Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
8 Cara Menjawab “Ceritakan tentang Diri Kamu” Saat Interview Kerja
ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/fauxels)
  • Jawaban “ceritakan tentang diri” perlu berfokus pada pengalaman, kemampuan, dan perjalanan karier yang relevan dengan posisi serta job description, bukan seluruh riwayat hidup.
  • Mulai dari aktivitas profesional saat ini, lalu pilih dua atau tiga pengalaman relevan dan dukung dengan pencapaian konkret agar jawaban fokus, meyakinkan, dan tidak sekadar membacakan CV.
  • Sampaikan passion yang terkait bidang pekerjaan, sesuaikan penekanan untuk recruiter atau calon atasan, batasi sekitar satu hingga dua menit, lalu tutup dengan alasan ketertarikan pada posisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

“Ceritakan tentang diri kamu” memang terdengar simpel, tapi pertanyaan ini sering bikin pikiran mendadak blank saat interview kerja. Mau mulai dari pendidikan, pengalaman kerja, pencapaian, atau malah hobi?

Tenang, kamu gak perlu menceritakan seluruh perjalanan hidup di depan interviewer. Kuncinya, pilih cerita yang relevan dengan posisi yang kamu lamar supaya jawabanmu tetap singkat, menarik, dan gak terdengar seperti sedang membacakan CV. Berikut cara menjawabnya dengan lebih percaya diri.

1. Pahami dulu apa yang sebenarnya ingin diketahui interviewer

ilustrasi zoom interview (pexels.com/shvetsa)

Ketika interviewer meminta kamu menceritakan diri sendiri, bukan berarti mereka ingin mendengar seluruh perjalanan hidupmu. Fokuskan jawaban pada pengalaman, kemampuan, dan perjalanan karier yang relevan dengan posisi yang dilamar agar interviewer bisa melihat nilai yang kamu bawa.

Tina Wascovich, Muse career coach, dikutip dari The Muse, menyebut pertanyaan ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualifikasi yang sesuai dengan posisi. Karena itu, pelajari job description dan pilih pengalaman yang paling relevan. Misalnya, jika melamar sebagai content writer, ceritakan pengalaman menulis, proyek konten, atau pencapaian yang mendukung kemampuanmu.

“Ketika interviewer menanyakan hal tersebut, sebenarnya mereka ingin kamu menceritakan tentang dirimu sejauh hal itu relevan dengan posisi yang kamu lamar dan perusahaan ini,” ujar Tina Wascovich.

2. Mulai dari posisi atau aktivitasmu saat ini

ilustrasi proses interview (pexels.com/shvetsa)

Kalau masih bingung membuka jawaban, kamu bisa mulai dari kondisi profesionalmu saat ini. Ceritakan secara singkat pekerjaan, bidang, atau aktivitas yang sedang kamu tekuni, lalu hubungkan dengan pengalaman yang paling relevan. Cara ini membuat interviewer lebih mudah memahami siapa dirimu tanpa harus mendengar seluruh kronologi karier dari awal.

Misalnya, “Saat ini saya bekerja sebagai social media specialist dan fokus menangani strategi konten serta campaign digital”. Kalau kamu fresh graduate, bisa menggantinya dengan jurusan kuliah, pengalaman magang, organisasi, freelance, atau proyek yang relevan, lalu lanjutkan dengan pengalaman yang membawamu sampai ke titik tersebut agar jawaban terasa runtut dan gak seperti daftar informasi.

3. Pilih pengalaman yang paling relevan dengan posisi

ilustrasi berkomunikasi dengan rekan kerja (pexels.com/fauxels)

Jangan menceritakan semua pengalaman kerja hanya karena ingin terlihat berpengalaman. Interviewer sudah bisa melihat riwayat kerjamu dari CV, jadi pilih dua atau tiga pengalaman yang paling relevan dengan posisi yang kamu lamar. Dengan begitu, jawabanmu lebih fokus dan gak terdengar seperti sedang membacakan ulang CV.

Misalnya, saat melamar sebagai project manager, kamu bisa menyoroti pengalaman mengelola proyek, memimpin tim, berkoordinasi dengan berbagai divisi, atau menyelesaikan masalah. Gak perlu menceritakan semuanya, cukup pilih pengalaman yang paling mendukung posisi tersebut agar interviewer lebih mudah melihat kemampuan dan kecocokanmu.

4. Sisipkan pencapaian biar jawabanmu gak terdengar generik

ilustrasi berjabat tangan dengan rekan kerja (pexels.com/fauxels)

Mengatakan “saya pekerja keras” atau “saya cepat belajar” memang terdengar positif, tetapi klaim seperti ini juga sering digunakan kandidat lain. Agar lebih meyakinkan, sertakan contoh atau pencapaian yang menunjukkan kemampuan tersebut sehingga interviewer bisa melihat kontribusi yang pernah kamu berikan.

