ilustrasi membandingkan hidup (pexels.com/Artem Podrez)
Media sosial membuat keputusan resign terlihat sangat mudah. Ada yang membagikan kisah sukses setelah keluar kantor, ada yang mendadak memiliki bisnis sendiri, bahkan ada yang tampak lebih santai menjalani hidup. Melihat cerita seperti itu memang bisa memunculkan keinginan untuk melakukan hal serupa. Namun, yang terlihat di layar belum tentu menggambarkan seluruh kenyataan.
Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda. Ada yang memiliki tabungan besar, ada yang mendapat dukungan keluarga, ada pula yang sudah menyiapkan pekerjaan baru jauh-jauh hari. Jika alasan terbesar ingin resign adalah karena merasa tertinggal dari orang lain, mungkin yang perlu dievaluasi bukan pekerjaannya terlebih dahulu. Keputusan penting biasanya lebih aman dibuat berdasarkan kebutuhan diri sendiri, bukan berdasarkan kehidupan yang terlihat menarik dari kejauhan.
Keputusan resign memang bersifat pribadi dan tidak ada waktu yang benar-benar sempurna untuk melakukannya. Namun, mengenali tanda-tanda di atas bisa membantu melihat apakah keinginan tersebut lahir dari kesiapan atau sekadar dorongan sesaat. Setelah membaca poin-poin tadi, apakah alasanmu ingin resign masih terasa sama kuatnya seperti sebelumnya?