Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Cara Bersihkan Kolong Furnitur Tanpa Bikin Pinggang Sakit

6 Cara Bersihkan Kolong Furnitur Tanpa Bikin Pinggang Sakit
ilustrasi pasangan sedang membersihkan rumah (pexels.com/annushka-ahuja)

Membersihkan rumah memang penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan. Sayangnya, bagian kolong furnitur sering jadi area yang paling dihindari karena susah dijangkau dan bikin badan pegal. Padahal, ada cara-cara praktis yang bisa kamu lakukan tanpa harus menyiksa punggung.

Dengan teknik yang tepat, aktivitas bersih-bersih bisa jadi lebih ringan dan efisien. Kamu juga nggak perlu lagi repot menggeser furnitur berat setiap saat. Yuk, simak beberapa trik berikut ini!

1. Gunakan kemoceng bertangkai panjang

ilustrasi membersihkan lantai
ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/shvets-production)

Kalau kamu ingin cara simpel tanpa ribet, kemoceng bertangkai panjang bisa jadi andalan. Alat ini dirancang untuk menjangkau area sempit, termasuk kolong sofa atau tempat tidur. Jadi, kamu tetap bisa membersihkan tanpa harus membungkuk terlalu lama.

Menariknya, bahan microfiber pada kemoceng mampu menangkap debu dengan lebih efektif. Debu yang biasanya menumpuk di area tersembunyi bisa langsung terangkat dalam sekali usap. Selain praktis, cara ini juga lebih aman untuk punggungmu.

“Alat-alat ini bisa dengan mudah masuk ke bawah tempat tidur, sofa, dan lemari. Sangat efektif untuk mengangkat gumpalan debu,” ujar Claudia Meneses, CEO dan pendiri AvantiGreen Eco Cleaning, dikutip dari Real Simple.

2. Manfaatkan vacuum dengan selang panjang

ilustrasi membersihkan debu di bawah furnitur
ilustrasi membersihkan debu di bawah furnitur (pexels.com/liliana-drew)

Buat kamu yang ingin hasil lebih maksimal, vacuum cleaner dengan selang panjang adalah pilihan tepat. Dengan alat ini, kamu bisa tetap berdiri tegak saat membersihkan, sehingga tekanan pada tulang belakang berkurang. Risiko pegal atau cedera pun jadi lebih kecil.

Selain itu, vacuum dengan aksesori tambahan bisa menjangkau celah sempit yang sulit dijangkau tangan. Debu halus hingga kotoran kecil bisa tersedot dengan lebih optimal. Hasilnya bukan cuma bersih, tapi juga lebih higienis.

3. Gunakan furniture sliders untuk memudahkan

ilustrasi furniture kayu (pexels.com/vladakarpovich)
ilustrasi furniture kayu (pexels.com/vladakarpovich)

Dalam kondisi tertentu, memindahkan furnitur memang tidak bisa dihindari. Nah, supaya tidak membebani tubuh, kamu bisa menggunakan furniture sliders sebagai alas geser. Alat ini membantu mengurangi gesekan sehingga furnitur berat bisa digeser dengan lebih ringan.

Penggunaannya juga cukup praktis untuk jangka panjang. Kamu tidak perlu lagi mengangkat furnitur setiap kali ingin membersihkan bagian bawahnya. Cukup dorong perlahan, dan area yang sebelumnya tersembunyi bisa langsung dibersihkan tanpa bikin pinggang sakit.

4. Andalkan robot vacuum agar lebih praktis

ilustrasi robot vacuum (pexels.com/atomlaborblog)
ilustrasi robot vacuum (pexels.com/atomlaborblog)

Kalau kamu tipe yang suka solusi instan, robot vacuum bisa jadi pilihan paling praktis. Alat ini dirancang dengan bentuk ramping sehingga bisa masuk ke kolong furnitur tanpa bantuan manual. Cocok banget untuk menjaga kebersihan harian tanpa effort besar.

Selain menghemat tenaga, robot vacuum juga membantu mencegah penumpukan debu dalam jangka panjang. Kamu bisa menjalankannya secara otomatis sambil melakukan aktivitas lain. Hasilnya, rumah tetap bersih tanpa harus capek sendiri.

5. Fokus bersihkan bagian pinggir jika sulit dijangkau

ilustrasi membersihkan lantai
ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/shvets-production)

Kalau bagian tengah kolong furnitur benar-benar sulit dijangkau, kamu tidak perlu memaksakan diri. Cukup fokus membersihkan bagian pinggirnya terlebih dahulu, karena area ini biasanya menjadi tempat debu paling banyak berkumpul. Cara ini tetap efektif untuk menjaga kebersihan secara keseluruhan.

Dengan rutin membersihkan bagian tepi, jumlah debu dan alergen bisa berkurang signifikan. Selain lebih ringan dilakukan, metode ini juga jauh lebih aman untuk tubuh. Jadi, kamu tetap bisa menjaga rumah bersih tanpa harus bekerja terlalu keras.

“Kamu tidak harus menjangkau sampai ke tengah bawah sofa untuk memberikan perubahan. Menyedot debu atau mengelap sekitar 15 hingga 30 cm pertama sudah sangat mengurangi debu dan allergen,” ujar Robin Murphy, Chief Cleaning Officer Maid Brigade, dikutip dari Real Simple.

6. Gunakan air blower untuk mengeluarkan debu tersembunyi

ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/matilda-wormwood)
ilustrasi membersihkan lantai (pexels.com/matilda-wormwood)

Kalau debu di kolong furnitur terasa sulit dijangkau, kamu bisa mencoba menggunakan air blower. Alat ini bekerja dengan meniup debu keluar dari celah sempit yang tidak bisa dijangkau oleh kemoceng atau vacuum. Cara ini sangat membantu untuk membersihkan sudut tersembunyi tanpa harus banyak bergerak.

Setelah debu terdorong keluar, kamu tinggal membersihkannya dengan vacuum atau kain. Prosesnya jadi lebih cepat dan tidak menguras tenaga, sehingga aman untuk punggung. Teknik ini juga efektif untuk memastikan tidak ada debu yang tertinggal di area sulit.

“Alat ini meniup debu ke arah tepi, sehingga kamu bisa dengan mudah menyedotnya menggunakan vacuum,” ujar Karina Toner, cleaning expert dan operations manager di Spekless, dikutip dari Homes & Gardens.

Membersihkan rumah nggak harus selalu identik dengan pekerjaan berat. Dengan alat yang tepat dan teknik yang lebih cerdas, kamu bisa menjaga kebersihan tanpa mengorbankan kesehatan punggung. Jadi, mulai sekarang nggak ada alasan lagi untuk melewatkan kolong furnitur saat bersih-bersih, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

IP Expo Indonesia 2026 Pertemukan Raksasa IP Global, Brand & Ekonomi Kreatif di Jakarta

07 Mei 2026, 10:41 WIBLife