Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Rehat dan Mengisi Energi Lagi meski Hanya Punya 3 Menit

ilustrasi perempuan merasa nyaman berbaring di sofa (pexels.com/karolinagrabowska)
ilustrasi perempuan merasa nyaman berbaring di sofa (pexels.com/karolinagrabowska)

Di tengah jadwal yang padat, banyak orang merasa tidak punya waktu untuk berhenti sejenak. Padahal, tubuh dan pikiran tetap membutuhkan jeda agar tidak jatuh ke kondisi burnout. Kabar baiknya, kamu tetap bisa melakukan reset meski hanya punya waktu tiga menit.

Dikutip dari Real Simple, Dr. Lilit Ayrapetyan, psikolog klinis yang berfokus pada kesehatan mental, menjelaskan bahwa tubuh sebenarnya selalu memberi sinyal saat kita perlu berhenti. Jika diabaikan, sinyal ini bisa berubah menjadi kelelahan emosional dan stres berkepanjangan. Untuk kamu yang butuh rehat cepat, langsung simak caranya berikut ini, yuk!

1. Fokus pada indra tubuh

ilustrasi mencuci tangan (pexels.com/rdne)
ilustrasi mencuci tangan (pexels.com/rdne)

Salah satu cara tercepat untuk menenangkan diri adalah dengan mengalihkan perhatian ke indra tubuh. Kamu bisa merasakan hangatnya air di tangan, aroma minyak esensial, atau tekstur losion di telapak tangan. Fokus sederhana ini membantu pikiran kembali ke momen saat ini tanpa terus terjebak dalam beban pikiran.

Dr. Ayrapetyan menyarankan untuk memilih satu indra, seperti sentuhan atau penciuman, lalu mengarahkan perhatian sepenuhnya ke sana. Tanpa disadari, hal kecil ini membuat tubuh lebih cepat kembali tenang. Dalam hitungan menit, kamu bisa merasa lebih stabil dan terkendali.

2. Goyangkan tubuh untuk melepas tegangan

ilustrasi perempuan memegang pinggang (pexels.com/olgalioncat)
ilustrasi perempuan memegang pinggang (pexels.com/olgalioncat)

Duduk terlalu lama sering membuat tubuh terasa kaku tanpa disadari. Saat tidak punya waktu untuk berjalan atau peregangan, berdiri dan menggoyangkan tangan serta kaki bisa jadi solusi cepat. Gerakan ringan ini membantu melepaskan ketegangan yang menumpuk di tubuh.

Dr. Ayrapetyan menyarankan untuk berdiri lalu menggoyangkan perlahan tangan, lengan, kaki, atau pinggul selama beberapa detik. Meski terdengar sepele, tubuh merespons gerakan ini dengan sangat baik. Kamu pun bisa merasa lebih ringan tanpa perlu waktu lama.

“Kita tahu bahwa sekadar berdiri dan memutus waktu duduk yang lama dapat mengurangi risiko depresi dan kecemasan,” kata Kathleen Martin Ginis, profesor di Department of Medicine dan School of Health and Exercise Sciences di UBC, dikutip dari CBC.

3. Coba teknik pernapasan box breathing

ilustrasi perempuan memijat kepala (pexels.com/mikaelblomkvist)
ilustrasi perempuan memijat kepala (pexels.com/mikaelblomkvist)

Pernapasan yang teratur sangat berpengaruh pada kondisi emosi. Teknik box breathing bisa membantu menenangkan pikiran sekaligus meningkatkan fokus. Caranya, tarik napas empat hitungan, tahan empat hitungan, buang napas empat hitungan, lalu tahan lagi empat hitungan.

Ulangi pola ini beberapa kali sampai napas terasa lebih dalam dan stabil. Saat napas melambat, tubuh juga ikut menyesuaikan diri menjadi lebih rileks. Dalam waktu singkat, pikiran bisa terasa lebih jernih dan tidak terlalu tegang.

“Tarikan napas dalam adalah obat paling presisi yang bisa kamu berikan pada dirimu sendiri,” kata Prof. Ian Robertson, ahli saraf, dikutip dari BBC.

4. Pejamkan mata dan ucapkan mantra pada diri sendiri

ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/olly)

Ketika emosi terasa penuh dan pikiran terlalu ramai, cobalah berhenti sejenak. Pejamkan mata, letakkan tangan di dada, lalu tarik napas perlahan. Cara ini membantu kamu merasa lebih terhubung dengan diri sendiri.

Dr. Ayrapetyan menyarankan untuk memejamkan mata sambil berkata pada diri sendiri, "Saya di sini. Saya aman. Saya boleh berhenti sejenak." Kalimat sederhana ini memberi sinyal aman pada otak. Tubuh pun lebih mudah kembali ke kondisi tenang.

5. Berdiri dekat jendela dan hirup udara segar

ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
ilustrasi perempuan sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Perubahan lingkungan, meski kecil, bisa memberi efek besar pada pikiran. Berdiri di dekat jendela atau melangkah ke teras selama satu menit dapat membantu otak terasa lebih segar. Cahaya alami dan udara yang mengalir membuat tubuh terasa lebih hidup.

Menurut Dr. Ayrapetyan, paparan cahaya, udara, dan perubahan suasana secara cepat bisa membantu otak mengatur ulang fokus. Kamu tidak perlu pergi jauh untuk merasakan manfaatnya. Cukup satu menit saja sudah bisa memberi perbedaan.

Jeda singkat bukanlah kemewahan, melainkan bentuk perawatan diri yang penting. Semakin sering kamu melakukannya, semakin cepat tubuh belajar kembali ke kondisi tenang. Jadi, saat merasa kewalahan, ingat bahwa tiga menit pun sudah cukup untuk mengisi ulang energi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

Book Smart vs Street Smart: Kamu Termasuk Tipe yang Mana?

03 Feb 2026, 10:18 WIBLife