Benarkah Sendok Kayu Berisiko? Ini 6 Penjelasan Pakar Keamanan Pangan

Sendok kayu aman digunakan selama tidak retak, dibersihkan dengan benar, dan dikeringkan sempurna.
Kualitas jenis kayu seperti oak, maple, atau walnut berpengaruh pada ketahanan terhadap mikroba.
Perawatan rutin seperti perebusan berkala dan pemisahan penggunaan untuk bahan mentah dan matang.
Sendok kayu sudah lama jadi andalan banyak orang di dapur. Selain tampilannya estetik, alat masak ini juga terkenal nyaman dipakai untuk mengaduk berbagai jenis makanan. Meski begitu, belakangan muncul kekhawatiran soal kebersihan dan keamanan sendok kayu saat digunakan memasak.
Banyak orang takut pori-pori kayu bisa menyimpan bakteri dan memicu kontaminasi makanan. Sebagian bahkan mulai beralih ke sendok silikon atau stainless steel karena menganggap kayu kurang higienis.
Tapi, benarkah ada risiko tersembunyi di balik alat masak yang satu ini? Yuk, kita simak penjelasan dari pakar keamanan pangan berikut ini supaya kamu gak salah paham lagi.
1. Sendok kayu sebenarnya aman dipakai memasak

Banyak orang mengira sendok kayu berbahaya karena bahannya menyerap cairan dan memiliki pori-pori kecil. Padahal, ilmuwan pangan Dr. Bryan Quoc Le menjelaskan bahwa sendok kayu tetap aman digunakan untuk memasak sehari-hari. Selama kondisinya masih bagus dan dibersihkan dengan benar, alat masak ini gak otomatis menjadi sarang bakteri.
Dr. Bryan Quoc Le menjelaskan bahwa masalah baru muncul ketika sendok kayu sudah retak, pecah, atau memiliki permukaan kasar yang sulit dibersihkan. Sisa makanan bisa terjebak di celah kecil lalu memicu pertumbuhan mikroorganisme. Kondisi itu yang akhirnya meningkatkan risiko kontaminasi pada makanan yang kamu masak.
2. Kualitas sendok kayu ikut menentukan tingkat keamanannya

Gak semua sendok kayu punya kualitas yang sama. Ada jenis kayu tertentu yang dinilai lebih tahan terhadap pertumbuhan mikroba dibanding lainnya. Dr. Bryan Quoc Le menyebut kayu oak, maple, walnut, pine, dan birch memiliki sifat antimikroba yang cukup baik untuk digunakan di dapur.
Jenis kayu oak bahkan disebut paling efektif dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme. Karena itu, kualitas bahan jadi salah satu faktor penting saat memilih alat masak kayu. Semakin bagus kualitas kayunya, biasanya semakin kecil risiko alat tersebut cepat rusak atau menyimpan kotoran.
3. Cara mencuci sendok kayu gak boleh sembarangan

Salah satu kesalahan paling umum adalah membiarkan sendok kayu terlalu lama dalam air. Kebiasaan ini bisa membuat kayu cepat lembap, retak, hingga lebih mudah menyerap sisa makanan. Akibatnya, bakteri lebih gampang berkembang di permukaan alat masak tersebut.
Dr. Bryan Quoc Le menyarankan agar sendok kayu dicuci menggunakan air panas dan sabun setelah dipakai. Setelah itu, alat harus benar-benar dikeringkan sebelum disimpan. Proses pengeringan kadang membutuhkan waktu cukup lama, bahkan bisa sampai 24 jam tergantung ketebalan kayunya.
4. Merebus sendok kayu bisa membantu membunuh bakteri

Banyak orang hanya mencuci sendok kayu seperti biasa tanpa melakukan perawatan tambahan. Padahal, alat masak berbahan kayu juga perlu disterilkan sesekali agar lebih higienis. Salah satu caranya adalah dengan merebusnya dalam air panas.
Dr. Bryan Quoc Le menyarankan perebusan dilakukan secara berkala untuk membantu menghancurkan biofilm atau lapisan mikroorganisme yang bisa menempel di permukaan kayu. Jika kamu sering memasak daging atau produk susu, perebusan sebaiknya dilakukan setidaknya sebulan sekali agar kebersihan alat tetap terjaga.
5. Risiko terbesar justru berasal dari kontaminasi silang

Masalah utama dalam penggunaan sendok kayu ternyata bukan semata-mata bahannya, lho, melainkan cara pemakaiannya juga. Banyak orang tanpa sadar memakai satu sendok untuk berbagai makanan berbeda dalam waktu bersamaan. Kebiasaan ini bisa memicu perpindahan bakteri dari satu makanan ke makanan lain.
Contohnya, sendok yang dipakai mengaduk ayam mentah sebaiknya gak langsung digunakan untuk mencicipi mi atau saus matang. Bakteri dari bahan mentah bisa berpindah dan meningkatkan risiko keracunan makanan. Karena itu, penting untuk memisahkan alat masak saat mengolah bahan mentah dan makanan siap makan.
6. Sendok kayu juga perlu dirawat agar lebih awet

Selain dibersihkan, sendok kayu juga perlu dirawat supaya gak cepat retak atau kasar. Permukaan kayu yang mulai pecah bisa menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan bakteri. Kondisi itu membuat alat jadi lebih sulit dibersihkan secara maksimal.
Banyak produsen alat dapur menyarankan penggunaan minyak mineral khusus untuk menjaga kelembapan kayu. Minyak tersebut membantu mencegah retakan dan membuat permukaan sendok tetap halus. Dengan perawatan yang tepat, sendok kayu bisa bertahan lama sekaligus tetap aman digunakan untuk memasak.
Sendok kayu ternyata gak seberbahaya yang sering dibayangkan banyak orang. Pakar keamanan pangan justru menilai alat masak ini aman dipakai selama kondisinya masih baik dan dirawat dengan benar. Kunci utamanya ada pada kebersihan, cara penggunaan, serta perawatan rutin supaya kayu gak retak atau menyimpan sisa makanan.
Jadi, kamu gak perlu buru-buru menyingkirkan sendok kayu dari dapur. Selama digunakan dengan bijak, alat masak klasik ini tetap bisa jadi pilihan aman sekaligus nyaman untuk menemani aktivitas memasak sehari-hari.



















