Minat terhadap kelas online belum menunjukkan tanda mereda, justru makin banyak pemain baru yang mencoba peruntungan di ranah ini karena hambatan masuknya relatif rendah dan pasarnya luas. Perubahan cara orang belajar ikut mendorong model bisnis ini tetap hidup, terutama sejak kebutuhan upskilling dan reskilling makin terasa di berbagai sektor.
Namun, kondisi 2026 tidak lagi sama seperti beberapa tahun lalu saat tren ini baru naik, sehingga perhitungan bisnisnya ikut berubah. Kelas online bukan lagi sekadar menjual materi, tetapi soal bagaimana mengemas pengalaman belajar yang layak dibayar. Lalu, apakah jualan kelas online di tahun 2026 masih worth it? Supaya tidak sekadar ikut tren, ada beberapa hal penting yang perlu dipahami lebih dalam sebelum benar-benar masuk atau bertahan di bisnis ini. Berikut penjelasannya.
