ilustrasi maintenance technician (pexels.com/cang hai)
Menjadi seorang teknisi pemeliharaan berarti kamu harus siap menghadapi dinamika pekerjaan yang cukup tinggi setiap harinya. Kamu gak cuma duduk diam menunggu kerusakan terjadi, tetapi justru harus aktif mencegah agar kerusakan tersebut gak muncul. Berikut adalah rincian utama mengenai tugas yang akan kamu emban:
1. Melakukan preventive maintenance (pemeliharaan berkala)
Tugas utama yang paling mendasar adalah menjadwalkan dan mengeksekusi pemeriksaan rutin pada semua mesin dan peralatan. Kamu harus memeriksa kondisi oli, kekencangan baut, suhu mesin, hingga arus listrik secara berkala sesuai jadwal yang telah ditentukan perusahaan. Tugas ini bertujuan untuk mendeteksi potensi masalah sekecil apa pun sebelum berkembang menjadi kerusakan fatal yang bisa menghentikan produksi.
2. Perbaikan kerusakan (corrective maintenance)
Ketika terjadi kerusakan mendadak pada mesin, kamu adalah orang pertama yang akan dipanggil untuk memperbaikinya sesegera mungkin. Kamu harus mampu menganalisis sumber masalah, apakah itu berasal dari komponen mekanis yang aus atau kegagalan pada sistem kelistrikan. Kecepatan dan ketepatan dalam perbaikan ini sangat krusial agar waktu henti produksi bisa diminimalisir sekecil mungkin, lho.
3. Instalasi dan kalibrasi peralatan baru
Selain memperbaiki, kamu juga bertanggung jawab saat perusahaan mendatangkan mesin atau teknologi baru yang perlu dipasang. Kamu harus memastikan instalasi kabel listrik, panel kontrol, dan komponen mekanis terpasang sesuai dengan buku manual pabrikan. Setelah terpasang, kamu wajib melakukan kalibrasi atau penyetelan ulang agar mesin bekerja dengan presisi tinggi dan menghasilkan produk yang sesuai standar kualitas.
4. Membuat laporan dokumentasi teknis
Setiap pekerjaan yang kamu lakukan, baik itu pengecekan rutin maupun perbaikan besar, wajib dicatat dengan rapi dalam logbook atau sistem digital perusahaan. Dokumentasi ini berfungsi sebagai riwayat kesehatan mesin yang sangat berguna untuk analisis jangka panjang dan perencanaan anggaran suku cadang. Laporan ini juga menjadi bukti pertanggungjawaban kinerjamu kepada atasan terkait apa saja yang telah dikerjakan selama jam kerja.