“Saya sangat memperhatikan penempatan dan arah setiap titik pencahayaan, misalnya, dengan menentukan lampu baca bernuansa hangat yang dipasang di posisi rendah agar cahayanya tidak menyilaukan saat mengenai bantal, atau menyembunyikan lampu strip LED di dalam elemen furnitur untuk menciptakan pancaran cahaya yang lembut,” kata interior designer Philippa Rae dikutip dari Houzz.
“Tujuannya adalah untuk menyelaraskan dengan ritme alami sepanjang hari serta mendukung waktu istirahat dan relaksasi di malam hari,” tambahnya.
Trik Membuat Kamar Terasa Lebih Cozy dengan Mengatur Pencahayaan

Pernah merasa kamar sudah cukup rapi, dekorasinya menarik, tetapi suasananya masih terasa kurang nyaman? Bisa jadi, masalahnya bukan pada furnitur maupun warna dinding, melainkan pencahayaan yang belum pas. Lampu yang terlalu terang atau hanya mengandalkan satu sumber cahaya terkadang membuat kamar terasa kaku, padahal kamu ingin menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan.
Kabar baiknya, membuat kamar lebih cozy tidak harus selalu membeli lampu dekoratif mahal atau melakukan renovasi. Beberapa perubahan pencayaan sederhana, kamu bisa membuat suasana kamar berubah tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.
1. Pilih lampu dengan warna cahaya warm white

ilustrasi lampu kamar (pexels.com/lalesh aldarwish) Salah satu cara paling mudah untuk menciptakan suasana cozy adalah memilih lampu dengan warna cahaya warm white. Cahaya ini memiliki nuansa kekuningan yang lembut sehingga cocok untuk kamar tidur, terutama ketika kamu ingin bersantai setelah menjalani aktivitas seharian.
Untuk mendapatkan efek tersebut, kamu bisa memilih lampu LED dengan temperatur warna sekitar 2700Kelvin hingga 3000Kelvin. Angka Kelvin yang lebih rendah menghasilkan cahaya lebih hangat, sedangkan angka yang lebih tinggi cenderung menghasilkan cahaya putih yang terasa lebih dingin.
2. Jangan hanya mengandalkan satu lampu utama

ilustrasi lampu kamar tidur berwarna kuning (unsplash.com/Erick Palacio) Kamar yang hanya mengandalkan satu lampu plafon sering kali terasa terlalu terang di satu titik, tetapi kurang nyaman di sudut lainnya. Cahaya yang menyebar langsung dari atas juga bisa menghasilkan bayangan tajam sehingga suasana kamar terasa kurang hangat.
"Pencahayaan langsung yang mengarah ke bawah memang bagus untuk keperluan bersih-bersih, tetapi bisa benar-benar merusak suasana kamar tidur di waktu-waktu lainnya," ujar Anna Drummond, arsitek dan desainer dikutip dari Livingetc.
Sebagai alternatif, kombinasikan lampu utama dengan lampu meja, lampu baca, atau lampu berdiri jika sudah memilikinya. Tidak harus menyalakan semuanya sekaligus. Saat beristirahat, cukup gunakan lampu kecil di dekat tempat tidur, sedangkan lampu utama bisa digunakan ketika membutuhkan pencahayaan lebih terang. Perbedaan sumber cahaya ini membantu menciptakan suasana yang lebih fleksibel.
3. Manfaatkan lampu meja dan lampu tidur untuk menciptakan suasana hangat

ilustrasi mengatur pencahayaan kamar tidur (freepik.com/DCStudio) Lampu meja atau lampu tidur bisa menjadi elemen sederhana yang membuat kamar terasa lebih nyaman. Cahaya dari lampu berukuran kecil biasanya lebih terarah dan tidak menyinari seluruh ruangan secara berlebihan. Cocok digunakan ketika membaca buku, menikmati waktu santai, atau sekadar bersiap tidur.
Kalau belum memiliki lampu tidur, kamu bisa memanfaatkan lampu meja belajar yang sudah tersedia. Letakkan di sudut kamar atau di atas meja samping tempat tidur, lalu arahkan cahaya agar tidak langsung menyilaukan mata. Jika lampu memiliki pengaturan tingkat kecerahan, gunakan cahaya lebih redup ketika malam mulai larut. Pastikan kabel tertata rapi dan lampu diletakkan pada permukaan yang stabil.
4. Gunakan pencahayaan tidak langsung agar kamar terasa lebih lembut

