Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Perkataan di Kayu Salib yang Diucapkan Yesus Sebelum Wafat

7 Perkataan di Kayu Salib yang Diucapkan Yesus Sebelum Wafat
Ilustrasi Salib Yesus (pexels.com/Michael Morse)
Intinya Sih

  • Yesus mengucapkan tujuh perkataan di kayu salib yang menggambarkan kasih, pengampunan, dan hubungan-Nya dengan manusia serta Bapa di surga.
  • Ucapan-ucapan tersebut mencakup permohonan ampun bagi para pelaku, janji keselamatan kepada penjahat yang bertobat, hingga penyerahan diri sepenuhnya kepada Bapa.
  • Melalui tujuh perkataan itu, Yesus menunjukkan sisi kemanusiaan dan keteguhan iman-Nya dalam menuntaskan misi penebusan dosa umat manusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Yesus Kristus menderita dan menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Saat disalibkan ini, setidaknya terdapat 7 perkataan Yesus yang tercatat di Alkitab.

Lantas apa saja 7 perkataan di kayu salib yang diucapkan Yesus ini? Simak daftarnya di bawah ini!

Table of Content

1. "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"

1. "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat"

Ilustrasi Yesus dan Bapa (Pexels.com/Pixabay)
Ilustrasi Yesus dan Bapa (Pexels.com/Pixabay)

Yesus menderita di kayu Salib karena manusia. Meskipun begitu, Yesus sangat mengasihi manusia sehingga memohon kepada Bapa agar kita semua diampuni, dengan mengatakan kalimat berikut:

“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat”

Perkataan tersebut membuktikan bahwa Yesus penuh dengan belas kasih. Ia meminta Bapa mengampuni orang-orang yang berbuat jahat terhadap-Nya.

2. "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku dalam Firdaus."

Gereja (pexels.com/Marcelo Chagas)
Gereja (pexels.com/Marcelo Chagas)

Yesus disalibkan dengan dua penjahat. Salah satu penjahat menghujat Yesus yang tak bisa menyelamatkan diri sendiri, padahal Yesus Anak Allah.

Sementara itu, penjahat lainnya, merasa tidak layak disalibkan bersama Yesus, memohon pengampunan, dan meminta Yesus mengingatnya jika Yesus telah menjadi Raja. Yesus lalu mengatakan kalimat demikian kepada penjahat tersebut.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku dalam Firdaus."

Kalimat tersebut menjadi penanda bahwa Yesus telah mengampuni penjahat tersebut.

3. "Ibu, inilah anakmu!", "Inilah ibumu!"

Ilustrasi Yesus disalib (pexels.com/pixabay)
Ilustrasi Yesus disalib (pexels.com/pixabay)

Ketika Yesus melihat ibu dan murid yang dikasihinya, Yohanes, di samping-Nya, Dia berkata:

“Ibu, inilah anakmu!"

Lalu kepada murid-murid-Nya, Dia berkata

“Inilah ibumu!”
 

Semenjak itu, para murid menerima Maria dalam rumah mereka, karena Yesus meminta murid-murid dan Maria saling menyayangi dan menjaga satu sama lain layaknya Ibu dan anak.

4. "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"

Ilustrasi yesus disalibkan (pexels.com/alem sanchez)
Ilustrasi yesus disalibkan (pexels.com/alem sanchez)

Perkataan di kayu salib selanjutnya merupakan titik dukacita Yesus sebagai manusia, yang merasa seakan terpisah dengan Bapa-Nya.

"Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Perkataan ini mengartikan ungkapan hati dari orang yang menantikan Tuhan, namun rasanya tak kunjung tiba, dan inilah yang dirasakan oleh Yesus. 

5. "Aku Haus!"

pexels.com/ Pixabay
pexels.com/ Pixabay

Sejak ditangkap hingga disalibkan, Yesus tidak makan dan minum. Selain itu, Yesus disalibkan di siang hari yang sangat terik. Hal ini lantas memuat Yesus merasa haus, dan akhirnya berkata:

"Aku haus!"

Perkataan Yesus ini menunjukkan sifat kemanusiaan Yesus. Sayangnya prajurit malah memberikan anggur asam ke mulut-Nya. 

6. "Sudah selesai."

Ilustrasi Yesus disalib (pexels.com/Kjalil Beyruti Garcia)
Ilustrasi Yesus disalib (pexels.com/Kjalil Beyruti Garcia)

Setelah Yesus mencicip anggur asam, Yesus berkata,

“Sudah selesai.”

Yesus merasa bahwa Ia sudah melakukan semua, sesuai rencana Allah. Akhirnya, Yesus  menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa.

7. "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku."

Ilustrasi Yesus di salib pexels.com/ Alem Sánchez
Ilustrasi Yesus di salib pexels.com/ Alem Sánchez

Melanjutkan poin sebelumnya, Yesus kemudian berseru dengan suara nyaring untuk terakhir kalinya.

“Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” 

Perkataan terakhir Yesus ini menjadi tanda bahwa dia telah menyelesaikan pekerjaan-Nya di dunia, dan kini kembali kepada Bapa-Nya.

Demikian 7 ucapan di kayu salib yang diucapkan Yesus sebelum wafat-Nya.

FAQ Seputar Perkataan yang Diucapkan Yesus Sebelum Wafat

Apa urutan 7 perkataan yang diucapkan Yesus sebelum wafat?

Urutan perkataan tersebut secara kronologis adalah:Pengampunan ("Ya Bapa ampunilah mereka...").Janji Keselamatan ("Hari ini engkau di Firdaus...").Kasih Keluarga ("Ibu, inilah anakmu...").Penderitaan Rohani ("Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?").Kemanusiaan ("Aku haus").Kemenangan ("Sudah Selesai").Penyerahan Diri ("Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku").

Mengapa Yesus memberikan perhatian kepada Ibu-Nya saat sedang sekarat?

Dalam ucapan ketiga, Yesus memastikan bahwa Ibu-Nya (Maria) akan dijaga oleh Yohanes. Ini menunjukkan bahwa di tengah penderitaan yang luar biasa, Yesus tetap menjalankan tanggung jawab kasih dan menghormati orang tua, sekaligus memberikan pesan bahwa komunitas iman adalah keluarga baru bagi setiap orang percaya.

Apa signifikansi dari kata "Aku haus" yang diucapkan Yesus?

Ucapan "Aku haus" (Yohanes 19:28) memiliki dua makna penting. Secara fisik, ini menunjukkan bahwa Yesus adalah manusia sejati yang merasakan dahaga dan rasa sakit. Secara rohani, ini adalah penggenapan nubuat dalam Mazmur 69:22 dan melambangkan kerinduan-Nya yang mendalam untuk menyelamatkan jiwa manusia.

Apa perbedaan antara ucapan ke-6 "Sudah Selesai" dan ucapan ke-7?

Ucapan ke-6 ("Sudah Selesai") adalah pernyataan mengenai tugas misi-Nya di bumi yang telah tuntas. Sedangkan ucapan ke-7 ("Ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku") adalah pernyataan iman dan kepercayaan mutlak kepada Bapa. Ucapan terakhir ini menunjukkan bahwa Yesus menyerahkan nyawa-Nya secara sukarela, bukan karena nyawa-Nya diambil secara paksa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
Stella Azasya
3+
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More