- Membantu pasien menjaga dan meningkatkan kemandirian mereka dalam beraktivitas
- Membantu pasien melakukan pemulihan fungsi gangguan setelah sakit
- Bertanggung jawab menyiapkan ruangan dan peralatan pendukung agar siap digunakan untuk penanganan kasus ringan
- Menyusun strategi dan rencana pemeriksaan okupasi terapi kasus ringan
- Melaksanakan pemeriksaan okupasi terapi, baik itu dengan prosedur formal maupun pendekatan informal
- Memberikan tindakan terapi khusus pada problem keterampilan praakademik pada kasus gangguan perkembangan mental ringan
- Memberikan tindakan terapi khusus pada problem kinerja okupasional pada kelompok kasus terminal kanker stadium dini
Begini Jobdesk Terapis Okupasi, dari Tugas hingga Kisaran Gajinya

- Terapis okupasi adalah tenaga kesehatan profesional yang membantu pasien meningkatkan kemandirian fisik, mental, dan sensori melalui aktivitas terapeutik di bawah arahan dokter rehabilitasi medis.
- Pekerjaan ini menuntut kemampuan medis seperti ilmu rehabilitasi dan fisioterapi, serta soft skill seperti empati, komunikasi, dan kerja sama tim dengan latar pendidikan minimal D3 Terapi Okupasi.
- Jenjang karier terapis okupasi meliputi staf ahli hingga konsultan dengan kisaran gaji sekitar Rp3.500.000–Rp5.500.000 per bulan tergantung pengalaman dan tempat bekerja.
Bagaimana sih pekerjaan terapis okupasi itu? Apakah terapis okupasi termasuk ke dalam tenaga kesehatan? Secara umum, terapis okupasi adalah tenaga kesehatan profesional yang punya peran khusus dalam proses rehabilitasi. Mereka membantu pasien secara fisik, mental, maupun sensori dalam meningkatkan kemandiriannya dalam kegiatan sehari-hari melalui aktivitas terapeutik.
Dalam praktiknya, mereka umumnya bekerja berada di bawah klinik atau rumah sakit sesuai arahan dokter spesialis rehabilitasi medis. Supaya kamu lebih memahami tentang jobdesk mereka, berikut ulasannya!
1. Tugas dan tanggung jawab utama

Fokus utama seorang terapis okupasi adalah membantu pasien tanpa batasan usia agar bisa beraktivitas secara mandiri meski punya keterbatasan. Selain memberikan latihan fisik dan mental, mereka juga bertanggung jawab memberikan edukasi kepada anggota keluarga pasien agar dukungan yang mereka peroleh di rumah selaras dengan program rehabilitasi yang dijalankan. Lebih jelasnya, berikut pekerjaan sehari-hari dari seorang terapis okupasi.
2. Skill dan kualifikasi yang diperlukan

Tugas dan tanggung jawab seorang terapis okupasi terbilang kompleks, bukan. Profesi ini memerlukan keahlian medis yang spesifik dan karakter pribadi yang kuat. Berikut rincian mengenai hard skill dan soft skill yang perlu dimiliki oleh seorang terapis okupasi.
Hard Skill yang perlu dimiliki terapis okupasi
- Pengetahuan Ilmu Rehabilitasi Medis
- Pengetahuan Fisioterapi
- Pengetahuan Ilmu Kedokteran Dasar
- Pengetahuan Ilmu Kesehatan
Soft Skill yang perlu dimiliki terapis okupasi
- Keterampilan komunikasi
- Keterampilan memecahkan masalah
- Kesabaran dan empati
- Kerja sama tim
Terkait kualifikasi, terapis okupasi bisa berlatar pendidikan minimal D3 jurusan Terapi Okupasi atau jurusan terkait. Perusahaan juga umumnya menyukai kandidat yang punya pengalaman sebagai terapis okupasi.
3. Jenjang karier dan prospek gaji

Dilansir laman goodnewsfromindonesia.id, di tahun 2018 sebanyak lulusan jurusan Terapi Okupasi terserap di duina kerja. Cakupan kerja mereka luas, tersebar di rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus, rumah sakit pemerintah dan swasta, sekolah khusus, klinik, konsultan okupasi, serta praktik dokter spesialis. Kalau bekerja di rumah sakit atau klinik, seorang terapis okupasi punya jenjang karier yang cukup menjanjikan. Adapun jenjang karier terapis okupasi dilansir laman Quipper Campus ialah sebagai berikut.
- Staf Ahli Terapi, melayani kebutuhan pasien secara langsung
- Supervisor Rehabilitasi, berkoordinasi dengan para terapis untuk menyusun rencana aktivitas untuk pasien serta pembuatan laporan kondisi perkembangan pasien
- Konsultan Terapis, terapis dengan lisensi bisa menjadi instruktur bagi para calon terapis baru
Gaji terapis okupasi juga terbilang menjanjikan, lho. Nominal gaji memang bisa bervariasi, bergantung pada pengalaman kerja, tingkat pendidikan, serta tempat bekerja. Dilansir laman Quipper Campus, kisaran gaji terapis okupasi di Indonesia ialah sebesar Rp4.500.000–Rp5.500.000 per bulan. Adapun dilansir laman Jobstreet, estimasi gaji terapis di Indonesia ialah sebesar Rp3.500.000–Rp5.000.000 per bulan.
Apakah kamu tertarik berkarier di bidang kesehatan menjadi terapis okupasi? Profesi ini mulia karena berfokus pada kualitas hidup manusia. Meski tugas dan tanggung jawab yang diemban terbilang kompleks, kepuasan saat melihat pasien mampu beraktivitas secara mandiri bisa jadi pengalaman yang gak ternilai harganya.



















