Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Resign dari Pekerjaan Pertama Sering Bikin Menyesal

5 Penyebab Resign dari Pekerjaan Pertama Sering Bikin Menyesal
ilustrasi tidak bahagia (pexels.com/Mustafa Sabri Soymaç)
Share Article

Pengalaman pertama kali bekerja mirip dengan ketika dirimu baru mulai sekolah atau kuliah. Pasti ada rasa tidak nyaman yang cukup kuat. Semuanya baru buatmu sampai kadang terasa membingungkan.

Orang paling sering cepat resign dari pekerjaan pertamanya. Seperti kamu baru bekerja beberapa bulan sudah mengundurkan diri. Atau, paling lama sekitar setahun. Akan tetapi, tergesa-gesa keluar dari pekerjaan pertama juga kerap menimbulkan penyesalan.

Rasa sesal tidak muncul seketika. Perasaan ini bisa baru bikin kamu gak nyaman setelah 6 bulan atau beberapa tahun kemudian. Baik dalam keadaan kamu belum atau sudah punya pekerjaan baru. Kenapa bisa begitu?

1. Pengaruh emosi sesaat sangat kuat saat resign

tidak bahagia
ilustrasi tidak bahagia (pexels.com/Anna Tarazevich)

Orang yang baru kali ini bekerja secara usia umumnya masih muda. Mungkin awal dua puluhan tahun atau setelah lulus kuliah. Kamu juga belum pernah menghadapi berbagai persoalan di dunia kerja.

Dalam bayanganmu bekerja hanya tentang mengerjakan tugas-tugasmu lalu kamu mendapat gaji bulanan. Faktanya, dunia kerja diwarnai berbagai persoalan. Kamu yang masih pemula dalam hal ini merespons segalanya dengan emosi yang meledak-ledak.

Dirimu belum mampu kesal sebentar lalu sudah. Itu yang mendorongmu sampai resign segala. Sekarang setelah cukup lama dirimu berhenti bekerja di sana, masalahnya kalau dipikir-pikir tidak perlu disikapi sampai seperti itu. Baik atasan maupun teman juga cenderung cepat santai lagi selepas sempat berkonflik denganmu. Waktu itu kamu terlalu gampang baper.

2. Cari pekerjaan baru gak semudah bayangan walau sudah ada pengalaman

tidak bahagia
ilustrasi tidak bahagia (pexels.com/Darina Belonogova)

Kurang perhitungan saat akan resign juga bikin penyesalan datang belakangan. Paling aman kamu mengundurkan diri setelah mendapatkan pekerjaan baru. Hanya saja sering kali ini tak mudah.

Takutnya kamu sudah diterima di kantor baru, tapi pengunduran dirimu tidak dikabulkan. Nanti malah kamu gak bisa mengikuti pelatihan di kantor baru dan memperburuk rekam jejakmu sebagai pelamar kerja. Akhirnya kamu mengundurkan diri dulu baru mencari pekerjaan pengganti.

Sayangnya, mencari pekerjaan baru ternyata tidak mudah. Kalaupun dirimu sempat mengikuti proyek cuma untuk beberapa bulan, setelahnya gak ada job lagi. Kamu sudah punya pengalaman kerja, tetapi tak cukup buat memastikan jalanmu pasca resign menjadi lebih mudah.

3. Dapat pekerjaan baru, tapi gaji sama saja atau lebih kecil

tidak bahagia
ilustrasi tidak bahagia (pexels.com/Patricia Bozan)

Bisa juga masalahmu pasca resign bukan tentang sulitnya mencari pekerjaan. Dirimu termasuk beruntung dalam hal ini. Pekerjaan pengganti segera diperoleh. Hanya saja, dari segi pendapatan ternyata kecil.

Bahkan gajinya lebih sedikit daripada pekerjaan lama. Kalau kamu berubah haluan dari karyawan tetap menjadi freelancer dan bekerja dari proyek ke proyek, rata-rata penghasilan per bulan lebih rendah dari semasa kerja kantoran. Walaupun satu proyek seakan-akan kasih pemasukan besar, dalam setahun kamu jarang dapat banyak proyek.

Atau, pendapatan dari pekerjaan lain gak beda dari pekerjaan sebelumnya. Kalaupun ada selisih sedikit tak sampai 300 ribu rupiah. Untukmu yang resign karena alasan penghasilannya rendah pasti kecewa dengan kenyataan ini.

4. Gaji oke, tapi tekanan pekerjaan dan lingkungan luar biasa

tidak bahagia
ilustrasi tidak bahagia (pexels.com/SHVETS production)

Keluar dari pekerjaan tidak selalu mendatangkan nasib apes. Dirimu juga dapat cukup beruntung tak hanya dari cepatnya mempunyai pekerjaan baru. Namun, juga penghasilannya yang jauh lebih baik.

Di kantor lama, pendapatan setara upah minimum di daerahmu. Sementara pekerjaan baru bisa kasih gaji dua kali lipat bahkan lebih dari itu. Pastinya kamu senang karenanya. Akan tetapi, tekanan pekerjaannya luar biasa.

Dirimu dituntut untuk mau sering lembur, bisa dihubungi kapan saja, salah sedikit dimarahi, dan sebagainya. Lingkungan kerja juga kurang kondusif. Sikap antarteman terasa sinis, budaya kompetisi yang tidak sehat, serta masih banyak lagi yang membuatmu gak nyaman. Rasa sesal karena telah meninggalkan pekerjaan lama pun muncul.

5. Melihat teman-teman lama naik posisi, sedangkan kamu mulai dari nol

pasca resign
ilustrasi stres pasca resign (pexels.com/Mikhail Nilov)

Saat kamu mengundurkan diri mungkin merasa di kantor itu gak ada harapan jenjang karier. Dirimu merasa bekerja beberapa bulan atau 1 sampai 2 tahun masih begitu-begitu saja. Posisi, gaji, dan tugas tidak berubah sedikit pun.

Kamu yang masih muda dan suka tantangan tak mau membuang-buang waktu demi pekerjaan yang stagnan. Takutnya sampai dirimu tua masih sama saja. Akan tetapi, beberapa waktu setelah kamu mengundurkan diri ternyata teman-teman lamamu di sana mulai bersinar.

Mereka yang bertahan kini sudah menduduki posisi yang lebih tinggi. Ada kawan yang naik satu level. Ada pula teman yang melompat ke jabatan penting. Sementara kamu yang banting setir ke pekerjaan lain masih harus bersabar sebagai karyawan baru. Dirimu baru sadar bahwa segala sesuatunya butuh proses.

Penyesalan setelah meninggalkan pekerjaan pertama adalah tanda pengalamanmu masih sedikit. Keputusan yang dulu seperti benar bisa terasa salah di kemudian hari. Dirimu juga belum siap secara mental buat menapaki jalan hidup selanjutnya yang kurang sesuai dengan harapan. Jadikan ini pelajaran berharga setiap pikiran resign kembali muncul.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

7 Aturan Mengombinasikan Tekstil dalam Ruangan, Jangan Asal Campur!

10 Jun 2026, 11:47 WIBLife