ilustrasi ekspektasi (pexels.com/Danik Prihodko)
Nasihat dari orangtua, pasangan, teman, atau lingkungan sekitar tentu penting untuk dipertimbangkan. Meski begitu, keputusan hidup yang sepenuhnya dibentuk oleh ekspektasi orang lain kadang meninggalkan beban yang tidak kecil. Seseorang bisa terlihat berhasil di mata banyak orang, tetapi tidak benar-benar menikmati jalan yang sedang dijalani.
Keadaan ini sering muncul secara perlahan sehingga sulit dikenali sejak awal. Pilihan yang diambil terasa masuk akal, aman, dan mendapat banyak persetujuan. Namun, setelah bertahun-tahun, muncul pertanyaan sederhana tentang apakah semua keputusan tersebut memang berasal dari keinginan pribadi. Pertanyaan itu mungkin terdengar sepele, tetapi bagi sebagian orang jawabannya jauh lebih menakutkan daripada keputusan resign tanpa backup plan.
Resign tanpa backup plan memang bukan keputusan yang bisa dianggap gampang. Namun, ketakutan terbesar dalam hidup tidak selalu datang dari meninggalkan pekerjaan. Jika harus memilih, mana yang lebih sulit dijalani menghadapi ketidakpastian baru atau terus bertahan dalam keadaan yang sebenarnya sudah tidak lagi sesuai dengan diri sendiri?