ilustrasi orang bekerja dari rumah (pexels.com/Anna Shvets)
Digitalisasi kian mengakselerasi perpindahan dari dunia offline menuju online, terutama semenjak pandemik COVID-19 menyerang. Hampir segala sektor terkena dampaknya. Untuk itu, mereka perlu melakukan transformasi digital agar bisa sintas.
Salah satu industri yang perkembangannya semakin pesat sejak digitalisasi merebak ialah digital marketing atau pemasaran digital. Bukan tanpa alasan, tingginya penetrasi internet di tengah masyarakat menjadikan pemasaran digital kian seksi. Tak heran, pekerjaan sebagai digital marketer semakin banyak dicari.
Pemasaran digital sendiri hadir dengan beragam channel di dalamnya. Namun secara umum, channel ini dibagi menjadi dua, yakni paid atau berbayar dan organik.
Sesuai namanya, stream pemasaran digital berbayar akan mengurus iklan seperti social media ads atau Google Ads. Sementara itu, stream organik akan berkutat dengan kanal seperti search engine optimization (SEO), content marketing, hingga customer-relationship management.
Kabar baiknya, saat ini banyak bermunculan webinar hingga bootcamp yang menawarkan pembelajaran soal pemasaran digital. Mulai dari yang tersedia secara gratis hingga berbayar, baik secara online maupun offline.
Sama seperti desainer grafis, rata-rata penghasilan untuk freelance digital marketer secara umum mencapai 25 dolar AS (setara sekitar Rp393 ribu) setiap jamnya. Angka ini tentunya bervariasi, tergantung tingkat kemampuan, pengalaman, hingga channel apa yang dipilih sebagai spesialisasi.