Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Profesi Hakim, Apa Tugas hingga Wewenangnya?

Mengenal Profesi Hakim, Apa Tugas hingga Wewenangnya?
ilustrasi hakim (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Intinya Sih
  • Hakim adalah aparat hukum netral yang menilai fakta, mempertimbangkan bukti, dan menjatuhkan vonis sesuai undang-undang demi menegakkan keadilan di ruang sidang.
  • Tugas hakim mencakup memimpin sidang, memeriksa saksi dan terdakwa, menyusun putusan bersama majelis, serta melakukan peninjauan berkala terhadap hasil keputusan pengadilan.
  • Wewenang hakim meliputi menerima dan memutus perkara pidana maupun perdata secara mandiri, termasuk menunjuk mediator dalam kasus perdata untuk menjaga independensi peradilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Profesi hakim sering kali dipandang sebagai salah satu jabatan paling berwibawa di dunia hukum. Namun, tak banyak yang benar-benar paham apa saja yang mereka lakukan di balik ruang sidang. Lebih dari sekadar mengetuk palu, seorang hakim mengemban tanggung jawab besar dalam menegakkan keadilan dan memastikan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Nah, kalau kamu penasaran atau bahkan tertarik meniti karier di bidang ini, ada baiknya kenalan dulu sama profesi satu ini lebih dalam. Mulai dari tugas sehari-hari hingga wewenang yang dimilikinya, yuk simak selengkapnya di bawah ini!

1. Apa itu profesi hakim?

ilustrasi hakim
ilustrasi hakim (pexels.com/katrin bolovtsova)

Kalau kamu sering menonton film atau serial bertema hukum, sosok hakim pasti sudah tidak asing lagi. Di dunia nyata, mereka adalah aparat hukum yang duduk sebagai pihak paling netral di ruang sidang. Bertanggung jawab untuk menilai fakta, mempertimbangkan bukti, dan pada akhirnya menentukan vonis berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Posisi ini juga datang dengan kekuasaan yang tidak kecil. Seorang hakim berhak mengarahkan aparat lain yang ada di persidangan, baik itu kepolisian, militer, maupun pejabat pengadilan, untuk menjalankan perintah tertentu. Mulai dari penggeledahan dan penyitaan, hingga penangkapan bahkan deportasi. Semua bisa dilakukan atas instruksi hakim demi tegaknya proses hukum yang adil.

2. Tugas dan tanggung jawab seorang hakim

ilustrasi hakim menandatangani kertas
ilustrasi hakim menandatangani kertas (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Pekerjaan hakim jauh lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan. Mulai dari memimpin jalannya sidang agar tetap tertib dan transparan, mengelola berkas perkara, menetapkan jadwal sidang, hingga memeriksa tersangka dan saksi-saksi yang terlibat dalam suatu kasus. Semua itu jadi bagian dari rutinitas yang harus dijalankan dengan penuh ketelitian.

Setelah proses pemeriksaan rampung, hakim ketua bersama hakim anggota akan bermusyawarah untuk menyusun dan menyempurnakan putusan sebelum dibacakan secara resmi di ruang sidang. Menariknya, tanggung jawab mereka tidak berhenti di situ, karena hakim masih wajib melakukan peninjauan berkala terhadap hasil putusan yang telah ditetapkan.

3. Wewenang seorang hakim

Ilustrasi hakim. (IDN Times/Sukma Shakti)
Ilustrasi hakim. (IDN Times/Sukma Shakti)

Sebagai pejabat peradilan negara, hakim memiliki wewenang yang diatur langsung oleh undang-undang, termasuk UU Kekuasaan Kehakiman. Secara garis besar, mereka berhak menerima, memeriksa, dan memutus perkara, baik pidana maupun perdata yang diajukan kepadanya. Dalam prosesnya, hakim juga berwenang memeriksa terdakwa, saksi, ahli, hingga barang bukti, sekaligus mengeluarkan keputusan sela seperti penetapan hari sidang atau penahanan.

Menariknya, wewenang hakim tidak seragam untuk semua jenis perkara. Khusus dalam kasus perdata, mereka bisa menunjuk mediator untuk menempuh jalur mediasi sebelum perkara berlanjut ke tahap persidangan penuh. Semua kewenangan ini dijalankan secara mandiri tanpa intervensi pihak luar, demi menjaga independensi peradilan dan memastikan keadilan ditegakkan secara bebas dan tidak memihak.

4. Kualifikasi untuk menjadi seorang hakim

ilustrasi hakim
ilustrasi hakim (pexels.com/Mikhail Nilov)

Tidak sembarang orang bisa menduduki kursi hakim. Ada sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi, mulai dari hard competency hingga soft competency, karena tanggung jawab yang diemban profesi ini terlalu besar untuk diserahkan tanpa standar yang jelas. Dari sisi kompetensi, calon hakim wajib memiliki kemampuan analisis dan berpikir kritis yang kuat agar bisa menilai sebuah kasus dari berbagai sudut pandang secara adil.

Latar belakang pendidikan ilmu hukum juga jadi syarat mendasar, mengingat pemahaman mendalam soal regulasi dan prosedur hukum adalah bekal utama dalam menjalankan tugas ini. Tak kalah penting, integritas tinggi mutlak diperlukan agar hakim bisa bersikap objektif dan profesional tanpa terpengaruh kepentingan pribadi. Di luar itu, jiwa kepemimpinan dan kemampuan public speaking yang mumpuni juga jadi kualifikasi krusial. Karena hakim adalah sosok yang memimpin dan mengendalikan jalannya persidangan dari awal hingga akhir.

Demikian penjelasan singkat mengenai profesi hakim. Gimana, apakah kamu tertarik berkarier di field ini?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Related Articles

See More