Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Ide Lomba 17 Agustus yang Unik dari Berbagai Daerah

5 Ide Lomba 17 Agustus yang Unik dari Berbagai Daerah
ilustrasi pacu jawi (pexels.com/Muhammad Yunus)
Intinya Sih
  • Karapan sapi di Madura memacu sepasang sapi menarik kereta kecil di lintasan sekitar 100 meter, dengan kecepatan sapi dan keterampilan joki sebagai daya tarik.
  • Pacu jawi di Tanah Datar berlangsung di sawah pascapanen; penilaian mencakup kecepatan dan kemampuan sapi berlari lurus di lintasan berlumpur.
  • Pacu kude Aceh Tengah, Peresean Lombok, dan dayung jukung Banjarmasin menghadirkan pacuan kuda, adu ketangkasan rotan, serta kekompakan pendayung sebagai tradisi khas perayaan kemerdekaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perayaan 17 Agustus di Indonesia selalu diwarnai berbagai perlombaan yang menghadirkan suasana meriah dan penuh semangat. Di sejumlah daerah, lomba yang digelar tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berkaitan dengan tradisi dan budaya setempat. Keunikan inilah yang membuat perayaan kemerdekaan memiliki warna berbeda di setiap wilayah.

Beragam daerah di Indonesia memiliki perlombaan khas yang telah berlangsung turun-temurun dan tetap dipertahankan hingga kini. Sebagian di antaranya bahkan menjadi agenda budaya yang identik dengan daerah asalnya serta rutin digelar berdekatan dengan peringatan kemerdekaan. Berikut lima ide lomba 17 Agustus unik dari berbagai daerah yang menarik untuk disimak selain panjat pinang.

1. Karapan sapi, Madura

ilustrasi sarapan sapi
ilustrasi sarapan sapi (commons.wikimedia.org/Ivuvisual)

Karapan sapi merupakan tradisi pacuan sapi yang sangat lekat dengan masyarakat Madura, Jawa Timur. Perlombaan ini menggunakan sepasang sapi yang menarik kereta kayu kecil tempat joki berdiri untuk mengendalikan laju sapi di lintasan pacu. Suasana perlombaan dikenal ramai karena melibatkan banyak pihak yang mendukung jalannya pertandingan.

Setiap tahun sejumlah wilayah di Madura menyelenggarakan karapan sapi pada bulan Agustus dan September. Lintasan pacu umumnya memiliki panjang sekitar 100 meter dengan waktu perlombaan yang berlangsung sangat singkat. Kecepatan sapi serta keterampilan joki menjadi daya tarik utama yang membuat tradisi ini terus menarik perhatian masyarakat.

2. Pacu jawi, Tanah Datar

ilustrasi pacu jawi
ilustrasi pacu jawi (pexels.com/kevin yung)

Pacu jawi merupakan tradisi perlombaan sapi yang berasal dari Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Berdasarkan informasi dari situs resmi pariwisata Kabupaten Tanah Datar, pacu berarti lomba kecepatan, sementara jawi merujuk pada sapi atau lembu. Tradisi ini berlangsung di sawah masyarakat setelah masa panen selesai.

Pacu Jawi digelar secara bergiliran di empat kecamatan dan dapat melibatkan ratusan ekor sapi. Keunikan lomba ini terletak pada penilaian yang tidak hanya melihat kecepatan, tetapi juga kemampuan sapi berlari lurus di lintasan berlumpur. Pemandangan sawah yang berubah menjadi arena pacuan menjadi ciri khas yang membedakannya dari perlombaan lain.

3. Pacu kude, Aceh Tengah

ilustrasi pacu kude
ilustrasi pacu kude (commons.wikimedia.org/Laodeiqbal)

Pacu kude merupakan tradisi pacuan kuda yang dikenal luas di dataran tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah. Perlombaan ini menjadi tradisi tahunan masyarakat untuk perayaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Arena pacuan biasanya dipenuhi penonton yang datang untuk menyaksikan jalannya perlombaan.

Salah satu keunikan Pacu Kude terletak pada usia para jokinya yang masih muda, yakni sekitar 10—16 tahun. Selain itu, para joki tidak menggunakan pelana saat menunggang kuda. Karakter tersebut menjadikan Pacu Kude sebagai salah satu perlombaan tradisional yang paling khas dalam perayaan kemerdekaan di Aceh.

4. Peresean, Lombok

ilustrasi peresean
ilustrasi peresean (commons.wikimedia.org/Ketut Mardita)

Peresean merupakan tradisi adu ketangkasan masyarakat Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini mempertemukan dua peserta yang saling berhadapan menggunakan tongkat rotan sebagai alat utama dalam pertandingan. Peresean telah lama dikenal sebagai bagian dari budaya masyarakat setempat.

Peresean kerap ditampilkan sebagai atraksi yang memperlihatkan keberanian dan keterampilan para peserta. Suasana pertandingan biasanya berlangsung meriah karena setiap peserta berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya di arena. Keunikan unsur budaya yang kuat membuat Peresean sering menjadi daya tarik tersendiri dalam berbagai perayaan daerah.

5. Dayung jukung, Banjarmasin

Lomba jukung di Sungai Martapura menjadi salah satu perlombaan yang identik dengan suasana peringatan kemerdekaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Perlombaan ini memanfaatkan sungai yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat. Deretan perahu yang bergerak di aliran sungai memberikan pemandangan yang khas.

Tradisi perlombaan dayung menghadirkan perpaduan antara olahraga dan budaya sungai yang telah lama berkembang di kawasan tersebut. Kekompakan para pendayung menjadi faktor penting dalam menentukan hasil perlombaan. Keunikan lokasi lomba yang berlangsung di perairan menjadikannya berbeda dari banyak perlombaan kemerdekaan lainnya.

Beragam perlombaan khas daerah tersebut menunjukkan bahwa perayaan 17 Agustus di Indonesia memiliki wajah yang sangat beragam. Beberapa perlombaan tersebut menghadirkan karakter budaya yang berbeda di setiap wilayah. Tradisi inilah yang membuat semangat kemerdekaan terasa semakin hidup sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Nusantara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More