.com/RDNE Stock project)

Relawan juga dapat menjadi sarana untuk membangun jaringan profesional yang lebih luas. Dalam sebuah kegiatan sosial, seseorang berpotensi bertemu dengan mahasiswa, profesional, pemilik bisnis, komunitas, organisasi, hingga individu yang bekerja di industri yang ingin dimasuki. Interaksi tersebut dapat membuka akses terhadap informasi dan peluang yang mungkin sulit ditemukan hanya melalui platform pencarian kerja.

Namun, networking bukan berarti langsung meminta pekerjaan kepada orang yang baru dikenal. Bangun hubungan secara natural dengan menunjukkan kontribusi, ketertarikan, dan profesionalisme selama kegiatan berlangsung. Setelah memiliki hubungan yang baik, seseorang dapat memperoleh informasi tentang industri, rekomendasi sumber belajar, peluang proyek, atau bahkan lowongan pekerjaan. Tidak jarang, kesempatan karier justru muncul dari hubungan profesional yang dibangun melalui pengalaman di luar pekerjaan formal.

5. Membantu menemukan potensi dan arah karier yang lebih sesuai

Ilustrasi menjadi volunteer (pexels.com/RDNE Stock project)

Career transition tidak selalu berarti berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain secara langsung. Terkadang, proses tersebut justru menjadi kesempatan untuk mengenali kembali kemampuan, minat, dan nilai yang dianggap penting dalam kehidupan profesional. Menjadi relawan memungkinkan seseorang mencoba berbagai peran dan tanggung jawab yang mungkin belum pernah dilakukan sebelumnya.

Dari pengalaman tersebut, seseorang dapat menemukan kemampuan yang selama ini tidak disadari. Misalnya, orang yang awalnya menganggap dirinya hanya cocok mengerjakan pekerjaan administratif ternyata memiliki kemampuan komunikasi yang baik ketika berinteraksi dengan masyarakat. Pengalaman seperti ini dapat menjadi petunjuk untuk mengeksplorasi bidang baru yang lebih sesuai dengan kekuatan dan tujuan kariernya.

Menjadi relawan bukan hanya tentang memberikan waktu dan tenaga untuk membantu orang lain. Di balik kegiatan tersebut, terdapat kesempatan untuk memperoleh pengalaman, mengembangkan keterampilan, membangun networking, dan mengenali potensi diri. Bagi seseorang yang sedang melakukan career transition, pengalaman volunteering bahkan dapat menjadi jembatan untuk memasuki industri yang sebelumnya belum memiliki banyak pengalaman profesional.

Karena itu, jangan menganggap pengalaman relawan sebagai sesuatu yang tidak bernilai hanya karena tidak menghasilkan gaji. Jika dipilih secara strategis dan dijalani dengan serius, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju karier baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article