Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tak Perlu Beli Bibit Mahal, 8 Pohon Buah Ini Bisa Ditanam dari Bijinya

Tak Perlu Beli Bibit Mahal, 8 Pohon Buah Ini Bisa Ditanam dari Bijinya
ilustrasi pohon jambu biji (pixabay.com/Rajesh Balouria)
Intinya Sih
  • Menanam pohon buah dari biji bisa jadi alternatif hemat dan menyenangkan, meski butuh waktu lebih lama dibanding membeli bibit siap tanam.
  • Ada delapan jenis buah yang mudah ditanam dari biji, seperti ceri, jambu biji, apel, pepaya, delima, persik, lemon, dan alpukat.
  • Setiap tanaman punya karakter unik—dari waktu tumbuh hingga kebutuhan sinar matahari—namun semuanya cocok untuk pemula yang ingin mulai berkebun di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Memiliki pohon buah sendiri di rumah ternyata gak selalu membutuhkan biaya mahal, lho. Banyak jenis buah yang bisa kamu tanam langsung dari biji atau biji buah sisa konsumsi sehari-hari.

Cara ini memang membutuhkan kesabaran karena proses tumbuhnya lebih lama dibanding membeli bibit siap tanam. Meski begitu, pengalaman melihat tanaman tumbuh dari biji kecil sampai menjadi pohon tentu terasa lebih memuaskan.

Beberapa tanaman bahkan cukup mudah dirawat dan cocok untuk pemula. Kalau kamu ingin mulai berkebun dengan modal minim, delapan pohon buah berikut bisa jadi pilihan menarik.

1. Ceri

ilustrasi buah cherry atau ceri
ilustrasi buah cherry atau ceri (pixabay.com/Couleur)

Buah ceri termasuk salah satu tanaman yang cukup gampang tumbuh dari bijinya. Jacob Mentlik, ahli pohon buah dari Fedco Seeds, menjelaskan bahwa tanaman dari genus Prunus memang relatif gampang ditanam dari biji dibanding banyak jenis buah lain. Kamu hanya perlu membersihkan biji ceri lalu menyimpannya di dalam pasir lembap di kulkas selama beberapa minggu sebelum ditanam.

Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh dan tanah yang memiliki drainase baik. Pohonnya memang membutuhkan waktu beberapa tahun untuk berbuah, tapi pertumbuhannya cukup menarik untuk dipantau. Jika dirawat dengan baik, pohon ceri bisa tumbuh tinggi dan menghasilkan buah dalam waktu sekitar tiga hingga enam tahun.

2. Jambu biji

ilustrasi pohon jambu biji
ilustrasi pohon jambu biji (pixabay.com/FRANCISCO chicopaz)

Kalau ingin hasil lebih cepat, jambu biji bisa menjadi pilihan terbaik. Biji jambu tergolong kuat dan tetap bisa tumbuh meski sesekali kamu lupa menyiramnya. Dalam kondisi tanah hangat, bijinya bahkan bisa mulai berkecambah hanya dalam dua sampai empat minggu.

Tanaman ini juga cocok dijadikan tanaman dalam pot di rumah. Meski belum tentu langsung berbuah di dalam ruangan, daunnya tetap terlihat rimbun dan segar. Pohon jambu biji umumnya mulai menghasilkan buah dalam waktu sekitar tiga sampai lima tahun.

3. Apel

ilustrasi pohon apel
ilustrasi pohon apel (pixabay.com/Peter B.Jr.)

Biji apel sangat mudah ditemukan karena hampir setiap hari buah ini tersedia di rumah atau pasar. Lee Reich, ahli hortikultura sekaligus penulis buku berkebun, menjelaskan bahwa biji apel membutuhkan simulasi musim dingin sebelum berkecambah. Cara paling mudah yaitu menyimpan bijinya di dalam kantong lembap di kulkas selama enam hingga delapan minggu.

Pohon apel memang gak selalu menghasilkan buah dengan rasa sama seperti induknya. Proses menanam apel dari biji lebih cocok dijadikan pengalaman belajar tentang pertumbuhan tanaman. Meski begitu, banyak pemula tetap menyukai apel karena proses perkecambahannya cukup mudah dan stabil.

4. Pepaya

ilustrasi pohon pepaya
ilustrasi pohon pepaya (pixabay.com/Murali Jonah)

Pepaya dikenal sebagai salah satu tanaman buah yang cepat tumbuh. Alex Fritz dari Green Thumbs Garden mengatakan bahwa pepaya sangat cocok untuk pemula karena pertumbuhannya cepat dan hasilnya bisa terlihat dalam waktu relatif singkat. Beberapa varietas bahkan dapat menghasilkan buah mirip dengan pohon induknya.

