Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Bikin Merasa Sangat Lelah, Bukan Pekerjaannya
ilustrasi lelah bekerja (pexels.com/Thirdman)
  • Artikel menjelaskan bahwa rasa lelah berlebihan saat bekerja tidak selalu disebabkan oleh tugas, melainkan faktor eksternal seperti perjalanan panjang dan lingkungan kerja yang tidak mendukung.
  • Tuntutan keluarga, gaji yang dirasa kurang, serta tekanan finansial turut memperparah kelelahan emosional dan fisik meski beban kerja sebenarnya tidak berubah.
  • Kurangnya jenjang karier dan apresiasi di tempat kerja membuat semangat menurun, sehingga pekerjaan terasa semakin melelahkan dari waktu ke waktu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Dibandingkan dengan aktivitas santai seperti jalan-jalan atau sekadar rebahan, sudah pasti bekerja lebih melelahkan. Baik pekerjaannya lebih banyak menggunakan tenaga fisik atau pikiran, sama-sama bikin capek. Akan tetapi, kalau kamu merasa lelah yang berkepanjangan ketika bekerja, boleh jadi penyebabnya bukan tugas-tugasnya.

Ada hal-hal lain baik di dalam maupun di luar kantor yang membuat energimu terkuras. Jangan sampai kamu keliru mengidentifikasi sumber masalahnya. Keliru dalam mengidentifikasi dapat membuatmu salah mengambil keputusan.

Seperti dirimu membenci pekerjaan dan ingin berhenti saja. Coba telusuri beberapa hal yang bikin merasa sangat lelah di bawah ini, kemudian atasi dengan solusi yang sebisa mungkin tanpa perlu melepaskan pekerjaan. Bekerja memang melelahkan, tapi seharusnya gak secapek itu. Istirahat malam serta saat libur pun semestinya telah cukup.

1. Perjalanan pergi dan pulang kerja

ilustrasi lelah bekerja (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Berapa jarak yang harus kamu tempuh setiap harinya untuk menuju tempat kerja maupun pulang? Tambah banyak kilometernya tentu tambah capek juga buatmu. Apalagi jika dirimu harus berganti-ganti kendaraan umum.

Atau, menyetir sendiri tetapi jalannya selalu macet. Kamu berangkat saat langit masih gelap. Dirimu tiba di rumah juga telah malam. Siklus yang sama terjadi hampir seminggu penuh selama bertahun-tahun.

Lumrah apabila badanmu terasa remuk. Bahkan belakangan hari libur pun tidak mengembalikan energimu yang terkuras selama hari kerja. Dari segi psikis pun rasanya penat betul. Kamu capek di jalan dan bosan setengah mati menempuh perjalanan yang seakan-akan tak pernah berujung.

2. Lingkungan kerja tidak menyenangkan

ilustrasi lelah bekerja (pexels.com/cottonbro studio)

Lingkungan kerja yang tidak menyenangkan tak berarti pekerjaannya gak sesuai dengan keinginanmu. Dari segi tugas-tugas kamu, tak ada masalah. Dirimu mampu menanganinya dengan baik. Kamu juga suka bidangnya.

Namun, lingkungan kerja yang tak mendukung bikin dirimu gak bisa enjoy. Barangkali sikap atasan dan teman kurang baik. Gak ada respek satu sama lain. Malah ada saja hal-hal yang bikin suasana kantor tidak menyenangkan.

Bisa karena persaingan yang tak sehat, bikin geng sendiri-sendiri, sikap menekan setiap karyawan yang posisinya lebih rendah, dan sebagainya. Bila faktor lingkungan kerja yang menjadi masalah memang sukar diubah. Kecuali, orang-orang lama tak lagi bekerja di sana.

3. Tuntutan keluarga terkait pekerjaanmu

ilustrasi lelah bekerja (pexels.com/MART PRODUCTION)

Alih-alih pusing oleh tuntutan pekerjaan dan atasan, kamu sebenarnya justru lebih stres oleh tuntutan keluarga. Misalnya, orangtua berharap sekali dirimu dapat membantu adik-adik secara materi. Masa kamu telah bekerja sekian lama dan di kantor yang cukup keren gak bisa melakukannya?

Padahal, apa yang terlihat tidak selalu sama dengan realitasnya. Nama perusahaan tempatmu bernaung memang terkenal. Akan tetapi, tingkat kesejahteraan karyawannya gak setinggi bayangan orang.

Dirimu juga punya kebutuhan serta impian sendiri yang perlu dibiayai. Tuntutan keluarga yang tidak memahami situasimu cuma bikin pusing. Saat kamu bekerja pun, keluarga kerap menghubungi hanya untuk kembali menyatakan keinginan-keinginannya.

4. Gaji kurang

ilustrasi lelah bekerja (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat gajimu kurang, ternyata bukan hanya pusing yang dirasakan. Kamu juga dapat merasa lebih lelah dari yang sewajarnya. Walaupun secara tugas-tugas harian tidak ada perubahan. Dirimu juga tak melakukan aktivitas lain yang berat.

Rasa capek muncul karena kamu merasa kerja kerasmu kurang dihargai. Dirimu sudah bekerja keras, tapi hasilnya di bawah keinginan. Bahkan mungkin pendapatanmu terbilang rendah dibandingkan dengan karyawan di kantor lain dengan posisi serta masa kerja yang sama.

Sering kali masalah ini diatasi dengan mencari pekerjaan sampingan. Benar, pemasukanmu menjadi lebih besar setelah dirimu bekerja sampingan. Namun, rasa lelah menguasaimu nyaris sepanjang waktu. Sepulang kerja atau ketika hari libur yang semestinya dapat digunakan buat istirahat justru dipakai untuk kembali bekerja.

5. Tidak ada jenjang karier

ilustrasi lelah bekerja (pexels.com/Arina Krasnikova)

Kelelahan yang dirasakan juga dapat disebabkan oleh rasa putus asa. Tadinya kamu berharap bekerja di suatu tempat sekian lama akan membuatmu naik posisi. Pelan-pelan gak apa-apa asalkan jenjang kariernya nyata.

Akan tetapi, di kantormu tidak seperti itu. Kamu sampai lelah berharap dan berproses. Rasanya kariermu mentok di situ-situ saja. Masa kerja yang lama tidak membawamu ke mana pun.

Demikian pula, sejumlah prestasi yang belum tentu dapat dicapai karyawan lain ternyata tak mengantarkanmu ke posisi yang lebih tinggi. Kamu otomatis merasa loyo. Semangat kerja memudar. Baru hari Senin saja, tenagamu seperti tinggal sisa-sisa.

Secara umum, dirimu memang hanya merasa lelah ketika bekerja. Meski begitu, kamu harus memastikan beberapa hal yang bikin merasa sangat lelah supaya capek itu gak makin parah. Banyak pekerjaan yang sebetulnya menyenangkan menjadi terasa lebih dari sumber kelelahan ekstrem akibat lima hal di atas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article