Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Mengatur Area Sampah di Rumah, Tak Menimbulkan Bau

ilustrasi membuang sampah
ilustrasi membuang sampah (unsplash.com/Neakasa)
Intinya sih...
  • Pisahkan jenis sampah sejak dari sumbernya untuk mengurangi bau dan memudahkan pengangkutan serta daur ulang.
  • Gunakan tempat sampah tertutup dan mudah dicuci agar aroma tidak menyebar ke ruangan lain, serta atur lokasi area sampah dengan sirkulasi udara baik.
  • Gunakan lapisan kantong dan pengikat yang kuat, bersihkan wadah dan area sekitarnya secara terjadwal untuk menjaga kebersihan rumah secara menyeluruh.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Area sampah di rumah memegang peran penting dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan hunian. Penanganan yang kurang tepat bisa memicu bau tidak sedap, mengundang serangga, dan meningkatkan risiko penyebaran kuman. Karena itu, area sampah perlu dibuat rapi, tertutup, dan mudah dibersihkan.

Pengelolaan sampah yang baik tidak selalu membutuhkan peralatan mahal atau sistem yang rumit. Yang dibutuhkan adalah penempatan yang tepat, wadah yang sesuai, serta kebiasaan perawatan yang konsisten. Lebih jelasnya, berikut beberapa cara mengatur area sampah di rumah agar tetap higienis dan aman untuk seluruh penghuni rumah.

1. Pisahkan jenis sampah sejak dari sumbernya

ilustrasi memilah sampah
ilustrasi memilah sampah (unsplash.com/Getty Images)

Pisahkan sampah organik, anorganik, dan residu sejak pertama kali dibuang agar tidak tercampur di satu wadah. Pemisahan ini membantu mengurangi bau karena sisa makanan tidak bercampur dengan plastik atau kertas kotor. Proses pengangkutan dan daur ulang juga menjadi lebih mudah dilakukan.

Gunakan tempat sampah berbeda dengan tanda yang jelas supaya semua anggota rumah bisa mengikuti sistem yang sama. Sebaiknya beri label atau warna penanda agar tidak tertukar saat digunakan. Pola pemisahan sejak awal membuat area sampah lebih terkendali dan tidak berantakan.

2. Gunakan tempat sampah tertutup dan mudah dicuci

ilustrasi tempat sampah
ilustrasi tempat sampah (unsplash.com/Toa Heftiba)

Pilih tempat sampah dengan penutup rapat untuk menahan aroma dan mencegah lalat atau kecoa masuk. Model dengan pedal kaki lebih higienis karena tidak perlu disentuh tangan saat membuka. Bahan plastik tebal atau logam berlapis memudahkan proses pembersihan rutin.

Pastikan bagian dalam wadah memiliki permukaan halus agar sisa kotoran tidak menempel lama. Wadah yang mudah dilepas bagian dalamnya mempercepat proses cuci dan kering. Kondisi tempat sampah yang bersih memutus sumber bau sebelum menyebar ke ruangan lain.

3. Atur lokasi area sampah dengan sirkulasi udara baik

ilustrasi membuang sampah
ilustrasi membuang sampah (unsplash.com/Getty Images)

Tempatkan area sampah di titik yang memiliki aliran udara, namun tidak terlalu dekat dengan area memasak atau makan. Sirkulasi udara membantu mengurangi penumpukan aroma tidak sedap di satu titik. Hindari sudut tertutup yang lembap karena kondisi tersebut mendukung pertumbuhan bakteri.

Jika area sampah berada di dalam rumah, pilih titik yang mudah dijangkau saat membuang keluar. Akses yang praktis mendorong kebiasaan membuang sampah tepat waktu. Penempatan yang tepat membuat kebersihan lebih mudah dijaga setiap hari.

4. Gunakan lapisan kantong dan pengikat yang kuat

ilustrasi membuang sampah
ilustrasi membuang sampah (unsplash.com/Toa Heftiba)

Lapisi tempat sampah dengan kantong plastik atau biodegradable bag yang cukup tebal agar tidak mudah bocor. Kebocoran cairan dari sisa makanan menjadi sumber utama bau dan noda di dasar wadah. Kantong yang kuat menjaga permukaan tempat sampah tetap kering.

Ikat kantong sampah dengan rapat sebelum dipindahkan ke tempat pembuangan utama. Penutupan yang baik mencegah cairan dan aroma keluar selama proses pemindahan. Langkah sederhana ini menurunkan risiko kontaminasi pada lantai dan tangan.

5. Bersihkan wadah dan area sekitarnya secara terjadwal

ilustrasi tempat sampah
ilustrasi tempat sampah (unsplash.com/Getty Images)

Cuci tempat sampah dengan sabun dan air panas secara berkala agar bakteri tidak berkembang. Sikat bagian sudut dan tutup karena area tersebut mudah menyimpan sisa kotoran. Setelah dicuci, keringkan dengan baik sebelum dipakai kembali.

Lap lantai dan dinding di sekitar area sampah dengan cairan pembersih untuk menghilangkan cipratan yang tidak terlihat. Tambahkan penyerap bau alami seperti baking soda atau arang aktif di dasar wadah. Perawatan terjadwal menjaga area tetap bersih dan aman digunakan.

Area sampah yang tertata rapi membantu menjaga kualitas udara dan kebersihan rumah secara menyeluruh. Cara mengatur area sampah di rumah bisa dimulai dengan sistem pemisahan, wadah tertutup, dan jadwal pembersihan membuat risiko bau dan penyakit dapat ditekan. Dengan kebiasaan yang konsisten, pengelolaan sampah menjadi bagian rutin dari pola hidup sehat di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Life

See More

Karier Zodiak Minggu Pertama Februari 2026, Virgo Harus Kerja Efisien

02 Feb 2026, 07:00 WIBLife