Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cara Membantu Anak Usia 8 Tahun untuk Belajar dan Berkembang

Cara Membantu Anak Usia 8 Tahun untuk Belajar dan Berkembang
ilustrasi orangtua menasihati anak (pexels.com/augustderichelieu)

Memasuki usia 8 tahun, anak berada di fase middle childhood atau masa kanak-kanak pertengahan. Di tahap ini, mereka mengalami perkembangan pesat dalam kemampuan berpikir, emosi, hingga keterampilan sosial yang semakin kompleks.

“Siswa usia delapan tahun mulai memahami angka dengan cara yang lebih kompleks,” jelas Elizabeth Fraley, MEd, CEO Kinder Ready Inc., sebuah program pendidikan di Los Angeles, dikutip dari Parents.

Di usia ini, anak mulai lebih mandiri, punya rasa ingin tahu tinggi, dan mulai memahami konsep yang lebih abstrak. Mereka juga mulai membentuk identitas diri serta mencari peran dalam lingkungan sosial. Karena itu, penting bagi orangtua memberi dukungan yang tepat agar tumbuh kembangnya optimal. Yuk, simak cara membantu anak usia 8 tahun belajar dan berkembang!

1. Beri anak ruang untuk mandiri, tapi tetap didampingi

ilustrasi anak membaca (pexels.com/olly)
ilustrasi anak membaca (pexels.com/olly)

Anak usia 8 tahun sudah mulai ingin melakukan banyak hal sendiri, mulai dari mengerjakan tugas hingga mengambil keputusan kecil. Memberikan ruang untuk mandiri bisa membantu mereka belajar tanggung jawab dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun, orangtua tetap perlu hadir sebagai pendamping yang siap membantu saat dibutuhkan.

Keseimbangan antara kebebasan dan dukungan ini penting agar anak tidak merasa ditinggalkan atau terlalu dikontrol. Biarkan anak mencoba, bahkan jika mereka melakukan kesalahan, karena itu bagian dari proses belajar. Dengan begitu, anak akan lebih berani menghadapi tantangan baru.

2. Libatkan anak dalam tanggung jawab sehari-hari

ilustrasi memasak ibu dan anak (pexels.com/rdne)
ilustrasi memasak ibu dan anak (pexels.com/rdne)

Memberikan tugas rumah tangga sederhana bisa membantu anak memahami arti tanggung jawab sejak dini. Misalnya, merapikan tempat tidur, membantu mencuci pakaian, atau merawat hewan peliharaan. Aktivitas ini juga melatih keterampilan hidup yang akan berguna di masa depan.

Selain itu, tanggung jawab kecil membuat anak merasa dipercaya dan dihargai dalam keluarga. Hal ini berpengaruh besar terhadap perkembangan emosional dan kepercayaan diri mereka. Anak pun akan belajar bahwa setiap anggota keluarga memiliki peran penting.

“Pada usia ini, anak umumnya sudah mampu menjaga kebersihan diri, seperti menyikat gigi dan mandi,” ujar Dr. Pierrette Mimi Poinsett, seorang dokter anak, dikutip dari Parents.

3. Dukung kebiasaan membaca dan belajar

ilustrasi anak menulis (pexels.com/mariaturkmani)
ilustrasi anak menulis (pexels.com/mariaturkmani)

Kemampuan literasi anak berkembang pesat di usia ini, sehingga penting untuk membangun kebiasaan membaca. Orangtua bisa menyediakan berbagai jenis buku yang menarik sesuai minat anak. Selain itu, ajak anak berdiskusi tentang apa yang mereka baca agar kemampuan berpikirnya semakin terasah.

Tidak hanya membaca sendiri, anak juga tetap membutuhkan interaksi dengan orangtua dalam proses belajar. Membacakan buku atau mendengarkan anak membaca bisa menjadi momen bonding yang berkualitas. Aktivitas ini juga membantu memperkaya kosakata dan pemahaman mereka.

“Bacakan buku untuk anak, tetapi juga beri mereka kesempatan untuk membacakan kepada kamu,” ujar Dr. Pierrette Mimi Poinsett.

4. Ajarkan anak mengelola emosi dengan sehat

ilustrasi orangtua menasihati anak (pexels.com/augustderichelieu)
ilustrasi orangtua menasihati anak (pexels.com/augustderichelieu)

Di usia 8 tahun, anak mulai merasakan emosi yang lebih kompleks, seperti frustrasi atau kecewa. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengajarkan cara mengelola emosi dengan baik. Misalnya, dengan teknik sederhana seperti menarik napas dalam atau menghitung sampai sepuluh.

Selain itu, orangtua juga perlu menjadi contoh dalam mengelola emosi. Tunjukkan bagaimana menghadapi situasi sulit dengan tenang dan rasional. Dengan begitu, anak akan meniru cara tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

5. Dorong kemampuan memecahkan masalah

ilustrasi anak sedang bereksperimen
ilustrasi anak sedang bereksperimen (pexels.com/gabbyk)

Alih-alih langsung membantu, orangtua sebaiknya memberi kesempatan anak untuk mencari solusi sendiri. Misalnya saat mereka lupa membawa perlengkapan sekolah atau kesulitan menyelesaikan tugas. Ajak anak berpikir dan mencari alternatif solusi yang bisa dilakukan.

Proses ini akan melatih kemampuan berpikir kritis dan kemandirian anak. Mereka juga belajar bahwa setiap masalah memiliki jalan keluar jika dipikirkan dengan baik. Dukungan orangtua tetap penting, tetapi bukan berarti mengambil alih sepenuhnya.

6. Bangun citra diri yang positif

ilustrasi orangtua dan anak  bermain jengga  (pexels.com/rdne)
ilustrasi orangtua dan anak bermain jengga (pexels.com/rdne)

Di usia ini, anak mulai menyadari penampilan dan membandingkan diri dengan orang lain. Jika tidak diarahkan, hal ini bisa memengaruhi kepercayaan diri mereka. Oleh karena itu, penting untuk menanamkan bahwa kesehatan dan usaha lebih penting daripada sekadar penampilan.

Ajak anak melakukan aktivitas yang membuat mereka merasa bangga terhadap dirinya sendiri. Misalnya olahraga, seni, atau hobi lain yang mereka sukai. Dengan begitu, mereka akan memiliki rasa percaya diri yang lebih kuat dan sehat.

“Siswa pada usia ini sudah terampil berinteraksi dengan orang dewasa dan teman sebaya. Mereka cenderung lebih sering melakukan kontak mata dan telah memiliki pertemanan yang stabil serta menyenangkan,” ujar Elizabeth Fraley, Med.

Mendampingi anak usia 8 tahun memang membutuhkan kesabaran dan pemahaman yang lebih dalam. Dengan pendekatan yang tepat, orangtua bisa membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

5 Tips Bawa Barang Wajib saat Cuaca Gak Menentu

07 Mei 2026, 09:31 WIBLife