Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Jobdesk Bookkeeper yang Jarang Diketahui, Bisa Kerja dari Rumah!

5 Jobdesk Bookkeeper yang Jarang Diketahui, Bisa Kerja dari Rumah!
ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Karola G)
  • Bookkeeper tidak hanya mencatat penjualan, pembelian, pengeluaran, penerimaan, dan pembayaran, tetapi juga menjaga akurasi pencatatan melalui software akuntansi seperti QuickBooks atau Xero.
  • Tugasnya mencakup rekonsiliasi mutasi bank, pengelolaan utang-piutang, pembayaran, serta penagihan agar selisih transaksi terdeteksi dan arus kas bisnis tetap sehat.
  • Bookkeeper menyusun neraca, laporan laba rugi, arus kas, serta membantu menyiapkan data pajak yang akurat dan terorganisir; profesi ini memiliki peluang kerja remote.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Dalam setiap bisnis dibutuhkan peran bookkeeper. Bagi yang belum tahu, bookkeeper dapat diterjemahkan sebagai pencatat keuangan atau staf pembukuan. Banyak yang mengira bahwa tugasnya hanya sebatas mencatat transaksi keuangan dan melakukan pembukuan.

Nyatanya, peran seorang bookkeeper lebih luas dari tugas tersebut. Mereka juga memastikan kelancaran operasional keuangan, memantau arus kas, hingga mengelola dokumentasi pajak. Banyak perusahaan atau pemilik bisnis yang membutuhkan orang untuk melakukan pembukuan bisnis mereka.

Profesi bookkeeper kini menjadi salah satu pekerjaan remote yang sedang naik daun. Biar gak bingung, berikut ini lima jobdesk utama bookkeeper yang masih jarang diketahui.

  1. 1. Mencatat transaksi keuangan

    ilustrasi orang bekerja
    ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Karola G)

    Sesuai namanya, tugas utama dari bookkeeper adalah mencatat setiap transaksi keuangan perusahaan. Mulai dari penjualan, pembelian, pengeluaran, penerimaan, dan pembayaran secara sistematis. Biasanya, bookkeeper menggunakan software khusus akuntansi, seperti QuickBooks atau Xero.

    Penggunaan aplikasi tersebut membantu untuk memastikan semua pencatatan akurat dan konsisten. Dalam mencatat setiap transaksi, bookkeeper haruslah cermat dan teliti. Sebab, satu kesalahan kecil dapat mengakibatkan laporan yang tidak akurat dan bahkan bisa menyebabkan kerugian.

  2. 2. Rekonsiliasi rekening bank

    ilustrasi orang bekerja
    ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Rekonsiliasi rekening bank adalah proses mencocokkan catatan transaksi bisnis dengan mutasi rekening bank. Tujuannya memastikan semua sesuai dan tidak ada kesalahan pencatatan. Fungsi dari tugas ini mendeteksi transaksi yang belum tercatat, menemukan selisih atau eror, dan memastikan saldo sesuai dengan catatan pembukuan.

    Pada proses ini bookkeeper membandingkan catatan keuangan dengan mutasi bank. Jika ada perbedaan, maka akan ditandai dan dilakukan penyesuaian. Misalnya, memeriksa transaksi yang belum diproses, memperbaiki atau mengoreksinya hingga semua saldo pembukuan dan saldo bank cocok.

  3. 3. Mengatur pembayaran dan penagihan dalam bisnis

    ilustrasi orang bekerja
    ilustrasi orang bekerja (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

    Selanjutnya ialah mengelola pembayaran dan penagihan dalam bisnis atau dalam kata lain mengelola utang dan piutang usaha. Bookkeeper bertugas memeriksa kapan tagihan harus dibayar dan kapan pembayaran dari klien jatuh tempo. Fungsi dari jobdesk ini membantu menjaga arus kas yang sehat dan memastikan tidak ada pembayaran yang terlewat.

    Utang usaha yang dimaksud adalah tagihan dan pengeluaran yang menjadi tanggungan perusahaan. Sedangkan, piutang adalah pembayaran dari klien. Bookkeeper harus telaten memeriksa setiap utang dan piutang usaha untuk menghindari keterlambatan pembayaran. Jika keterlambatan pembayaran terjadi, dapat mengakibatkan penalti atau merusak reputasi perusahaan.

  4. 4. Menyusun laporan keuangan

    ilustrasi bekerja di depan laptop
    ilustrasi bekerja di depan laptop (pexels.com/Moose Photos)

    Seorang bookkeeper juga menyiapkan laporan keuangan. Laporan tersebut mencakup neraca, laba rugi, dan laporan arus kas. Hasil laporan ini membantu manajemen dan pemilik bisnis mengetahui seberapa baik kinerja keuangan perusahaan.

    Laporan yang dibuat harus disusun dengan akurat, terkini, dan konsisten. Biasanya periode laporan keuangan ini secara bulanan atau ada juga yang per triwulan. Laporan keuangan dari bookkkeeper juga dapat berfungsi sebagai parameter bagi pemilik bisnis dalam mengambil keputusan.

  5. 5. Membantu menyiapkan laporan pajak

    ilustrasi menggunakan laptop
    ilustrasi menggunakan laptop (unsplash.com/Aleksei Zhivilov)

    Selain keempat jobdesk di atas, bookkeeper juga bisa melakukan tugas membantu dalam penyusunan pajak. Bookkeeper memastikan semua catatan keuangan akurat, terorganisir, dan siap untuk dijadikan bahan laporan pajak.

    Pembukuan yang baik dapat memudahkan perusahaan dalam membuat laporan pajak. Catatan keuangan yang akurat ini sangat dibutuhkan agar mengurangi risiko audit atau denda. Meski tak semua, namun terkadang bookkeeper juga punya peran dalam menyusun laporan pajak perusahaan.

    Profesi bookkeeper merupakan pekerjaan klasik yang kini kembali tren sebagai pekerjaan remote. Banyak peluang kerja untuk profesi ini yang bisa dikerjakan secara remote.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More