Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AI Interview Mulai Digunakan, Apa yang Harus Disiapkan Pencari Kerja?

AI Interview Mulai Digunakan, Apa yang Harus Disiapkan Pencari Kerja?
Ilustrasi interview (magnific.com/dcstudio)
  • AI kini digunakan dalam screening kerja melalui audio atau video, mengajukan pertanyaan, serta merangkum dan menilai jawaban kandidat sebelum recruiter menentukan tahap berikutnya.
  • Kandidat perlu memahami format interview dari undangan atau bertanya kepada recruiter, karena sistem AI tiap perusahaan dapat berbeda dalam merekam, bertanya lanjutan, maupun mengevaluasi jawaban.
  • Persiapkan cerita pengalaman yang ringkas dengan metode STAR, lalu uji koneksi, kamera, audio, pencahayaan, dan sesi latihan agar penyampaian tetap jelas serta natural.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Interview kerja sekarang tidak selalu dimulai dengan bertemu recruiter. AI mulai ikut mengambil peran dalam tahap screening, dari memberikan pertanyaan lewat suara atau video sampai merangkum jawaban kandidat untuk recruiter. LinkedIn bahkan sudah menghadirkan fitur AI interview di Hiring Pro yang memungkinkan perusahaan mengundang kandidat mengikuti screening audio atau video dengan interviewer AI.

Fleksibilitasnya juga cukup unik. Kandidat memang bisa lebih bebas menentukan waktu, tapi format baru ini jelas membutuhkan cara persiapan yang sedikit berbeda. Jadi, apa yang perlu disiapkan sebelum berhadapan dengan interviewer AI?

  1. 1. Kenali dulu format interview yang akan digunakan

    Ilustrasi interview
    Ilustrasi interview (magnific.com/dcstudio)

    Jangan langsung membayangkan akan ngobrol dengan robot berbentuk manusia. Format AI interview bisa berupa pertanyaan yang harus dijawab melalui rekaman video, percakapan suara dengan AI, atau screening yang berlangsung lebih interaktif. Pada LinkedIn Hiring Pro, misalnya, kandidat dapat mencoba sesi latihan sebelum mengikuti interview suara atau video, lalu jawaban mereka dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan kriteria yang sudah ditentukan perusahaan. Recruiter kemudian menerima rekaman, transkrip, rangkuman, dan rating sebelum menentukan kandidat yang lanjut.

    Karena sistem setiap perusahaan bisa berbeda, baca undangan interview sampai selesai dan cari tahu apakah AI hanya merekam, ikut memberikan pertanyaan lanjutan, atau juga membantu menilai jawaban. Hal ini penting karena Greenhouse 2026 Candidate AI Interview Report menemukan 70 persen kandidat Amerika Serikat yang pernah menjalani evaluasi AI, merasa penggunaan teknologi tersebut tidak dijelaskan dengan jelas sebelum interview terakhir mereka. Kalau informasinya minim, gak ada salahnya bertanya kepada recruiter tentang format dan tahapan setelah interview.

  2. 2. Siapkan jawaban yang singkat tapi punya cerita

    Ilustrasi interview
    Ilustrasi interview (magnific.com/dcstudio)

    AI interview bukan berarti kamu harus bicara seperti mesin. Justru jawaban yang terlalu penuh istilah tanpa contoh nyata, bisa kehilangan poin penting. Coba siapkan beberapa cerita tentang pengalaman menyelesaikan masalah, bekerja dalam tim, menghadapi konflik, atau mencapai target, lalu sesuaikan dengan kompetensi yang ada di deskripsi pekerjaan.

    Biar ceritanya gak melebar ke mana-mana, kamu bisa memakai metode STAR, yaitu Situation, Task, Action, dan Result. Tim HireVue, platform interview digital, merekomendasikan metode ini untuk membantu kandidat memberikan konteks, menjelaskan tanggung jawab, menunjukkan tindakan yang dilakukan, lalu menutupnya dengan hasil yang konkret. Jadi, daripada menghafal jawaban panjang, lebih baik punya beberapa pengalaman kuat yang bisa diceritakan dengan natural.

  3. 3. Kamera dan audio jangan baru dicek lima menit sebelumnya

    Ilustrasi interview
    Ilustrasi interview (magnific.com/dcstudio)

    Jawaban bagus bisa kehilangan impact kalau suara putus-putus atau kamera terus bergoyang. Cari tempat yang cukup tenang, cek koneksi internet, posisi kamera, mikrofon, dan pencahayaan sebelum mulai. Panduan kandidat dari HireVue juga menyarankan untuk memanfaatkan sesi latihan dan merekam diri sendiri terlebih dahulu supaya lebih terbiasa berbicara di depan kamera.

    Latihan bukan berarti harus membaca skrip kata demi kata. Fokuslah pada tempo bicara, jawaban yang jelas, dan kemampuan menjelaskan pengalaman dengan bahasa sendiri supaya tetap terdengar seperti kamu.

    AI interview mungkin terasa asing sekarang, tapi kemungkinan kamu akan makin sering menemukannya dalam proses rekrutmen. Jadi, anggap saja ini format interview baru yang perlu dipelajari, lalu tunjukkan versi terbaik dirimu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More