Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan untuk Tetap Bertahan Saat Hidup Terasa Begitu Berat, Pahami!

Alasan untuk Tetap Bertahan Saat Hidup Terasa Begitu Berat, Pahami!
ilustrasi perempuan kelelahan (pexels.com/@karola-g)
  • Perasaan berat dan putus asa dapat berubah seiring waktu; saat belum menemukan solusi, mencari pegangan kecil untuk melewati hari berikutnya bisa menjadi langkah penting.
  • Dalam masa terpuruk, seseorang tidak harus menghadapi semuanya sendiri; berbagi bahwa sedang tidak baik-baik saja atau meminta ditemani dapat membantu merasa dipahami.
  • Bertahan melewati hari, bahkan lewat langkah sederhana seperti makan, membalas pesan, atau beristirahat, merupakan kemajuan yang berarti dan memberi kesempatan menghadapi esok.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semakin hidup terasa berat, hari-hari kadang ikut terasa makin kelam. Bangun tidur gak lagi punya banyak semangat, hal-hal kecil jadi mudah melelahkan, dan apa pun yang ada di depan seperti gak membawa harapan. Sampai akhirnya muncul perasaan seolah jalan di depan benar-benar buntu dan gak ada lagi yang bisa dilakukan.

Di kondisi seperti ini, wajar kalau semuanya terasa lebih besar daripada biasanya. Tapi, apa yang kita rasakan hari ini belum tentu akan terasa sama selamanya. Ada banyak hal yang bisa berubah, termasuk keadaan, perasaan, dan cara kita melihat hidup. Jadi saat rasanya ingin benar-benar menyerah, kenapa penting untuk memberi diri sendiri kesempatan untuk tetap hidup?

  1. 1. Perasaan seberat apa pun bisa berubah

    ilustasi perempuan dengan kaca pecah
    ilustasi perempuan dengan kaca pecah (freepik.com/freepik)

    Memang ada masa ketika hidup terasa berat dari segala arah. Satu masalah belum selesai, datang lagi masalah lain. Rasanya capek, sesak, dan sulit melihat sesuatu yang bisa dijadikan alasan untuk tetap berharap. Di kondisi seperti ini, yang paling penting mungkin bukan langsung mencari jalan keluar untuk semuanya, tapi mencari satu pegangan kecil supaya kita tetap punya alasan untuk melewati hari berikutnya.

    Harapan itu bisa sesederhana percaya kalau besok mungkin terasa sedikit lebih ringan. Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal World Health Organization, pernah mengatakan, “Setiap kematian adalah tragedi. Namun, tindakan mengakhiri hidup dapat dicegah”.

    Rasa sakit memang nyata, tapi rasa sakit juga bisa berubah. Apa yang hari ini terasa gak tertahankan belum tentu akan terasa sama besok, minggu depan, atau beberapa bulan lagi.

  2. 2. Jangan pikir kamu harus menghadapi semuanya sendirian

    Ilustrasi perempuan
    Ilustrasi perempuan (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Saat sedang benar-benar terpuruk, kita sering merasa harus kuat sendiri. Takut merepotkan orang lain, takut gak dipahami, atau merasa gak ada yang bisa membantu. Padahal, justru di saat seperti ini kita boleh bergantung pada orang lain. Gak harus langsung menceritakan semuanya. Kadang cukup bilang kalau hari ini sedang gak baik-baik saja dan butuh ditemani.

    Dr. Juliet Fleischl, perwakilan WHO, mengatakan, “Kita boleh membicarakan bunuh diri dan mendengarkannya dengan pikiran terbuka karena hal itu sering membantu seseorang merasa dipahami”.

    Kita memang gak selalu membutuhkan seseorang yang punya jawaban. Kadang yang dibutuhkan cuma orang yang mau mendengar, duduk bersama, atau membantu kita mencari bantuan ketika tenaga untuk melakukannya sendiri sudah terasa habis.

  3. 3. Ingat bahwa hari ini ternyata berhasil dilewati

    ilustrasi stres
    ilustrasi stres (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

    Ketika hidup terasa berat, kita sering terlalu fokus memikirkan besok sampai lupa melihat satu hal sederhana. Hari ini ternyata sudah berhasil dilewati. Mungkin dengan menangis, banyak diam, kehilangan energi, atau bahkan cuma bertahan dari satu jam ke jam berikutnya. Tetap saja, kita sampai di titik ini.

    Dalam hidup, langkah kecil itu bisa berarti makan setelah seharian gak berselera, membalas pesan seseorang, tidur lebih awal, atau sekadar mengatakan pada diri sendiri, “Hari ini sudah lewat”. Gak semua kemajuan harus terlihat besar untuk tetap berarti.

    Saat hidup terasa terlalu berat, kita gak harus langsung tahu bagaimana semuanya akan berakhir. Kadang cukup ingat bahwa hari ini sudah berhasil dilewati, lalu beri diri sendiri kesempatan untuk melihat seperti apa hari esok.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More