ilustrasi target (pexels.com/RDNE Stock project)
Target penjualan atau produksi dipasang jauh di atas kapasitas tim tanpa perhitungan realistis. Ketika angka tidak tercapai, karyawan yang disalahkan, bukan strategi yang ditinjau ulang. Rapat evaluasi berubah menjadi ajang mencari kambing hitam. Situasi ini menciptakan suasana kerja yang melelahkan secara fisik dan mental.
Beberapa perusahaan sengaja memasang standar tinggi agar terlihat ambisius di mata publik. Namun, tanpa dukungan sumber daya yang memadai, target hanya menjadi alat untuk menekan karyawan. Prestasi individu sering diabaikan karena fokus pada angka besar yang sulit diraih. Jika kondisi ini terus berulang, eksploitasi menjadi bagian dari sistem kerja sehari-hari.
Eksploitasi bukan selalu soal gaji rendah, melainkan tentang ketidakseimbangan antara kontribusi dan penghargaan. Mengenali ciri-ciri kantor yang mengeksploitasi sumber daya manusia membantumu dalam melihat situasi kerja secara lebih jernih tanpa perlu menunggu sampai kelelahan menumpuk. Semoga kamu bukan salah satu korban eksploitasi, ya!
Referensi:
"The Dark Side of Passion: How to Protect Workers from Exploitation" HR-MOB. Diakses pada Februari 2026
"Breaking the silence: How to identify and address subtle exploitation at work? HRSEA. Diakses pada Februari 2026
"10 Toxic Traits to be Aware of in the Workplace" ASE. Diakses pada Februari 2026
"Advancing Workplace Civility: a systematic review and meta-analysis of definitions, measurements, and associated factors" Frontiers in Psychology. Diakses pada Februari 2026