Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Menguras Penampungan Air untuk Cegah Jentik Nyamuk

Cara Menguras Penampungan Air untuk Cegah Jentik Nyamuk
ilustrasi air di ember (pexels.com/Teona Swift)
  • Air tergenang, meski terlihat bersih dan tidak berbau, dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak karena jentik dan telur bisa menempel pada wadah.
  • Pengurasan efektif dilakukan dengan mengosongkan wadah sepenuhnya, menyikat dinding, dasar, sudut, tutup, serta memeriksa celah dan genangan di sekitarnya.
  • Setelah dibilas dan diisi air bersih, wadah harus ditutup serta dikuras berkala; periksa pula pot, talang, ember, dan wadah lain yang berpotensi menampung air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, drum, atau toren biasanya ada di setiap rumah. Tempat-tempat tersebut perlu diperhatikan kebersihannya karena air yang dibiarkan tergenang dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Yang sering tidak disadari, jentik nyamuk bisa muncul meskipun air terlihat bersih dan tidak berbau.

Menjaga tempat penampungan air tetap bersih bukan hanya membuat kamar mandi terlihat rapi. Kebiasaan menguras dan membersihkan wadah air secara rutin merupakan salah satu langkah mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk di sekitar rumah. Prosesnya pun gak sulit, berikut lima langkah menguras tempat penampungan air!

  1. 1. Kosongkan air sampai benar-benar tidak tersisa

    Membuang air
    ilustrasi membuang air (pexels.com/cottonbro)

    Langkah pertama untuk membersihkan tempat penampungan air adalah menguras seluruh isinya. Jangan hanya membuang sebagian air lalu menambahkan air baru karena itu gak cukup untuk membersihkan bagian dalam wadah. Jika menggunakan bak mandi, buka saluran pembuangan dan biarkan air mengalir sampai bak benar-benar kosong.

    Untuk ember atau wadah yang lebih kecil, buang air di tempat yang gak memungkinkan air kembali menggenang. Perhatikan juga air yang mungkin tertinggal di sudut, lekukan, atau bagian bawah wadah. Jentik nyamuk berukuran kecil, terkadang tak langsung terlihat. Bahkan, telur nyamuk dapat menempel pada permukaan wadah di dekat garis air dan berpotensi menetas ketika kembali terkena air.

  2. 2. Sikat dinding dan dasar tempat penampungan air

    Menyikat dinding
    ilustrasi menyikat dinding (pexels.com/Karola G)

    Setelah air habis, gunakan sikat untuk membersihkan seluruh bagian dalam tempat penampungan. Perhatikan dinding, dasar wadah, sudut-sudut sempit, serta area yang biasanya berada tepat di sekitar permukaan air. Gunakan sikat yang cukup kuat untuk mengangkat kotoran dan lapisan yang menempel, tapi tetap hati-hati agar tidak merusaknya.

    Sikat bagian dalam secara menyeluruh, bukan hanya area yang terlihat kotor. Langkah ini penting karena telur nyamuk dapat menempel pada permukaan wadah. Menggosok permukaannya bisa melepaskan telur, lendir, atau kotoran yang menjadi tempat jentik berkembang. Jangan lupa membersihkan bagian tutup jika wadah memiliki penutup.

  3. 3. Periksa sudut, tutup, dan bagian yang sering terlewat

    Toren air
    ilustrasi toren air (pexels.com/ Magda Ehlers)

    Membersihkan tempat penampungan air gak hanya menggosok bagian tengah bak atau ember. Justru, area kecil yang sering terlewat bisa menjadi tempat yang perlu diperhatikan. Periksa sudut bak, bagian bawah tutup, pinggiran wadah, sambungan, serta area di sekitar saluran masuk dan keluar air.

    Kalau menggunakan toren atau wadah tertutup, pastikan tutupnya terpasang dengan baik dan tidak memiliki celah yang memungkinkan nyamuk masuk. Untuk wadah yang berada di luar rumah, periksa juga bagian luarnya. Air hujan yang tertampung pada tutup, cekungan, atau benda di sekitar wadah juga dapat menjadi genangan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, lho!

  4. 4. Bilas dan isi kembali dengan air bersih

    Membersihkan kamar mandi
    ilustrasi membersihkan kamar mandi (pexels.com/ Gustavo Fring)

    Setelah seluruh bagian tempat penampungan disikat, bilas menggunakan air bersih. Pastikan tidak ada sisa kotoran atau pembersih yang tertinggal sebelum wadah kembali digunakan. Jika wadah digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, gunakan produk pembersih sesuai peruntukannya dan ikuti petunjuk pada label.

    Jangan mencampur berbagai bahan pembersih secara sembarangan karena beberapa bahan kimia dapat menghasilkan uap atau senyawa yang berbahaya. Setelah dibilas, isi kembali tempat penampungan dengan air bersih sesuai kebutuhan. Jika wadah memiliki tutup, segera tutup setelah pengisian selesai.

  5. 5. Selalu kuras secara berkala, bukan sekali waktu

    Membersihkan kamar mandi
    ilustrasi membersihkan kamar mandi (pexels.com/Matilda Wormwood)

    Membersihkan tempat penampungan air satu kali tidaklah cukup. Kunci untuk mencegah jentik nyamuk adalah menjadikannya bagian dari rutinitas kebersihan rumah. Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan tidak ada jentik, telur, atau genangan yang muncul kembali.

    Frekuensi pengurasan dapat disesuaikan dengan jenis wadah, kondisi air, dan seberapa cepat wadah tersebut kotor. Selain menguras bak mandi atau ember, periksa juga wadah lain yang bisa menampung air. Pot tanaman, tatakan pot, ember yang gak digunakan, tempat minum hewan, talang air, dan barang bekas yang berada di halaman bisa menjadi lokasi genangan tanpa disadari.

    Menjaga tempat penampungan air bebas dari jentik nyamuk sebenarnya gak merepotkan. Kamu hanya perlu melakukan langkah-langkah di atas agar nyamuk tidak mudah masuk dan berkembang biak. Selain bebas jentik nyamuk, rumah jadi lebih bersih dan terawat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More