Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ingin Berkarier sebagai Copywriter? Kuasai 7 Jobdesk Ini!

ilustrasi copywriting
ilustrasi copywriting (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Menyusun teks promosi untuk iklan.
  • Membuat konten digital untuk website dan media sosial.
  • Mengembangkan slogan, tagline, dan brand voice.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sudah tahu belum? Ternyata content writer dan copywriter memiliki jobdesk yang berbeda, lho. Content writer sendiri adalah penulis yang fokus membuat konten informatif dan edukatif. Sementara itu, copywriter lebih berfokus menulis teks persuasif untuk mendorong audiens melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk atau memanfaatkan sebuah layanan.

Saat ini, banyak perusahaan yang membutuhkan seorang copywriter untuk mendukung tujuan bisnis. Nah, bagi kamu yang ingin berkarier sebagai copywriter, penting untuk memahami jobdesk yang perlu dikuasai. Apa saja sih jobdesk-nya? Yuk, simak selengkapnya!

1. Menyusun teks promosi untuk iklan (advertising copy)

ilustrasi skill copywriting
ilustrasi skill copywriting (freepik.com/rawpixel.com)

Tugas pertama seorang copywriter adalah membuat teks promosi yang menarik dan persuasif untuk berbagai media iklan. Seorang copywriter harus mampu menyusun headline dan pesan yang kuat agar efektif menarik perhatian target audiens. Teks ini bisa berupa iklan cetak, digital ads, atau skrip untuk media audio dan video.

Selain itu, copywriter juga sering diminta untuk menyesuaikan gaya bahasa dengan karakter brand yang ditangani agar pesan yang disampaikan tetap konsisten dan efektif. Kreativitas sangat diperlukan ketika menulis copy agar lebih kompetitif di dunia pemasaran. Teks promosi yang baik akan membantu meningkatkan engagement dan potensi konversi.

2. Membuat konten digital untuk website dan media sosial

ilustrasi copywriting di media sosial
ilustrasi copywriting di media sosial (pexels.com/Ron Lach)

Jobdesk selanjutnya adalah membuat konten yang dipublikasikan di platform digital seperti website, blog, landing page, dan media sosial. Teks ini tidak hanya sekadar informatif tetapi juga dirancang secara strategis untuk menarik pengunjung dan memengaruhi keputusan mereka. Di era digital, copywriter sering menerapkan strategi SEO dalam kontennya agar tulisan mudah ditemukan di mesin pencari.

Dengan memasukkan kata kunci yang relevan, konten yang diciptakan dapat memperluas jangkauan pembaca dan mendukung tujuan pemasaran. Konten digital yang tepat juga akan menciptakan citra positif terhadap brand di mata konsumen.

3. Mengembangkan slogan, tagline, dan brand voice

ilustrasi bekerja
ilustrasi bekerja (freepik.com/freepik)

Bagian penting dari jobdesk copywriting adalah mengembangkan slogan, tagline, dan brand voice. Slogan serta tagline berfungsi sebagai “identitas singkat” yang mudah diingat dan sekaligus mencerminkan nilai utama dari produk atau layanan. Copywriter bertugas menemukan kata-kata yang tidak hanya menarik, tetapi juga lebih “kena” dengan audiens target.

Selain itu, tugas ini juga menjaga konsistensi gaya penulisan yang mencerminkan karakter perusahaan di berbagai materi promosi. Brand voice yang konsisten membantu memperkuat hubungan emosional antara merek dan pelanggan. Tanpa brand voice yang tepat, pesan marketing bisa terdengar datar dan kurang berkesan.

4. Melakukan riset produk, audiens, dan kompetitor

ilustrasi riset produk
ilustrasi riset produk (freepik.com/tonodiaz)

Sebelum mulai menulis, seorang copywriter harus melakukan riset mendalam tentang produk, target audiens, dan kompetitor. Riset ini sangat penting untuk memahami keunikan produk serta kebutuhan konsumen yang menjadi target pasar. Seorang copywriter juga perlu tahu bagaimana kompetitor menyampaikan pesan mereka agar bisa menciptakan konten yang lebih efektif dan berbeda.

Data yang dikumpulkan selama proses riset akan membantu menentukan gaya penulisan, pilihan kata, serta strategi yang paling tepat untuk memengaruhi audiens. Jobdesk ini merupakan fondasi utama agar konten yang dibuat tidak sekadar menarik, tetapi juga relevan dan tepat sasaran.

5. Membuat dan mengoptimasi Call-to-Action (CTA)

ilustrasi optimasi copywriting
ilustrasi optimasi copywriting (freepik.com/rawpixel.com)

Dalam setiap materi promosi, copywriter biasanya bertugas menciptakan call-to-action (CTA) — ajakan kepada audiens untuk mengambil tindakan tertentu, seperti “beli sekarang”, “daftar gratis”, atau “pelajari lebih lanjut”. CTA yang efektif memengaruhi keputusan audiens dan mendorong mereka untuk melakukan interaksi yang diinginkan oleh perusahaan.

Menulis CTA membutuhkan keseimbangan antara bahasa yang persuasif dan relevan dengan konteks konten. Kesuksesan kampanye pemasaran sering kali ditentukan seberapa kuat CTA tersebut bekerja dalam memengaruhi pembaca. Ini termasuk penempatan, pilihan kata, dan kesesuaian dengan tujuan konten.

6. Kolaborasi dengan tim kreatif dan profesional lainnya

ilustrasi berkolaborasi
ilustrasi berkolaborasi (pexels.com/fauxels)

Jobdesk copywriting juga mencakup bekerja sama dengan tim lain seperti tim desain grafis, digital marketing, dan social media specialist. Kolaborasi ini penting karena teks yang dibuat oleh copywriter biasanya dipadukan dengan visual, strategi kampanye, atau materi lain dalam suatu proyek pemasaran.

Diskusi dan koordinasi yang baik akan membantu memastikan pesan yang disampaikan tetap konsisten dan selaras dengan elemen lain dalam kampanye. Copywriter juga harus mampu menerima feedback dan melakukan revisi sesuai kebutuhan tim. Kemampuan untuk bekerja dalam tim menjadi bagian dari profesionalisme seorang copywriter.

7. Editing, proofreading, dan evaluasi konten

ilustrasi bekerja sebagai side hustle
ilustrasi bekerja sebagai side hustle (freepik.com/freepik)

Bagian akhir dari jobdesk copywriting adalah melakukan editing dan proofreading pada konten yang telah ditulis. Copywriter bertanggung jawab memastikan bahwa tulisan bebas dari kesalahan tata bahasa, ejaan, dan ketidaksesuaian dengan gaya merek. Evaluasi konten juga mencakup mengukur performa tulisan berdasarkan metrik tertentu seperti engagement, rate konversi, atau peringkat SEO.

Dari evaluasi ini, copywriter dapat menyusun strategi perbaikan agar konten berikutnya lebih efektif. Proses revisi dan evaluasi menjadi langkah penting sebelum pembuatan konten baru agar hasilnya lebih optimal.

Jobdesk copywriting mencakup berbagai tugas yang saling berkaitan, mulai dari menulis teks persuasif hingga berkolaborasi dengan tim pemasaran dan mengevaluasi performa konten. Profesi ini bukan hanya soal menulis, tetapi juga memahami audiens dan tujuan bisnis secara menyeluruh. Siap switch job sebagai copywriter?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

8 Inspirasi Makeup ala Member No Na, Eye Catchy!

06 Feb 2026, 18:03 WIBLife