- “Berangkat!” (Heading out!)
- “Sudah waktunya!” (It's time)
Cara Mengucapkan Kata Selamat Tinggal yang Tepat Menurut Ahli

- Ahli komunikasi menyarankan pamit dengan pernyataan keluar yang singkat dan tegas, tanpa alasan berlebihan atau kalimat ragu yang membuka peluang orang lain menahan kepergian.
- Setelah menyatakan akan pergi, sampaikan terima kasih kepada tuan rumah, didukung senyum, anggukan, atau lambaian untuk memperjelas pesan perpisahan secara verbal dan nonverbal.
- Humor ringan dapat mencairkan kecanggungan sekaligus memuji acara, sementara ungkapan seperti “senang bertemu denganmu” membantu meninggalkan kesan akhir yang ramah.
Sering kali kita fokus menciptakan first impression yang berkesan dan baik saat bertemu orang. Namun, kita lupa untuk punya kesan yang baik juga saat berpisah dengan mereka atau mengucapkan selamat tinggal pada suatu pertemuan.
Gak sesederhana 'say goodbye', tetapi menurut ahli, ada frasa khusus yang cenderung digunakan ketika seseorang harus pergi. So, cari tahu cara mengucapkan kata selamat tinggal yang tepat menurut ahli di sini!
1. Menggunakan exit statement

Para peneliti memiliki istilah untuk mengakhiri interaksi "perilaku pamit" (leave-taking behavior) yang mencakup semua cara verbal dan nonverbal yang digunakan untuk memberi sinyal bahwa kamu mengucapkan selamat tinggal. Ada dua komponen utama dari setiap cara pamit yang baik menurut Amy Arias, Dosen Senior Studi Komunikasi di Universitas Nevada, yang berspesialisasi dalam komunikasi interpersonal.
Yang pertama adalah pernyataan keluar (exit statement), yang juga dikenal sebagai pernyataan keberangkatan (departure statement). Ini adalah beberapa kata singkat dan lugas yang memperjelas bahwa kamu akan pergi, misalnya:
“Penting untuk tidak menjelaskan secara berlebihan. Jangan menggunakan kata-kata kualifikasi atau kalimat yang meragukan, jadi jangan menggunakan frasa seperti, 'Mungkin sudah waktunya pergi,' atau 'Mungkin sebaiknya kita pergi sekarang,'. Kalimat itu akan membuka peluang untuk, 'Tidak, tidak, tidak, si A akan memberikan pidato,' atau, 'Oh tunggu, kita belum mengeluarkan kuenya,'” kata Arias dalam laman Time.
Tidak perlu memberikan alasan untuk pergi, seperti memberi tahu teman bahwa kamu harus menggantikan pengasuh bayi. Jika dilakukan, kamu memberi mereka kesempatan untuk mencoba meyakinkanmu untuk tetap tinggal. Tanpa disadari, sudah 45 menit berlalu dan kamu masih di sana.
2. Mengucapkan rasa terima kasih

Bagian kedua dari proses perpisahan adalah menyampaikan ungkapan terima kasih kepada tuan rumah, yang hanya membutuhkan dua kata yang lugas dan singkat. Arias biasanya memilih: “Pesta yang luar biasa!” atau: “Sangat menyenangkan!” Meskipun kamu bisa mengubah urutan exit statement dan ungkapan terima kasih, Arias merasa lebih nyaman jika mengakhiri dengan ucapan terima kasih.
“Ini membantu karena mengalihkan fokus dari kepergian dan mengembalikannya kepada tuan rumah. 'Kamu telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dan ini sangat menyenangkan.' Dengan urutan seperti itu, percakapan pun berakhir saat kita pergi," tambahnya.
Saat mengucapkan selamat tinggal, perhatikan juga perilaku nonverbal. Tersenyum, mengangguk, dan mungkin angkat tangan untuk menunjukkan sudah waktunya untuk pergi. Taktik ini memungkinkan kamu untuk menekankan dan melengkapi apa yang kita katakan secara verbal untuk benar-benar memperkuat pesan tersebut.
3. Menambahkan sedikit humor

Richie Frieman, seorang ahli tata krama dan etiket, suka menambahkan sentuhan kepribadian ekstra pada kepergiannya dan humor adalah cara favorit untuk melakukannya. Di antara kalimat-kalimat lucunya yang paling sering diucapkan, misalnya, "Saya akan pergi sebelum saya menikmati prasmanan untuk ronde kelima.”
“Humor sedikit mencairkan suasana canggung. Humor juga merupakan pujian. 'Saya makan banyak sekali, saya suka kuenya, saus kepitingnya enak sekali.' Ketika orang mengadakan acara atau pesta, mereka ingin tahu bahwa orang-orang yang mereka undang menikmatinya," katanya seperti dikutip dalam laman Time.
Frieman juga menemukan humor ini diterima dengan baik, misalnya, "Seperti kata kakek saya, jika kamu menguap, kamu akan mati." Itu adalah cara lucu untuk mengatakan, 'Dengar, kawan! Aku lelah." Ini jadi cara untuk mendapatkan senyuman dari tuan rumah sebelum kamu pergi.
4. Ucapkan "senang sekali bisa bertemu denganmu"

Seorang psikolog, Dr. Cynthia Shaw, PsyD, menyoroti "Aturan Puncak-Akhir" (Peak-end-Rule), yang oleh para peneliti digambarkan sebagai heuristik memori di mana bagian yang paling menonjol secara emosional dari suatu pengalaman (yaitu puncak) dan kesimpulan dari suatu pengalaman (yaitu akhir) diberi bobot lebih besar dalam evaluasi ringkasan. Karena kita cenderung lebih mengingat bagian akhir percakapan daripada bagian awalnya, para ahli mengatakan bahwa orang-orang kelas atas (high class) memanfaatkan sebaik-baiknya ucapan perpisahan mereka dan berhati-hati dalam memilih kata-kata.
“Kata ['senang bertemu denganmu'/so good to see you menandakan] keramahan dan kemudahan didekati tanpa keterikatan," ungkapnya dalam laman Parade.
Dr. Shaw menawarkan ungkapan lain yang digunakan orang-orang berkelas ketika mereka harus pergi, yaitu,"Senang bisa bertemu dan berbincang denganmu hari ini."
Itulah beberapa cara mengucapkan kata selamat tinggal yang tepat menurut ahli yang bisa kamu gunakan. Praktikkan tips di atas untuk ciptakan kesan baik sekaligus menghargai orang-orang yang bertemu kamu!
![[QUIZ] Ini Level Ketakutanmu saat Berpisah dengan Orang Lain](https://image.idntimes.com/post/20260423/5871_1ec09f13-254f-4eea-aa32-f1a10e071e83.jpg)





















![[QUIZ] Seberapa Tinggi Egomu untuk Pura-Pura menjadi Kuat?](https://image.idntimes.com/post/20250804/steven-aguilar-p5fp5emqctg-unsplash_6e408e63-a181-42f7-af4a-4a862208290f.jpg)