Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kita Jadi Lebih Peduli Penampilan saat Punya Crush?

Kenapa Kita Jadi Lebih Peduli Penampilan saat Punya Crush?
ilustrasi gebetan (pexels.com/Jonathan Borba)
Intinya Sih
  • Saat punya crush, otak melepaskan hormon oxytocin dan dopamine yang memicu euforia serta dorongan untuk tampil lebih menarik di mata orang yang disukai.
  • Rasa tidak pasti terhadap perasaan crush membuat otak dalam mode siaga, sehingga kita jadi lebih sadar dan memperhatikan penampilan maupun perilaku diri sendiri.
  • Dari sisi psikologi evolusi, otak otomatis menilai kecocokan dengan crush dan mendorong kita memperbaiki penampilan agar peluang menarik perhatian semakin besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak tiba-tiba jadi lebih rajin pakai skincare atau mikirin outfit matching, padahal biasanya cuek aja soal penampilan? Kalau iya, kemungkinan besar kamu lagi punya crush. Fenomena ini emang relate banget buat banyak orang dan ternyata ada penjelasan psikologisnya juga, lho!

Bukan cuma soal pengin keliatan menarik di mata doi, tapi perubahan perilaku ini juga berkaitan sama gimana otak dan emosi kita bekerja saat lagi tertarik sama seseorang. Penasaran kenapa hal ini bisa terjadi? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Otak melepaskan hormon bahagia saat kita naksir seseorang

ilustrasi gebetan (pexels.com/Budgeron Bach)
ilustrasi gebetan (pexels.com/Budgeron Bach)

Menurut Josey Murray, seorang wellness and well-being editor, dilansir Wondermind, saat kita tertarik atau punya crush ke seseorang, sistem reward di otak jadi lebih aktif. Otak kita juga melibatkan area seperti caudate nucleus dan ventral tegmental area. Aktivitas ini memicu pelepasan hormon oxytocin dan dopamine yang bikin kita merasakan euforia dan lebih bersemangat, termasuk soal penampilan.

Selain itu, riset yang dipublikasikan di Psychological Bulletin, dikutip dari BreakTheCycle.org, menyebutkan kalau penampilan fisik memang punya peran besar dalam ketertarikan awal. Prosesnya terjadi secara otomatis di otak kita, sesuatu yang terhubung dengan insting evolusi buat mencari pasangan yang dianggap 'sehat' secara genetik.

2. Kenapa kita jadi lebih perhatian dengan diri sendiri?

ilustrasi gebetan (pexels.com/Jonathan Borba)
ilustrasi gebetan (pexels.com/Jonathan Borba)

Saat punya crush, otak kita terus-menerus mengaktifkan rasa siaga. Perasaannya semacam rasa deg-degan sebelum wawancara kerja atau presentasi di depan banyak orang. Dilansir Neurolaunch, sebuah foundation mental health awareness and improvement, ini terjadi karena sistem saraf kita memperlakukan interaksi dengan crush sebagai momen berisiko tinggi. Penyebab utamanya adalah ketidakpastian. Kita belum tahu pasti gimana perasaan dia ke kita, jadi otak terus-menerus dalam mode waspada sampai akhirnya ada kejelasan, entah itu sinyal positif atau negatif.

Nah, karena rasa gak pasti ini, kita jadi lebih sadar sama diri sendiri. Mulai dari cara ketawa, gerak-gerik, sampai penampilan yang tiba-tiba jadi hal penting buat diperhatikan. Ironisnya, self-monitoring yang berlebihan ini justru bisa menyita fokus dan bikin efeknya kebalik dari yang diharapkan. Bukannya makin pede dan terlihat menarik, kita malah jadi canggung karena terlalu sibuk mikirin gimana kesan yang kita tampilkan di depan crush.

3. Otak kita jadi otomatis menilai apakah kita cocok dengan crush

ilustrasi gebetan (pexels.com/Boris Ivas)
ilustrasi gebetan (pexels.com/Boris Ivas)

Dari sisi psikologi evolusi, crush bisa dilihat sebagai mekanisme alami yang mendorong manusia buat mencari pasangan yang cocok. Menurut The Minded, secara gak sadar, otak kita menilai penampilan fisik, kepribadian, hingga status sosial seseorang buat mencari indikator kecocokan dan potensi keberhasilan hubungan ke depannya. Proses evaluasi ini terjadi otomatis, bahkan sering kali kita gak sadar sedang melakukannya.

Nah, proses menilai 'cocok gak cocok' ini ternyata berlaku dua arah, gak cuma ke orang yang kita suka, tapi juga ke diri sendiri. Secara naluriah, kita jadi lebih peduli sama penampilan karena pengin tampil semenarik mungkin agar peluang buat dilirik balik sama crush jadi lebih besar. Inilah kenapa banyak orang tiba-tiba jadi lebih rajin dandan atau mikirin outfit begitu ada seseorang yang bikin mereka deg-degan.

Itu dia beberapa alasan kenapa kita cenderung lebih peduli penampilan saat punya crush. Relate gak nih denganmu?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More