Ilustrasi keuangan buruk (unsplash.com/Photo by Emil Kalibradov)
Sering kali orang merasa malu mengakui dirinya stres soal uang. Padahal kenyataannya, banyak pekerja muda mengalami hal yang sama. Mereka tetap bekerja, tetap berusaha produktif, tapi diam-diam cemas memikirkan masa depan finansialnya.
Penelitian berjudul "Determinants of financial well-being in young adults' quarter-life crisis" oleh Badriatul Mawadah dan Sumiati Faculty of Economics and Business, Brawijaya University, menemukan bahwa financial stress menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi kesejahteraan hidup generasi muda usia 25–35 tahun. Tekanan finansial bukan hanya memengaruhi dompet, tapi juga kesehatan mental dan rasa percaya diri seseorang.
Financial stress memang bisa memicu kecemasan tersendiri bagi kamu. Karena itu, rasa takut melihat saldo bukan berarti kamu lemah atau gagal, melainkan tanda bahwa tekanan hidup sekarang memang berat untuk banyak orang, bukan kamu sendiri.
Banyak pekerja muda yang hari ini hidup di tengah tuntutan besar: harus mandiri, punya tabungan, membantu keluarga, tetap terlihat sukses, dan tetap menjaga kesehatan mental. Tidak heran kalau akhirnya banyak orang merasa lelah secara emosional hanya karena memikirkan keuangan.