ilustrasi bekerja di era digital (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
Tidak semua pekerjaan harus dilakukan dengan satu metode yang sama. Gunakan deep work ketika mengerjakan laporan penting, menyusun strategi bisnis, belajar keterampilan baru, menulis, atau menyelesaikan proyek yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Sebaliknya, multitasking lebih tepat digunakan pada aktivitas rutin yang tidak memerlukan pemikiran mendalam. Misalnya mengarsipkan dokumen, memeriksa notifikasi, atau mengatur jadwal. Agar produktivitas tetap optimal, cobalah membagi waktu kerja.
Baik deep work maupun multitasking memiliki fungsi masing-masing. Namun, jika tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas kerja, mengembangkan kemampuan, dan mempercepat kemajuan karier, deep work umumnya menjadi pilihan yang lebih efektif. Sementara itu, multitasking sebaiknya digunakan secara terbatas untuk tugas-tugas sederhana yang memang dapat dilakukan secara bersamaan. Dengan memahami kapan harus fokus dan kapan cukup menangani beberapa pekerjaan ringan, produktivitas dapat meningkat tanpa mengorbankan kualitas hasil kerja.