Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rumah Sempit Terasa Luas? 5 Trik Dekorasi Japandi yang Relevan di 2026

Ilustrasi ruang tamu
Ilustrasi ruang tamu (pexels.com/Pavel Morillo)
Intinya sih...
  • Warna netral hangat memberikan kedalaman pada ruangan tanpa membuatnya terasa kosong.
  • Furnitur berkaki ramping menciptakan ilusi ruang yang lebih luas dan terbuka.
  • Cahaya alami dan cermin besar membantu menciptakan ilusi ruang tambahan tanpa membuat rumah terasa ramai.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di 2026, tinggal di rumah atau apartemen kecil bukan lagi fase sementara, ini realita banyak orang. Masalahnya bukan di ukuran ruang, tapi di cara kita memperlakukannya. Salah strategi dikit, rumah bisa terasa pengap, penuh, dan capek dilihat.

Di titik inilah Japandi masih relevan dan terasa masuk akal. Bukan sekadar gaya estetik, tapi pendekatan hidup, tenang, fungsional, dan sadar batas. Kalau kamu pengin rumah kecil terasa lebih lega tanpa renovasi ribet, lima trik ini layak dicoba.

1. Warna Netral Hangat Lebih Aman daripada Putih Polos

Ilustrasi interior rumah
Ilustrasi interior rumah (pexels.com/Max Vakhtbovych)

Putih memang bikin luas, tapi putih yang terlalu dingin sering bikin rumah terasa “kosong” dan nggak ramah. Japandi versi 2026 bergerak ke earth tone yang lembut seperti off-white, beige, greige, sampai abu hangat.

Cara mainnya kayak gini, gunakan warna netral sebagai dasar dinding dan furnitur besar. Tambahkan aksen kecil warna bumi misalnya hijau zaitun, cokelat kayu, atau terracotta halus, cukup lewat bantal sofa atau dekor kecil.

Kenapa works? Ruangan tetap terang, tapi punya kedalaman. Mata lebih santai, ruang pun terasa lebih bernapas.

2. Furnitur Berkaki Itu Bukan Gaya, tapi Strategi

Ilustrasi ruang duduk
Ilustrasi ruang duduk (pexels.com/Engin Akyurt)

Rumah kecil langsung terasa sempit kalau furniturnya “nempel lantai”. Japandi selalu memilih furnitur berkaki ramping, bukan demi estetika, tapi demi ilusi ruang.

Yang perlu diingat, semakin banyak lantai yang terlihat, semakin luas kesan ruangan. Sofa, kursi, dan meja kopi dengan kaki tipis dari kayu terang adalah investasi visual yang masuk akal. Ini soal proporsi.

3. Cahaya Alami adalah Aset, Cermin adalah Pengganda

Ilustrasi sudut ruangan
Ilustrasi sudut ruangan (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Japandi sangat bergantung pada cahaya. Rumah mungil tanpa cahaya alami hampir pasti terasa sesak, seindah apa pun dekorasinya.

Langkah paling realistis, pakai gorden tipis, bukan yang berat dan biarkan cahaya pagi dan siang masuk sebebas mungkin.

Trik favorit yang sering diterapin, pasang cermin besar tanpa bingkai di dekat jendela. Pantulan cahaya menciptakan ilusi ruang tambahan tanpa bikin rumah terasa ramai.

4. Hidden Storage bikin Rumah Lebih Tenang

Ilustrasi kamar tidur minimalis
Ilustrasi kamar tidur minimalis (pexels.com/Medhat Ayad)

Rumah kecil bukan berarti harus hidup minimalis ekstrem. Tapi Japandi punya satu prinsip penting, barang boleh banyak, asal tidak terlihat.

Di 2026, furnitur multifungsi bukan lagi bonus, tapi kebutuhan. Contoh paling masuk akal seperti tempat tidur dengan laci bawah, bangku atau ottoman yang bisa dibuka, maupun lemari tertutup tanpa ornamen berlebihan. Visual yang bersih bikin rumah terasa lebih luas, sekaligus bikin kepala lebih tenang.

5. Tanaman Secukupnya, Jangan Overdoing

Ilustrasi sudut ruangan Japandi
Ilustrasi sudut ruangan Japandi (pexels.com/Cup of Couple)

Japandi tetap butuh unsur alam, tapi selalu dengan kontrol. Terlalu banyak tanaman justru bikin ruang kecil terasa berisik secara visual. Aturan amannya, satu tanaman berukuran sedang di sudut ruangan jauh lebih efektif daripada banyak pot kecil tersebar.

Pilihan yang aman dan timeless seperti Fiddle Leaf Fig, Olive Tree, ataupun Snake Plant ukuran besar. Satu titik hijau sudah cukup untuk menghidupkan ruangan.

Di rumah kecil, setiap barang, warna, dan furnitur punya dampak. Kalau semuanya ditempatkan dengan niat yang jelas, ruang sempit pun bisa terasa lega. Pada akhirnya, rumah yang enak ditinggali bukan yang paling besar, tapi yang paling tahu kapan harus berhenti menambah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Life

See More

Viva Moisturizer Gel Hadir Bareng Shenina Cinnamon, Skincare Tropis!

16 Feb 2026, 17:40 WIBLife