Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Takut Nganggur Membuat Orang Bertahan di Gaji Kecil?
ilustrasi menanggur (pexels.com/Polina Tankilevitch)
  • Gaji kecil tetap dipertahankan karena menyediakan pemasukan bulanan untuk kebutuhan pokok, tagihan, cicilan, dan keluarga, sementara berhenti tanpa pekerjaan pengganti terasa berisiko.
  • Pengalaman menganggur, tabungan yang terbatas, serta ketidakpastian lolos seleksi kerja membuat kekhawatiran kehilangan penghasilan mengalahkan keinginan memperoleh gaji lebih besar.
  • Kebiasaan hidup dengan gaji kecil dapat menunda perpindahan kerja, tetapi pencarian lowongan dan persiapan tabungan bisa dilakukan sambil tetap bekerja tanpa harus langsung resign.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Punya pekerjaan dengan gaji kecil memang tidak selalu membuat seseorang merasa puas. Namun, meninggalkan pekerjaan juga bukan keputusan sederhana karena setelah mengundurkan diri, belum tentu ada pekerjaan baru yang langsung didapat. Di tengah kondisi tersebut, sebagian orang akhirnya memilih bertahan meski sudah lama merasa penghasilannya tidak sebanding dengan kebutuhan.

Keputusan itu sering kali bukan karena tidak ingin mencari pekerjaan dengan gaji lebih baik. Ada  banyak sekali kekhawatiran yang menyertai. Lantas, kenapa rasa takut nganggur membuat orang bertahan di gaji kecil?

1. Gaji kecil tetap memberikan penghasilan setiap bulan

ilustrasi gaji (pexels.com/Ahsanjaya)

Sebesar atau sekecil apa pun gaji yang diterima, uang tersebut tetap bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan. Ada biaya makan, ongkos pergi kerja, tagihan, cicilan, sampai kebutuhan keluarga yang harus dibayar setiap bulan. Karena itu, berhenti bekerja bisa terasa lebih menakutkan ketika belum ada pekerjaan lain yang sudah pasti.

Kondisi ini membuat seseorang sering memilih mempertahankan pekerjaan yang sekarang sambil mengeluhkan gajinya. Selama masih ada pemasukan, kebutuhan pokok setidaknya masih bisa dipenuhi meski harus mengatur pengeluaran dengan ketat. Dibandingkan dengan kehilangan seluruh penghasilan, menerima gaji kecil untuk sementara waktu bisa terasa sebagai pilihan yang lebih aman.

2. Pernah menganggur membuat risiko kehilangan pekerjaan terasa lebih mengerikan

ilustrasi menganggur (pexels.com/cottonbro studio)

Orang yang pernah lama menganggur biasanya tahu bahwa mencari pekerjaan baru membutuhkan waktu. Lamaran  dikirim berkali-kali tanpa mendapat panggilan, sementara kebutuhan tetap berjalan seperti biasa. Pengalaman seperti ini dapat membuat seseorang berpikir lebih panjang sebelum memutuskan untuk keluar dari pekerjaan yang masih dimiliki.

Rasa khawatir juga semakin besar ketika tabungan belum cukup untuk menutup kebutuhan selama beberapa bulan. Pekerjaan baru mungkin menawarkan gaji lebih tinggi, tetapi belum tentu proses penerimaannya berjalan lancar atau waktunya sesuai harapan. Dalam keadaan seperti itu, pekerjaan lama dengan gaji kecil terasa lebih mudah dipertahankan karena penghasilannya sudah jelas.

3. Takut tidak mendapat pekerjaan baru bisa mengalahkan keinginan untuk mendapat gaji lebih besar

ilustrasi melamar pekerjaan (pexels.com/Resume Genius)

Seseorang bisa saja tahu bahwa dirinya pantas mendapat gaji lebih tinggi, tetapi pengetahuan tersebut belum tentu membuatnya berani pindah kerja. Ada kekhawatiran tidak lolos seleksi, tidak menemukan posisi yang sesuai, atau justru mendapat pekerjaan baru dengan masalah berbeda. Akhirnya, keinginan untuk meningkatkan penghasilan kalah oleh rasa takut kehilangan pekerjaan yang sudah ada.

Hal ini membuat rencana pindah kerja sering ditunda. Ada yang menunggu tabungan terkumpul lebih banyak, ada pula yang terus berkata akan mulai mencari setelah menyelesaikan pekerjaan tertentu. Kalau terus dilakukan tanpa batas waktu yang jelas, penundaan tersebut bisa berlangsung lama dan membuat seseorang tetap menerima gaji yang sama selama bertahun-tahun.

4. Lama bertahan bisa membuat gaji kecil terasa sebagai hal yang wajar

ilustrasi gaji (unsplash.com/Defrino Maasy)

Ketika sudah terbiasa menerima jumlah gaji tertentu, seseorang dapat mulai menyesuaikan hidup dengan penghasilan tersebut. Pengeluaran dipangkas, keinginan membeli sesuatu ditunda, bahkan rencana menabung bisa ikut dikurangi. Lama-kelamaan, kondisi tersebut terasa biasa meskipun sebenarnya masih membuat keuangan sulit.

Masalahnya, seseorang bisa lupa bahwa bertahan di pekerjaan lama bukan satu-satunya pilihan. Pekerjaan tersebut tetap boleh dipertahankan sambil mencari kesempatan lain, terutama jika belum memiliki tabungan yang cukup untuk berhenti. Dengan begitu, keputusan untuk bertahan bukan karena takut menganggur, melainkan karena sedang menyiapkan diri agar bisa pindah dengan lebih aman.

5. Tidak harus langsung resign untuk mencari gaji lebih baik

ilustrasi melamar pekerjaan (pexels.com/LinkedIn Sales Navigator)

Kalau gaji sekarang belum cukup, mencari pekerjaan lain tidak berarti harus langsung mengajukan resign. Lamaran bisa dikirim bahkan ketika seseorang masih bekerja, wawancara dapat dilakukan di luar jam kerja, dan tabungan bisa disiapkan sedikit demi sedikit. Cara seperti ini membuat seseorang tetap memiliki penghasilan sambil mencari pekerjaan yang lebih sesuai.

Karena sebenarnya yang penting, pekerjaan sekarang jangan sampai membuat seseorang berhenti mencari pilihan lain hanya karena takut tidak punya pekerjaan. Gaji kecil mungkin memang masih diperlukan untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi kondisi tersebut tidak harus berlangsung selamanya. Ketika sudah memiliki tabungan, pengalaman, dan pilihan pekerjaan yang lebih jelas, keputusan untuk pindah pun bisa dibuat dengan lebih tenang.

Takut nganggur membuat orang bertahan di gaji kecil memang betul, namun bukan berarti ia tidak memiliki keinginan untuk hidup lebih baik. Terkadang, seseorang hanya sedang berusaha memastikan kebutuhan tetap terpenuhi sebelum berani mengambil langkah berikutnya. Kalau kamu berada di posisi tersebut, apakah kamu akan bertahan di pekerjaan bergaji kecil atau mulai mencari pekerjaan baru sambil tetap bekerja?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article