Akhir-akhir ini drama China (dracin) berdurasi pendek atau yang sering disebut dracin menjadi topik hangat di media sosial. Alur cerita yang penuh konflik, romansa, hingga plot twist membuat banyak orang betah mengikuti setiap episodenya. Dengan durasi sekitar 3–4 menit per episode, dracin menjadi tontonan yang mudah dikonsumsi kapan saja melalui berbagai platform media sosial.
Benarkah Menonton Dracin Pendek Bisa Memengaruhi Konsentrasi?

- Dracin pendek berdurasi 3–4 menit mudah dikonsumsi dan mendorong penonton berpindah episode tanpa terasa, sehingga waktu menonton dapat berlangsung berjam-jam.
- Istilah brain rot bukan diagnosis medis, tetapi konsumsi konten digital singkat berlebihan dikaitkan dengan kesulitan fokus, memahami informasi kompleks, dan mengingat informasi.
- Video cepat, konflik beruntun, akhir menggantung, serta pemutaran otomatis dapat memicu keinginan menonton terus; pembatasan waktu dan digital detox dianjurkan untuk menjaga keseimbangan.
Format video pendek memang banyak disukai karena dapat ditonton dalam waktu singkat dan membuat penonton dengan mudah beralih ke episode berikutnya. Akibatnya, tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton tanpa terasa. Lalu, benarkah kebiasaan menonton dracin berdurasi pendek dapat memengaruhi konsentrasi dan memicu istilah brain rot?
1. Apa itu brain rot?

ilustrasi brain rot (Freepik.com/ DC Studio) Brain rot merupakan istilah populer yang digunakan untuk menggambarkan kekhawatiran terhadap dampak kebiasaan mengonsumsi konten digital secara berlebihan, terutama konten yang singkat, cepat, dan cenderung kurang menantang secara kognitif. Istilah ini kerap dikaitkan dengan kesulitan berkonsentrasi, menjaga fokus, hingga mengingat informasi. Meski begitu, brain rot bukanlah diagnosis medis dan dampak konsumsi konten digital terhadap kemampuan kognitif seseorang masih perlu dipahami berdasarkan bukti ilmiah.
Dalam penelitian berjudul "Pengaruh Media Sosial terhadap Konsentrasi dan Prestasi Akademik Siswa", Melinda dkk. menjelaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi konten singkat, seperti video pendek maupun unggahan bergambar dapat berkaitan dengan berkurangnya kemampuan seseorang dalam memahami informasi yang lebih kompleks dan membutuhkan pemikiran mendalam. Sejumlah penelitian lain juga menunjukkan bahwa penggunaan media digital secara berlebihan dapat berkaitan dengan kesulitan berkonsentrasi, terutama saat seseorang mengerjakan tugas yang membutuhkan ketelitian dan fokus.
Di sisi lain, Shayliah Lassen, seorang Digital Marketing, dilansir Revere Health, turut menjelaskan mengapa video berdurasi pendek di media sosial dapat membuat seseorang terus ingin menontonnya. Menurutnya, video pendek terasa membuat ketagihan karena dirancang agar cepat, menghibur, dan mudah untuk terus ditonton. Aplikasi seperti TikTok dan Instagram juga dapat memutar video berikutnya secara otomatis, sehingga seseorang tidak perlu berhenti atau berpikir untuk melanjutkan tontonan. Mereka cukup terus menggulir layar.
"Menonton konten semacam ini dalam waktu lama dapat membuat aktivitas seperti membaca, bekerja, atau berkonsentrasi menjadi lebih sulit atau terasa kurang menarik," ungkap Shayliah.
2. Mengapa video berdurasi pendek membuat ketagihan?

ilustrasi kecanduan video pendek (pexels.com/cottonbro studio) Video berdurasi pendek dirancang agar mampu menarik perhatian penonton sejak beberapa detik pertama. Alur yang cepat, konflik yang terus muncul, dan akhir cerita yang menggantung membuat penonton terdorong untuk terus menonton episode berikutnya.
Saat menemukan sesuatu yang menarik, otak akan melepaskan dopamin, yaitu zat kimia yang berkaitan dengan rasa senang dan penghargaan. Semakin sering seseorang mendapatkan rangsangan tersebut, semakin besar keinginan untuk mengulang aktivitas yang sama.
Inilah yang membuat banyak orang merasa sulit berhenti menonton video pendek. Ketika otak terbiasa menerima hiburan yang serba instan, seseorang juga dapat lebih mudah kehilangan fokus terhadap aktivitas lain yang membutuhkan waktu dan kesabaran lebih lama.
3. Dampaknya terhadap fokus

ilustrasi seseorang yang tidak fokus (pexels.com/Kaboompics.com) Memecah perhatian: Paparan video dengan durasi singkat dan rangsangan yang terus berubah dapat membuat otak terbiasa berpindah fokus dengan cepat. Akibatnya, kemampuan untuk mempertahankan perhatian pada satu aktivitas dalam waktu lama dapat menurun.
Sulit melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi: Aktivitas seperti membaca buku, mempelajari materi yang kompleks, menulis, atau menyelesaikan tugas membutuhkan fokus yang mendalam. Kebiasaan mengonsumsi video pendek secara terus-menerus dapat membuat aktivitas tersebut terasa lebih sulit dilakukan.
Mudah merasa bosan: Ketika otak terbiasa menerima hiburan yang instan, aktivitas yang membutuhkan proses bertahap dapat terasa kurang menarik. Akibatnya, motivasi untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran juga dapat menurun.
4. Cara menikmati video pendek secara seimbang

ilustrasi menonton konten edukasi (pexels.com/Julia M Cameron) Berikan batasan waktu: Tentukan batas waktu saat menonton video pendek agar tidak menghabiskan waktu secara berlebihan. Dengan begitu, kebiasaan menonton tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu aktivitas lainnya.
Lakukan digital detox: Usahakan mengurangi penggunaan ponsel selama satu hingga dua jam setelah bangun tidur maupun sebelum tidur. Selain itu, cobalah mengganti waktu scrolling dengan aktivitas lain yang melatih konsentrasi, seperti membaca buku atau mempelajari keterampilan baru.
Pilih konten yang bermanfaat: Tidak semua video pendek memberikan dampak negatif. Sesekali pilihlah konten yang bersifat edukatif atau memberikan informasi baru agar media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga menambah wawasan.
Menonton dracin bukanlah sesuatu yang salah. Namun jika dilakukan secara berlebihan hingga mengganggu konsentrasi dan aktivitas sehari-hari, kebiasaan tersebut sebaiknya mulai dibatasi. Dengan mengatur durasi menonton dan menyeimbangkannya dengan aktivitas lain, hiburan tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan kemampuan untuk fokus.














![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kamu Tipe Murid Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)