Ilustrasi pencayahaan kamar (generated image by ChatGPT/Robertus Ari) Pencahayaan tidak langsung atau indirect lighting merupakan teknik memanfaatkan cahaya yang dipantulkan terlebih dahulu melalui dinding, plafon, atau permukaan lain. Hasilnya, cahaya terasa lebih menyebar dan tidak terlalu tajam. Teknik ini cocok untuk kamu yang ingin menciptakan suasana kamar seperti hotel atau penginapan yang nyaman.
"Saya sangat memperhatikan penempatan dan arah setiap titik lampu, misalnya, dengan memilih lampu baca bernuansa hangat yang dipasang di posisi rendah agar cahayanya tidak menyilaukan saat mengenai bantal, atau menyembunyikan lampu LED strip pada perabotan untuk menciptakan pancaran cahaya yang lembut,” jelas Philippa.
“Tujuannya adalah untuk menyelaraskan dengan ritme alami sepanjang hari serta mendukung waktu istirahat dan relaksasi di malam hari," tambahnya.
Kamu tidak harus memasang lampu tersembunyi atau melakukan renovasi untuk menerapkan konsep ini. Cobalah mengarahkan lampu meja ke dinding agar cahaya memantul dan menyebar lebih lembut. Jika memiliki lampu LED dekoratif, letakkan di area yang tidak langsung terlihat oleh mata, misalnya di belakang meja atau di bagian bawah rak.
5. Atur tingkat kecerahan lampu sesuai aktivitas

ilustrasi lampu belajar (unsplash.com/@ihuzaifatariq) Kamar bukan hanya tempat tidur, tetapi juga sering digunakan untuk belajar, bekerja, membaca, atau bersiap menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, pencahayaan sebaiknya tidak dibuat sama sepanjang waktu. Cahaya yang nyaman untuk bersantai belum tentu cukup untuk membaca atau mengerjakan tugas. Saat belajar atau bekerja, gunakan lampu meja yang cukup terang agar tulisan dan benda terlihat jelas.
“Pengendalian sama pentingnya: peredup, sakelar di dekat tempat tidur, dan tirai otomatis, semuanya membantu menyesuaikan ruang sepanjang siang hingga malam hari,” ujar Philippa.
Ketika mulai bersantai, kurangi pencahayaan utama dan gunakan lampu yang lebih lembut. Jika lampu memiliki fitur dimmer, manfaatkan untuk mengatur kecerahan sesuai kebutuhan. Menjelang tidur, redupkan lampu dan hindari cahaya terang yang langsung mengarah ke mata agar kamar terasa lebih tenang.
“Pencahayaan merupakan bagian integral dari pengalaman seseorang saat berada di dalam suatu ruang, sehingga harus dipertimbangkan bersamaan dengan tata letak, elemen interior (seperti lemari tanam atau furnitur tetap), serta sentuhan akhir (finishing),” kata Philippa.
Kamar cozy bukan hanya soal dekorasi cantik atau furnitur mahal, tetapi juga bagaimana pencahayaan menciptakan suasana yang nyaman untuk beraktivitas dan beristirahat. Cobalah mulai dari memilih warna cahaya yang lebih hangat, memanfaatkan lampu kecil, dan mengatur tingkat kecerahan sesuai kebutuhan.


















![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin Ini, Kamu Tipe Murid Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)



