Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Meja Berdiri Semakin Populer? Ini Alasan di Baliknya

Kenapa Meja Berdiri Semakin Populer? Ini Alasan di Baliknya
ilustrasi beberapa orang bekerja dengan menggunakan standing desk (unsplash.com/TheStandingDesk)
  • Meja berdiri membantu mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja.

  • Fitur pengaturan ketinggian membuat meja berdiri lebih fleksibel untuk digunakan sambil duduk atau berdiri.

  • Popularitasnya meningkat seiring tren kerja jarak jauh, hibrida, dan gaya hidup yang lebih aktif.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalau dulu bekerja di depan komputer selalu identik dengan duduk di kursi selama berjam-jam, sekarang kebiasaan itu mulai berubah. Semakin banyak orang memilih menggunakan meja berdiri atau standing desk saat bekerja, belajar, bahkan bermain komputer. Meja berdiri sebenarnya bukanlah teknologi baru. Namun, popularitasnya semakin meningkat seiring dengan munculnya kesadaran bahwa terlalu lama duduk bisa berdampak kurang baik bagi tubuh. Apalagi, banyak pekerjaan modern yang mengharuskan seseorang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan laptop atau komputer.

Menariknya, meja berdiri tidak selalu berarti seseorang harus berdiri selama 8 jam penuh. Banyak produk saat ini dirancang dengan ketinggian yang bisa diatur sehingga pengguna dapat bergantian antara duduk dan berdiri. Lalu, kenapa meja berdiri semakin populer? Ini jawabannya!

  1. 1. Mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama

    ilustrasi bekerja sambil duduk
    ilustrasi bekerja sambil duduk (pexels.com/EqualStock IN)

    Salah satu alasan utama meja berdiri banyak diminati karena alat ini menawarkan alternatif dari kebiasaan duduk sepanjang hari. Bagi pekerja kantoran, pekerja lepas, atau siapa pun yang bekerja dari rumah, duduk dalam waktu lama sering kali terjadi tanpa disadari. Awalnya mungkin hanya ingin duduk sebentar di depan laptop. Namun, beberapa jam kemudian, posisi tubuh masih sama.

    Terlalu lama berada dalam posisi duduk dapat membuat tubuh terasa kaku, terutama pada bagian punggung, leher, pinggang, dan bahu. Dengan meja berdiri, pengguna bisa mengubah posisi tubuh tanpa harus benar-benar meninggalkan meja kerja. Berdiri sejenak pada sela-sela pekerjaan juga membuat tubuh tidak terus-menerus berada dalam posisi yang sama. Meski sederhana, perubahan posisi ini bisa membuat aktivitas bekerja terasa lebih nyaman.

  2. 2. Dianggap lebih fleksibel untuk bekerja

    ilustrasi bekerja dengan menggunakan standing desk
    ilustrasi bekerja dengan menggunakan standing desk (unsplash.com/TheStandingDesk)

    Meja berdiri modern umumnya memiliki fitur pengaturan ketinggian. Ada yang menggunakan sistem manual, tetapi ada pula yang dilengkapi motor listrik sehingga ketinggian meja bisa diubah hanya dengan menekan tombol. Fitur ini membuat satu meja bisa digunakan dalam dua posisi berbeda. Saat ingin duduk, meja dapat diturunkan. Ketika mulai merasa pegal atau ingin mengubah posisi, meja bisa dinaikkan.

    Kepraktisan seperti inilah yang membuat standing desk semakin menarik. Pengguna tidak harus memilih antara meja biasa atau meja berdiri. Satu meja bisa digunakan untuk keduanya.

  3. 3. Cocok dengan tren kerja hibrida dan jarak jauh

    ilustrasi bekerja dengan menggunakan standing desk
    ilustrasi bekerja dengan menggunakan standing desk (unsplash.com/TheStandingDesk)

    Popularitas meja berdiri juga tidak bisa dilepaskan dari perubahan cara orang bekerja. Setelah sistem kerja dari rumah dan kerja hibrida (hybrid) semakin banyak diterapkan, banyak orang mulai memperhatikan kembali kondisi ruang kerja di rumah. Jika sebelumnya meja kerja hanya dianggap sebagai tempat untuk meletakkan laptop, sekarang orang mulai memikirkan kenyamanan penggunaannya. Meja yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan menjadi salah satu pilihan menarik.

    Bagi pekerja yang menghabiskan banyak waktu di rumah, meja berdiri juga bisa membuat suasana kerja terasa sedikit berbeda. Mengubah posisi dari duduk ke berdiri mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa membuat rutinitas kerja tidak terasa terlalu monoton.

  4. 4. Meningkatnya kesadaran tentang gaya hidup yang lebih aktif

    ilustrasi beberapa orang bekerja dengan menggunakan standing desk
    ilustrasi beberapa orang bekerja dengan menggunakan standing desk (unsplash.com/TheStandingDesk)

    Popularitas meja berdiri juga menjadi bagian dari tren gaya hidup yang lebih aktif. Banyak orang kini mulai menyadari bahwa olahraga 1 jam sehari belum tentu cukup jika sebagian besar waktu lainnya dihabiskan dengan duduk. Bukan berarti seseorang harus berdiri terus-menerus sepanjang hari. Justru kuncinya mengurangi kebiasaan berada dalam satu posisi terlalu lama. Karena itu, meja berdiri sering digunakan bersama kebiasaan sederhana lainnya, seperti berjalan sebentar, melakukan peregangan, atau mengambil minum tanpa menunggu tubuh terasa terlalu pegal.

    Pada akhirnya, meja berdiri semakin populer bukan karena duduk sepenuhnya dianggap buruk. Duduk tetap menjadi posisi yang penting dan nyaman untuk banyak aktivitas. Namun, kemampuan untuk berganti posisi dengan lebih mudah membuat meja berdiri menjadi pilihan yang menarik bagi orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di depan layar. Kamu tertarik mencobanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More