Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Knowledge Hoarding di Kantor: Mengapa Karyawan Menyimpan Informasi?

3 min read
Knowledge Hoarding di Kantor: Mengapa Karyawan Menyimpan Informasi?
Cuplikan drama See You at Work Tommorow (tvn.com/See You at Work Tommorow)
  • Knowledge hoarding adalah kebiasaan karyawan menyimpan pengetahuan penting dan membatasi akses rekan kerja, sehingga informasi diperlakukan sebagai milik pribadi.

  • Perilaku ini dapat dipicu rasa ingin dibutuhkan, lelah sering dimintai bantuan, atau kekhawatiran menjaga posisi dan keamanan kerja.

  • Jika informasi bergantung pada satu orang, produktivitas dan kepercayaan tim terganggu; organisasi perlu membangun kepercayaan, kolaborasi, feedback rutin, serta mengurangi tekanan kerja berlebihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah punya rekan kerja yang sebenarnya tahu cara mengerjakan sesuatu, tetapi memilih menyimpan informasinya sendiri? Misalnya, hanya dia yang tahu alur pekerjaan tertentu, punya file penting, atau memahami cara menyelesaikan masalah, sementara anggota tim lain harus mencari tahu sendiri.

Kebiasaan ini dikenal sebagai knowledge hoarding. Lantas, kenapa seseorang melakukan ini dan apa dampaknya bagi tim? Cari tahu lewat artikel ini!

  1. 1. Apa itu knowledge hoarding?

    largephoto2251264.jpg
    Cuplikan drama See You at Work Tommorow (tvn.com/See You at Work Tommorow)

    Knowledge hoarding merupakan kebiasaan mengumpulkan dan menyimpan pengetahuan yang dimiliki dengan kemungkinan informasi tersebut dibagikan atau tidak di kemudian hari. Jadi, seseorang belum tentu secara aktif menolak ketika dimintai informasi, tetapi cenderung menyimpan pengetahuan sebagai milik pribadi.

    "Knowledge hoarding terjadi ketika karyawan menguasai pengetahuan penting dan membatasi akses orang lain terhadap pengetahuan tersebut. Perilaku ini dapat mengancam keberlangsungan pengetahuan organisasi dan produktivitas," papar Bilginoglu dalam artikel ilmiah "Knowledge Hoarding: A Literature Review" dalam Management Science Letters.

  2. 2. Kenapa seseorang memilih menyimpan pengetahuan sendiri?

    largephoto2159460.jpg
    Cuplikan drama Pro Bono (Netflix.com/Pro Bono)

    Ada berbagai alasan di balik knowledge hoarding. Salah satunya adalah anggapan bahwa pengetahuan merupakan sumber kekuatan. Ketika seseorang merasa dirinya menjadi satu-satunya orang yang memahami sesuatu, ia bisa merasa lebih dibutuhkan oleh perusahaan.

    "Penyebabnya bisa sesederhana rasa kesal karena terlalu sering dimintai bantuan, sampai keinginan mempertahankan posisi dan keamanan kerja," ungkap Janine Schindler, Forbes Coaches Council, dilansir artikel "What’s Behind Employee Knowledge Hoarding And How To Fix It" dari Forbes.

    Schindler juga memberikan contoh karyawan yang sengaja gak membagikan pengetahuan agar tetap dianggap sebagai orang paling penting dalam tim.  Artinya, knowledge hoarding gak selalu muncul karena seseorang ingin merugikan tim, tetapi bisa berawal dari kekhawatiran pribadi.

  3. 3. Apa yang terjadi kalau informasi penting hanya diketahui satu orang?

    largephoto2251279.jpg
    Cuplikan drama See You at Work Tommorow (tvn.com/See You at Work Tommorow)

    Bayangkan sebuah tim memiliki satu orang yang paling memahami sistem tertentu. Ketika ada masalah, semua orang harus menunggu orang tersebut karena hanya dia yang tahu cara menyelesaikannya. Kalau orang tersebut sedang cuti atau bahkan keluar dari perusahaan, pekerjaan bisa ikut tersendat.

    Schindler menjelaskan kebiasaan menyimpan informasi dapat mengganggu aliran informasi dalam organisasi dan berkontribusi terhadap rendahnya produktivitas. Ia juga menekankan bahwa solusi seperti rapat atau sistem manajemen pengetahuan gak selalu cukup kalau penyebab perilakunya gak dipahami terlebih dahulu

  4. 4. Bagaimana knowledge hoarding bisa merusak kepercayaan dalam tim?

    largephoto2159476.jpg
    Cuplikan drama Pro Bono (Netflix.com/Pro Bono)

    Kerja tim membutuhkan rasa percaya bahwa anggota lain akan membantu ketika dibutuhkan. Namun, ketika seseorang berulang kali menahan informasi, anggota tim lain bisa merasa bahwa dirinya sengaja tak dibantu.

    Forbes mengutip Patricia Pedraza-Nafziger yang menjelaskan pentingnya membangun kepercayaan dalam mendorong karyawan untuk berbagi pengetahuan.

    “Untuk mendorong karyawan membagikan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman, diperlukan kepercayaan dan pemahaman tentang bagaimana pengetahuan mereka akan digunakan," demikian tertulis dalam artikel "What’s Behind Employee Knowledge Hoarding And How To Fix It" di Forbes.

  5. 5. Lalu, bagaimana cara mengurangi kebiasaan knowledge hoarding?

    largephoto2159395.jpg
    Cuplikan drama Pro Bono (Netflix.com/Pro Bono)

    Masalah ini gak cukup diselesaikan dengan meminta karyawan untuk lebih terbuka. Perusahaan juga perlu melihat alasan mengapa seseorang merasa perlu menyimpan informasi untuk dirinya sendiri.

    "Organisasi perlu mengubah cara pandang dari “knowledge is power” menjadi “sharing knowledge is more powerful," terang Bilginoglu.

    Melansir RealKM dalam artikel 'Knowledge hiding in organizations: Causes, impacts, and the ways forward', merangkum beberapa cara yang bisa dilakukan organisasi, yakni membangun kepercayaan, memberikan feedback secara rutin, menciptakan lingkungan yang mendorong kerja sama dan pembelajaran, serta mengurangi tekanan kerja berlebihan yang bisa membuat karyawan enggan membantu orang lain.

    Pada akhirnya, punya keahlian khusus tentu merupakan hal yang baik. Namun, ketika pengetahuan sengaja disimpan agar orang lain terus bergantung pada satu orang, manfaatnya bisa berubah menjadi masalah bagi tim. Ingat, budaya kerja yang membuat orang merasa aman untuk berbagi pengetahuan justru membantu informasi tetap menjadi aset bersama, bukan kekuatan yang hanya dimiliki satu orang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More