Tanaman ini menyukai cuaca panas dan membutuhkan sinar matahari langsung minimal delapan jam sehari. Karena akarnya sensitif terhadap pindah tanam, pepaya sebaiknya langsung ditanam di lokasi permanen. Jika kondisi lingkungan mendukung, pepaya bisa mulai berbuah dalam sekitar dua tahun.

5. Delima

ilustrasi pohon delima
ilustrasi pohon delima (pixabay.com/GAIMARD)

Delima termasuk tanaman yang terkenal tahan banting dan gak gampang rusak meski berada di lingkungan kering. Alex Fritz menjelaskan bahwa pohon delima mampu bertahan di daerah panas dengan curah hujan rendah. Kondisi tersebut membuat tanaman ini cocok untuk kamu yang tinggal di wilayah bercuaca hangat.

Biji delima biasanya mulai tumbuh dalam waktu satu sampai tiga minggu jika disimpan di tempat hangat. Tanaman ini juga gak terlalu rewel soal jenis tanah selama drainasenya baik. Selain menghasilkan buah, bentuk pohonnya juga terlihat cantik sehingga cocok dijadikan penghias halaman rumah.

6. Persik

ilustrasi pohon persik atau peach
ilustrasi pohon persik atau peach (pixabay.com/Katharina N.)

Persik atau peach menjadi salah satu pilihan terbaik jika kamu ingin menikmati hasil panen dalam waktu yang masih tergolong masuk akal. Lee Reich menyebut bahwa persik tumbuh cukup cepat dan termasuk produktif setelah mulai dewasa. Pohonnya juga cocok ditanam dalam pot besar jika halaman rumah terbatas.

Cara menanamnya cukup sederhana karena kamu hanya perlu mengambil biji di dalam cangkang keras buah persik. Setelah disimpan di tempat dingin dan lembap selama beberapa minggu, bijinya bisa langsung ditanam. Dalam kondisi ideal, pohon persik dapat mulai menghasilkan buah sekitar tiga hingga empat tahun.

7. Lemon

ilustrasi pohon lemon
ilustrasi pohon lemon (pixabay.com/Anna Armbrust)

Lemon termasuk tanaman jeruk yang gampang tumbuh dari biji segar. Lee Reich menjelaskan bahwa beberapa jenis jeruk memiliki sifat polyembryonic, artinya bijinya dapat menghasilkan tanaman yang mirip dengan induknya. Kamu hanya perlu menanam biji lemon sekitar beberapa sentimeter ke dalam tanah lembap dan hangat.

Tanaman lemon sangat menyukai sinar matahari dan suhu hangat. Meski belum berbuah, aroma daun lemon tetap memberikan kesan segar di rumah. Jika dirawat rutin dengan penyiraman dan pupuk yang tepat, lemon bisa mulai menghasilkan buah dalam waktu tiga hingga enam tahun.

8. Alpukat

ilustrasi pohon alpukat
ilustrasi pohon alpukat (pixabay.com/David Lopez)

Alpukat sering menjadi proyek berkebun pertama bagi banyak orang karena prosesnya sederhana dan menyenangkan. Kamu bisa menancapkan tusuk gigi pada biji alpukat lalu menggantungnya di atas air, atau langsung menanamnya ke tanah. Akar biasanya mulai muncul cukup cepat tanpa perlakuan khusus.

Tantangan terbesar dari alpukat adalah kesabaran karena pohonnya membutuhkan waktu lama untuk berbuah. Beberapa pohon bahkan bisa memerlukan lebih dari sepuluh tahun sebelum menghasilkan buah pertama. Meski begitu, bentuk daunnya yang rimbun tetap membuat tanaman ini menarik dijadikan penghias rumah.

Menanam pohon buah dari biji memang membutuhkan waktu lebih panjang dibanding membeli bibit siap tanam. Prosesnya juga penuh kejutan karena hasil buah belum tentu sama persis dengan pohon induknya.

Meski begitu, pengalaman melihat tanaman tumbuh dari awal bisa memberikan kepuasan tersendiri. Selain lebih hemat, cara ini juga membuat sisa biji buah di dapur menjadi lebih bermanfaat. Kalau kamu suka berkebun atau ingin mencoba hobi baru, delapan pohon buah tadi bisa menjadi langkah awal yang menyenangkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More