Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Jangan Bilang 'Cuma' tentang Pekerjaan Orang Lain
ilustrasi kreator konten (pexels.com/Toàn Đỗ Công)
  • Penggunaan kata 'cuma' saat menyebut pekerjaan orang lain bisa menimbulkan kesan meremehkan dan melukai harga diri seseorang.
  • Setiap pekerjaan memiliki tantangan dan nilai tersendiri, bahkan yang dianggap remeh bisa menjadi sumber penghidupan yang layak.
  • Ucapan merendahkan dapat memengaruhi pandangan orang lain serta berbalik membuat pekerjaan kita sendiri dinilai tidak lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Hati-hati jika berbicara. Setiap pilihan kata dapat memberikan makna serta kesan yang berbeda. Pun lain dengan tulisan yang masih bisa diedit bahkan dihapus, ucapan yang terlontar gak mungkin ditarik kembali.

Bahkan ketika dirimu berusaha menjelaskan maksud yang sesungguhnya, orang lain belum tentu percaya. Perkataanmu yang pertama dianggap sebagai kejujuran. Itulah isi pikiranmu yang asli tentang sesuatu. Tidak terkecuali saat kamu menambahkan kata 'cuma' di depan pekerjaan orang lain.

Misalnya, cuma pekerja lepas, cuma buruh pabrik, cuma sales, dan sebagainya. Dirimu sesungguhnya sama sekali tidak boleh berkata seperti itu terkait pekerjaan orang lain. Di bawah ini adalah alasan yang wajib dipahami mengapa kamu jangan bilang 'cuma' tentang pekerjaan orang lain.

1. Kesannya sangat meremehkan

ilustrasi buruh pabrik (pexels.com/HONG SON)

Berbicara bukan hanya asal melontarkan kata, melainkan juga membentuk kesan. Isi hatimu memang hanya diketahui olehmu. Namun, pilihan kata yang tidak cermat dan bijak dengan cepat akan membuat orang menangkap kesan negatif.

Seperti ketika dirimu mengatakan 'cuma' terkait pekerjaan orang lain. Sulit buat siapa pun yang mendengarnya untuk tidak merasa kamu tengah merendahkan pekerjaan seseorang. Apalagi bagi orang yang pekerjaannya disebut begitu, pasti rasanya lebih mengejutkan.

Kata cuma menunjukkan kondisi yang cenderung kurang dari seharusnya. Misalnya, ketika dirimu bertamu dan tuan rumah meminta maaf karena cuma bisa menyuguhkan sebotol air mineral. Itu artinya, menurut tuan rumah, sepantasnya ada kudapan atau minumannya minimal teh.

2. Kamu juga belum tentu mampu melakoni pekerjaannya

ilustrasi perajin anyaman bambu (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Saat dirimu meremehkan pekerjaan orang dengan menyebutnya 'cuma', apakah kamu bisa melakukan pekerjaan tersebut? Gak usah mengelak dengan bermacam-macam alasan. Cukup dirimu menjawab mampu atau tidak.

Selama kamu tak tahu pasti, belum pernah mencobanya, apalagi jelas gak bisa melakukannya, berhati-hatilah ketika berbicara. Contohnya, dirimu menyebut pekerjaan seseorang cuma penulis konten. Berintrospeksilah.

Memangnya kamu pernah sekali saja menulis konten dan berhasil terbit di media besar yang seleksinya ketat? Jangan-jangan dirimu bikin caption di media sosial saja bikin pusing orang yang membacanya. Maksudmu tak tersampaikan dengan baik. Apalagi jika kamu harus menulis sekian artikel per hari. Gak ada pekerjaan segampang sikapmu yang meremehkan.

3. Walaupun menurutmu remeh, pekerjaan itu menghidupinya

ilustrasi pengepul besi tua (pexels.com/Thắng-Nhật Trần)

Pekerjaan orang tidak bisa dianggap sembarangan karena dari situ ia dapat mencukupi kebutuhan-kebutuhannya. Bahkan pekerjaan yang dibilang 'cuma' olehmu boleh jadi membuatnya cukup kaya. Hanya saja barangkali bentuk kekayaannya tidak mudah terlihat secara langsung.

Dia sudah bisa membeli rumah sederhana. Sementara kamu belum, meski penampilanmu lebih mewah dan pekerjaanmu hebat. Orang itu juga gak pernah berutang buat apa pun.

Semua itu bukti bahwa pekerjaannya tidak serendah bayanganmu. Usahamu membuat pekerjaannya terlihat gak berarti sesungguhnya gagal total. Pekerjaan itu memastikan hidupnya terus berjalan dengan baik-baik saja. Semestinya dirimu malu berat jika merendahkan pekerjaan orang yang bahkan tak pernah merepotkanmu soal duit.

4. Pendengar bisa terpengaruh dan ikut menyepelekan

ilustrasi bekerja (pexels.com/Bùi Hoàng Long)

Kamu bilang 'cuma' tentang pekerjaan orang lain di hadapannya saja sudah gak baik, apalagi di depan banyak orang. Selain kesan merendahkan, dirimu juga seperti sedang mencitrakan pekerjaan seseorang supaya tampak benar-benar remeh.

Orang-orang di sekitarmu tadinya gak punya pandangan negatif terkait pekerjaan seseorang. Mereka netral dan respek-respek saja. Atau, mereka bahkan kurang paham dengan tugas serta cara kerjanya sehingga tidak memikirkannya lebih jauh.

Namun, begitu kamu menyebutnya 'cuma', orang dapat terpengaruh. Apalagi jika dirimu dianggap berpengetahuan luas atau termasuk orang terdekatnya. Semua hal yang terucap dari bibirmu diyakini sebagai kebenaran. Betapa kasihan seseorang yang pekerjaannya direndahkan olehmu. Dia juga akan diremehkan oleh orang-orang yang termakan perkataanmu.

5. Orang lain boleh jadi menilai pekerjaanmu tak lebih baik

ilustrasi bekerja (pexels.com/saravut vanset)

Ada orang yang ikut meremehkan pekerjaan seseorang lantaran ucapanmu gak hati-hati. Akan tetapi, pasti ada juga orang yang lebih kritis dan secara bergantian menilai pekerjaanmu. Dirimu mungkin merasa pekerjaanmu sudah hebat.

Pekerjaan seseorang gak ada apa-apanya. Misal, kamu karyawan tetap dengan penghasilan, bonus, serta fasilitas yang jelas. Dirimu memandang kurang hormat pada orang lain yang pekerjaannya di matamu cuma serabutan atau pekerja lepas.

Akan tetapi, orang lain bisa berpendapat sangat berbeda. Mereka melihat orang yang bekerja serabutan atau lepas itu malah lebih mandiri. Ia tidak terlalu bergantung pada pemberi kerja. Saat dia tak mau melakukan suatu pekerjaan, tinggal menolak. Sementara dirimu bertekuk lutut di depan atasan karena takut dipecat atau potong bonus dan gaji.

Ketika kamu membicarakan pekerjaan orang lain, lakukan dengan penuh hormat. Bisa juga dirimu lebih baik diam. Biarkan orangnya langsung yang menceritakan pekerjaannya. Kamu tak perlu menjadi juru bicaranya saat ada orang yang menanyakan hal tersebut. Selain itu, jangan bilang 'cuma' tentang pekerjaan orang lain. Satu kata 'cuma' dapat menghancurkan harga diri seseorang yang telah bekerja dengan sangat keras.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article