Misalnya, daripada hanya berkata, “Saya punya pengalaman mengelola media sosial”, jelaskan hasilnya seperti, “Di pekerjaan sebelumnya, saya mengelola media sosial perusahaan dan berhasil meningkatkan engagement sekitar 30 persen dalam enam bulan”. Kalau gak punya angka, kamu bisa menyoroti proyek yang berhasil, masalah yang diselesaikan, atau tanggung jawab baru yang pernah kamu tangani.

5. Tunjukkan passion, tapi tetap relevan

ilustrasi perempuan sedang menyimak dalam rapat (pexels.com/divinetechygirl)

Jawaban interview sebaiknya tetap profesional, tetapi gak harus kaku seperti membaca naskah. Ceritakan singkat alasan kamu tertarik pada bidang tersebut agar jawaban terasa lebih personal dan relevan. Al Dea, Muse career coach sekaligus pendiri BetterWorks Labs, dikutip dari The Muse, menilai interviewer juga ingin melihat sisi manusia dari kandidat, bukan sekadar jawaban yang sempurna.

“Orang-orang gak ingin berbicara dengan robot mereka ingin berbicara dengan manusia,” ujar Al Dea.

Misalnya, kalau kamu tertarik pada marketing karena sejak kuliah suka menulis dan mempelajari perilaku audiens, ceritakan secara singkat. Hal ini membantu interviewer memahami bukan hanya apa yang pernah kamu kerjakan, tetapi juga alasan kamu memilih bidang tersebut.

6. Jangan menjadikan jawaban ini sebagai pembacaan ulang CV

ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/fauxels)

“Setelah lulus tahun 2019 saya bekerja di perusahaan A, kemudian tahun 2021 pindah ke perusahaan B, lalu tahun 2023 menjadi senior…”. Kalau jawabanmu terdengar seperti ini, hati-hati karena kamu bisa saja sedang membacakan CV dengan suara keras.  

“Banyak kandidat menjawab pertanyaan ini seperti sedang menjelaskan seluruh resume, padahal cara tersebut justru berisiko membuat interviewer kehilangan minat,” ujar Steven Davis, Muse career coach dan recruiter, dikutip dari The Muse.

Gak ada durasi pasti untuk menjawab pertanyaan ini, tetapi Al Dea menyebut kandidat biasanya mulai kehilangan tenaga setelah 1,5 hingga 2,5 menit berbicara tanpa jeda. Sebagai patokan, usahakan jawabanmu sekitar satu hingga dua menit dengan fokus pada pengalaman yang paling relevan. Anggap jawabanmu sebagai trailer, bukan film berdurasi panjang, agar interviewer tetap punya ruang untuk menggali ceritamu lebih lanjut.

7. Sesuaikan jawaban dengan siapa yang mewawancaraimu

ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/Thirdman)

Pertanyaan “ceritakan tentang diri kamu” bisa muncul beberapa kali selama proses rekrutmen, tetapi bukan berarti jawabannya harus selalu sama. Saat berbicara dengan recruiter, fokuskan pada gambaran besar pengalaman dan perjalanan karier, sedangkan ketika bertemu calon atasan, kamu bisa lebih menonjolkan kemampuan teknis yang relevan dengan posisi.

Jika sudah sampai tahap interview dengan eksekutif atau pimpinan perusahaan, hubungkan pengalamanmu dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan secara lebih luas. Kamu juga bisa menyinggung informasi dari interview sebelumnya untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar memperhatikan proses rekrutmen dan memahami posisi yang dilamar.

8. Tutup dengan alasan kenapa kamu tertarik dengan posisi tersebut

ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/Sora Shimazaki)

Setelah menceritakan pengalaman dan pencapaian, jangan akhiri jawaban dengan, “Ya, kurang lebih seperti itu”. Gunakan bagian penutup untuk menjelaskan alasan posisi tersebut sesuai dengan langkah kariermu, sehingga interviewer bisa melihat hubungan antara pengalaman, kondisi saat ini, dan tujuanmu.

Misalnya, “Dari pengalaman tersebut, saya ingin mengembangkan kemampuan di bidang product marketing. Karena itu, saya tertarik dengan posisi ini karena sesuai dengan pengalaman sekaligus memberi ruang untuk berkembang”. Al Dea menyarankan penutup seperti ini agar alasan kamu berada di interview terasa jelas dan relevan dengan posisi yang dilamar.

“Ceritakan tentang diri kamu” adalah kesempatan untuk menunjukkan pengalaman dan alasan kamu cocok dengan posisi yang dilamar. Jadi, siapkan cerita yang relevan dan sampaikan dengan percaya diri agar gak lagi blank saat interview.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article