Bekerja sudah menjadi keseharianmu selama sekian tahun. Logikanya, tentu menjalaninya saat ini bukan lagi hal yang sulit. Namun, kenyataannya selalu ada hari ketika dirimu sebenarnya sedang sangat tidak nyaman di kantor. Bukan hanya ketika kamu sakit fisik, melainkan juga ketika suasana hati sedang kurang kondusif. Penyebab bad mood yang dirasakan olehmu bisa macam-macam. Gak selalu berkaitan dengan pekerjaan.
5 Tips Melewati Hari di Kantor saat Bad Mood, Kudu Profesional

- Kenali apakah bad mood dipicu persoalan internal atau eksternal kantor agar masalah tidak tercampur dan mengganggu rutinitas maupun hubungan kerja.
- Saat suasana hati buruk, kurangi interaksi nonesensial dengan rekan untuk mencegah salah paham, tetapi tetap fokus menyelesaikan tugas utama tanpa menurunkan kinerja.
- Tetap profesional saat melayani klien atau nasabah, lalu bangun kontrol diri dengan membatasi dampak masalah masa lalu terhadap jalannya pekerjaan hari ini.
Akan tetapi, efeknya terhadap semangatmu selama di kantor sangat besar. Apalagi, sedikit banyak tugas di kantor plus sikap atasan menambah tekanan mentalmu. Bagaimana caranya supaya dirimu dapat melewati hari di kantor saat bad mood sampai waktunya pulang nanti? Syukur-syukur besok kamu sudah lebih siap untuk bekerja seperti biasa.
1. Membedakan bad mood karena internal atau eksternal kantor

ilustrasi melamun (pexels.com/Anna Tarazevich) Semua orang punya banyak masalah. Namun, penting untuk tetap memberikan batasan antarpersoalan supaya tidak bercampur aduk. Nanti efek suasana hati yang negatif terbawa ke mana-mana. Baik rutinitas maupun hubunganmu dengan orang-orang bisa terganggu.
Identifikasi penyebab kamu merasa gak bahagia hari ini. Kalau semua masalah diperinci, boleh jadi campuran antara persoalan internal dan eksternal kantor. Akan tetapi, penyebab utamanya pasti cuma salah satu.
Misalnya, dirimu merasa kesal karena bos bawel minta ini itu. Keinginannya sukar dipuaskan. Itu memang menyebalkan. Namun, kalau sejak dulu pun atasan begitu, seharusnya bukan masalah lagi. Kamu telah kebal. Penyebab utama suasana hatimu yang negatif mungkin adalah masalah di rumah. Kamu menjadi lebih kepikiran ketimbang sekadar masalah pekerjaan.
2. Tidak memaksakan diri berinteraksi dengan teman seperti biasanya

ilustrasi tidak bersemangat (pexels.com/cottonbro studio) Dengan suasana hati yang gak kondusif, memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja justru dapat membuatmu merasa lebih buruk. Ketika kamu mencoba sekuat tenaga buat berinteraksi dengan rekan-rekan kantor seperti biasa, malah dirimu tiba-tiba menjadi menyebalkan di mata mereka. Kata-katamu terdengar lebih tajam dari biasanya.
Teman dekat mungkin segera bisa menebak bahwa kamu lagi ada masalah. Mereka menunjukkan kepedulian dan pemakluman. Akan tetapi, lebih banyak orang hanya fokus pada caramu memperlakukan mereka hari itu.
Agak menarik diri dari mereka saat mood-mu gak bagus, lebih baik untuk menghindari kesalahpahaman. Ini juga cara lain guna menenangkan diri sejenak sekalipun posisimu sedang tidak di rumah. Kamu hanya perlu tetap duduk di kursi kerjamu dan gak bergabung dalam obrolan seru teman-teman.
3. Jaga fokus, terpenting tugas utama beres

ilustrasi bad mood (pexels.com/Mikhail Nilov) Bad mood menggerogoti energimu untuk melakukan aktivitas apa pun. Berbeda dengan saat kamu good mood, yang akan membuatmu lebih siap mengerjakan berbagai hal. Meski demikian, tidak ada alasan dan pembenaran untuk mengabaikan tugas-tugasmu di kantor.
Bahkan sekadar bekerja lebih lambat pun bisa menciptakan masalah baru. Itu dapat membuat suasana hatimu kian negatif. Jaga fokusmu pada pekerjaan. Kamu memang sedang kurang asyik dengan teman-teman seperti dalam poin 2.
Namun, untuk urusan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabmu, gak boleh ada penurunan kinerja sedikit pun. Memang awalnya terasa berat karena tingkat konsentrasimu pasti rendah. Akan tetapi, kian kamu menenggelamkan diri dalam pekerjaan, suasana hatimu kian berangsur-angsur pulih. Sekalipun tak lantas jadi happy sekali.
4. Tetap profesional ketika menghadapi klien atau nasabah

ilustrasi menemui klien (pexels.com/Edmond Dantès) Khusus untuk kamu yang bertugas langsung menangani klien atau nasabah, perkara gangguan suasana hati memang menjadi masalah serius. Apa pun persoalan yang sedang dihadapi, jangan sampai sikapmu terhadap mereka menjadi buruk. Ingat selalu bahwa mereka tidak tahu apa-apa.
Mereka datang semata-mata untuk urusan penting. Pun selama ini hubungan kalian baik. Jangan sampai gara-gara suasana hatimu yang sedang kurang bagus, mereka kaget dan kesal karena pelayananmu yang buruk.
Bayangkan saja, klien atau nasabah justru penghibur dari masalahmu. Misalnya, kamu bad mood karena persoalan di rumah. Dengan dirimu mengobrol bersama klien atau nasabah serta melihat kepuasan mereka atas pelayananmu, pasti kamu akan lebih gembira.
5. Katakan ke diri bahwa kamu akan menciptakan harimu sendiri

ilustrasi bad mood (pexels.com/Ron Lach) Faktanya, tentu kamu tidak sepenuhnya berkuasa buat menentukan jalannya hari. Namun, dalam situasi suasana hati kurang baik, dirimu hanya membutuhkan perasaan bahwa masih punya kontrol atas hidupmu. Bukan justru kamu merasa gak berdaya karena bad mood.
Suasana hati yang buruk dipicu oleh kejadian yang telah berlalu. Sementara kamu berada di masa kini. Dirimu tidak dapat mengubah apa yang terjadi kemarin. Namun, jalannya hari ini masih bisa diatur.
Setidaknya, dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan olehmu. Kamu bisa membatasi kekacauan kemarin dengan tidak membawa-bawa masalah ke pekerjaanmu hari ini. Bahkan sekalipun penyebab kamu bad mood adalah karena kemarin diomeli atasan. Katakan pada diri bahwa kejadian seperti itu gak akan terulang lagi hari ini.
Dengan jam kerja yang cukup panjang serta tanggung jawab besar, efek bad mood memang sangat mengganggu. Namun, siapa pun tidak selalu dalam keadaan good mood dan mampu melewati hari di kantor saat bad mood. Kamu harus pintar-pintar mengelola emosi supaya rutinitas kerja tidak berantakan.





















