Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi sikat gigi (pexels.com/karolina-grabowska)

Banyak barang di rumah terlihat masih bisa dipakai, padahal kemampuan atau keamanannya sudah menurun. Ada yang masa pakainya ditentukan oleh tanggal, ada pula yang perlu diganti setelah digunakan selama jangka waktu tertentu.

Mengenali batas pakai membantu kita menjaga kebersihan, kesehatan, dan keselamatan keluarga. Berikut barang rumah tangga yang sebaiknya tidak digunakan terus-menerus tanpa memeriksa kondisinya.

1. Sikat gigi: ganti saat bulu mulai aus

Ilustrasi sikat gigi (pexels.com/Sarah Chai)

Sikat gigi dipakai setiap hari, sehingga bulunya lama-kelamaan bisa mekar, bengkok, atau kehilangan kekuatannya. Sikat yang sudah aus mungkin tidak membersihkan gigi seefektif sebelumnya dan dapat terasa kurang nyaman saat digunakan.

American Dental Association (ADA) menyarankan sikat gigi sebaiknya diganti setiap tiga hingga empat bulan, atau lebih cepat jika bulunya sudah rusak. Agar tidak terlupa, catat tanggal mulai memakai sikat baru atau ganti setiap pergantian musim. Perhatikan juga kondisi bulu sikat—jika sudah mekar sebelum waktunya, gantilah lebih cepat.

"Gantilah sikat gigi setiap tiga hingga empat bulan, atau lebih cepat jika bulu sikat sudah terlihat kusut atau rusak," dikutip dalam panduan American Dental Association.

2. Alarm asap: punya batas usia untuk melindungi penghuni

Ilustrasi alarm asap (pexels.com/Caleb Oquendo)

Alarm asap perlu berfungsi baik saat terjadi kebakaran. Namun, sensor dan komponen di dalamnya dapat menua, sehingga bunyi tes saja belum tentu menjamin alarm lama akan bekerja optimal ketika benar-benar dibutuhkan.

"Semua alarm asap harus diganti 10 tahun setelah tanggal pembuatannya," dikutip dalam panduan National Fire Protection Association (NFPA).

Tanggal yang perlu diperhatikan adalah tanggal produksi pada unit, bukan hanya kapan alarm dipasang. Tes alarm setiap bulan dan ikuti petunjuk produsennya. Jika unit sudah mencapai batas usia, terus berbunyi setelah baterai diganti, atau tidak merespons saat dites, segera ganti alarm tersebut.

3. Kartrid penyaring air: jangan abaikan jadwal penggantian

Wujud salah satu mesin penyaring air Nazava (youtube.com/Filter Air Nazava)

Penyaring air membantu mengurangi kontaminan tertentu, tetapi kemampuan kartrid tidak bertahan selamanya. Masa pakainya berbeda-beda, bergantung pada model, jumlah air yang disaring, dan kondisi air.

"Beberapa filter dapat menghilangkan timbal dari air minum. Jika kamu menggunakan filter, pastikan untuk memilih produk yang telah diuji dan disertifikasi oleh pihak ketiga yang independen," menurut panduan U.S. Environmental Protection Agency (EPA).

"Bacalah petunjuk dari produsen untuk mengetahui cara memasang dan menggunakan filter dengan benar, serta kapan harus menggantinya. Menggunakan filter yang telah melewati masa pakainya dapat mengurangi efektivitasnya dalam menghilangkan timbal," lanjutnya.

EPA menyarankan pengguna membaca petunjuk produsen untuk mengetahui cara pemakaian dan kapan filter perlu diganti. Catat tanggal pemasangan atau jumlah pemakaian sesuai panduan produk. Jangan mengandalkan perubahan rasa atau kejernihan air sebagai satu-satunya tanda kartrid masih berfungsi; pilih pengganti yang kompatibel dengan perangkat penyaringnya.

4. Pemutih pakaian: efektivitasnya dapat berkurang seiring waktu

ilustrasi pemutih pakaian (pexels.com/Nothing Ahead)

Pemutih berbahan klorin sering disimpan lama di bawah wastafel atau di ruang cuci. Namun, kandungan aktifnya dapat menurun, sehingga produk lama mungkin tidak lagi bekerja seperti yang diharapkan.

Dalam panduan disinfeksi air darurat, EPA menyarankan menggunakan pemutih cair yang masih segar atau yang disimpan pada suhu ruangan selama kurang dari satu tahun. Panduan itu berlaku untuk penggunaan tertentu; tetap periksa label produk dan ikuti petunjuk produsennya.

Simpan pemutih sesuai arahan pada kemasan dan perhatikan tanggal kedaluwarsa jika tercantum. Jangan mencampurnya dengan pembersih lain, terutama amonia, karena campuran tersebut dapat menghasilkan gas berbahaya.

5. Talenan yang penuh goresan dan sulit dibersihkan

Potongan Sayur di Talenan (Unsplash.com/maxsaeling)

Talenan kayu maupun plastik bisa digunakan dalam waktu lama jika dirawat dengan benar. Namun, kebiasaan memotong bahan makanan setiap hari akan meninggalkan goresan pada permukaannya. Seiring waktu, goresan tersebut dapat menjadi tempat menempelkan sisa makanan dan membuat proses pembersihan lebih sulit.

"Semua talenan, baik yang terbuat dari plastik maupun kayu, lama-kelamaan akan aus. Jika talenan sudah terlalu aus atau memiliki celah-celah yang sulit dibersihkan, talenan tersebut sebaiknya dibuang," demikian menurut United States Department of Agriculture (USDA) melalui Food Safety and Inspection Service.

Pernyataan ini menegaskan bahwa talenan plastik maupun kayu akan mengalami keausan dan perlu dibuang jika sudah terlalu rusak atau memiliki celah yang sulit dibersihkan. Untuk memperpanjang masa pakainya, cuci talenan menggunakan air panas dan sabun setelah digunakan, lalu bilas dan keringkan dengan baik.

Barang rumah tangga memiliki masa pakai yang berbeda-beda: sikat gigi aus karena digunakan, kartrid penyaring mencapai batas pemakaian, dan perangkat keselamatan menua meskipun jarang disentuh. Biasakan memeriksa label, tanggal pemasangan, kondisi fisik, serta petunjuk produsen agar barang di rumah tetap berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak dipakai melewati batasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article