Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Profil Calvin Institute of Technology, Kampus Baru Dibangun di BSD

Profil Calvin Institute of Technology, Kampus Baru Dibangun di BSD
Ilustrasi Calvin Institute of Technology (CIT) di BSD. (dok. CIT)
Intinya Sih
  • Calvin Institute of Technology membangun kampus baru di BSD City setelah berdiri di Kemayoran sejak 2018, dengan fokus pendidikan STEM, bisnis, dan Reformed Liberal Arts.
  • Groundbreaking kampus BSD berlangsung 7 Agustus 2026; pembangunan ditargetkan selesai dalam 2,5 tahun dan mulai beroperasi pada Juni 2029 sebagai bagian transformasi menuju universitas.
  • Kampus berkonsep AI, Smart, dan Green Campus ini diproyeksikan menampung lebih dari 8.000 mahasiswa, didukung asrama 3.000 mahasiswa, laboratorium, perpustakaan, aula, serta fasilitas pembelajaran lain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perkembangan AI mengubah cara hidup manusia, mulai dari bekerja belajar hingga menghadirkan berbagai inovasi. Sebagai institusi pendidikan, perguruan tinggi dituntut untuk menghasilkan lulusan yang menguasai teknologi serta memiliki kecakapan berpikir kritis.

Di era perkembangan teknologi yang kian masif, keterampilan lain seperti berwawasan luas, memiliki kemampuan lintas disiplin, berkarakter dan mampu mengimplementasi pengetahuan untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat juga menjadi poin yang krusial. Hal inilah yang menjadi latar belakang berdirinya Calvin Institute of Technology (CIT) yang tengah dalam proses pembangunan kampus di BSD City.

1. Mengenal CIT kampus dengan konsep teknologi dan kecerdasan buatan

WhatsApp Image 2026-08-08 at 08.12.43.jpeg
Calvin Institute of Technology (CIT) di BSD. (dok. CIT)

Calvin Institute of Technology (CIT) memulai pembangunan kampus di BSD City melalui groundbreaking ceremony pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kampus ini diproyeksikan akan menjadi “AI Campus”, “Smart Campus”, dan “Green Campus” dengan berbagai fasilitas yang menunjang.

Sebelumnya, perguruan tinggi swasta Kristen ini telah berdiri di Kemayoran, Jakarta Pusat pada tahun 2018 oleh Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong. Pendiriannya ada di bawah naungan Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan berfokus pada STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), Bisnis, serta dipadukan dengan Interdisciplinary (Reformed Liberal Arts).

Kampus CIT diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, CIT juga akan mendorong inovasi dan pembentukan karakter individu untuk mempersiapkan pemimpin, akademisi, dan profesional yang dapat menjawab berbagai tantangan di era kecerdasan buatan. Pembangunan kampus ditargetkan akan rampung 2.5 tahun mendatang dan direncanakan mulai beroperasi pada Juni 2029.

2. CIT Campus mendorong kemajuan teknologi dan pendidikan di Indonesia

a.png
Calvin Institute of Technology (CIT) di BSD. (dok. CIT)

Pembangunan kampus CIT mendorong transformasi kelembagaan menjadi universitas guna memperkuat kontribusi dalam bisang pendidikan di Indonesia melalui pembelajaran berbasis riset dan teknologi. Rektor Calvin Institute of Technology, Pdt David Tong, menyampaikan bahwa pembangunan kampus BSD tak sekadar menghadirkan faslitas modern atau tetapi turut mempersiapkan generasi yang dapat menjawab tantangan masa depan.

"Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya Artificial Intelligence, akan mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Namun pada akhirnya, yang paling dibutuhkan adalah manusia pengembang ilmu pengetahuan yang takut akan Allah untuk mengembangkan teknologi secara bertanggung jawab. Karena itulah CIT berkomitmen membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, iman, dan panggilan untuk menghadirkan teknologi yang memberi manfaat bagi sesama," ujar Pdt David Tong dalam rilis resminya.

Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Reformasi Injili (YPTRI) Wiyogo Jayalie menyampaikan, pembangunan kampus merupakan komitmen untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan masa depan.

"Kami tidak hanya membangun gedung, tetapi membangun tempat lahirnya generasi yang akan memimpin Indonesia melalui ilmu pengetahuan, karakter, dan inovasi," ujar Wiyogo.

CIT berharap dapat memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis. CIT percaya pada kemajuan teknologi yang dapat memberi dampak pada masyarakat luas.

3. Konsep utama dan fasilitas CIT Campus

ilustrasi kampus impian
ilustrasi kampus impian (pexels.com/Yan Krukau)

Kampus CIT di BSD dikembangkan dengan tiga konsep utama. Sebagai AI Campus, CIT memanfaatkan kecerdasan artifisial dalam berbagai aspek, mulai dari pembelajaran, penelitian, hingga layanan akademik. Melalui Calvin Research Center dan Student Research Fellowship, mahasiswa diorong untuk menciptakan inovasi teknologi melalui berbagai riset.

CIT juga mengusung konsep Smart Campus yang memanfaatkan Internet of Things dan teknologi digital untuk memberi pelayanan belajar yang lebih personal dan adaptif. Kawasan kampus akan dirancang sebagai living laboratory sehingga mahasiswa dapat menembangkan, menguji dan mengimplementasi inovasi secara langsung.

Terakhir, sebagai Green Campus, CIT menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui efisiensi energi, pengelolaan air, dan penyediaan ruang terbuka hijau. Kawasan kampus juga dirancang untuk membangun komunitas belajar yang kondusif.

CIT diproyeksikan akan menaungi lebih dari 8.000 mahasiswa dan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang pendidikan seperti dormitory yang dapat menampung 3.000 mahasiswa. Fasilitas lain yang akan turut menunjang sarana belajar-mengajar adalah dining hall, perpustakaan, aula, dan mart class rooms, teaching dan research labs.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More