"51 persen siswa yang disurvei mengatakan mereka belajar paling baik dengan melakukan, sementara hanya 12 persen mengatakan mereka belajar melalui mendengarkan," ujarnya.
Kebiasaan Belajar yang Mulai Ditinggalkan Generasi Muda

- Teknologi digital dan AI mengubah cara belajar generasi muda dengan menyediakan akses luas ke materi, latihan, penjelasan, serta diskusi interaktif.
- Generasi muda makin meninggalkan pembelajaran pasif; 51 persen siswa yang disurvei belajar paling baik dengan praktik, sedangkan 12 persen melalui mendengarkan.
- Buku fisik dan belajar mandiri bukan lagi satu-satunya pilihan; Gen Z memanfaatkan konten digital, diskusi daring, dan kolaborasi, dengan 60 persen senang berbagi pengetahuan online.
Di era teknologi yang semakin canggih, generasi muda mulai mengubah berbagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara belajar. Kemudahan mengakses informasi melalui internet, membuat banyak orang kini memanfaatkan kehadiran media digital untuk mencari materi atau pengetahuan yang mereka butuhkan.
Kehadiran artificial intelligence (AI) juga berperan besar dalam mengubah pola belajar generasi muda. AI memberikan akses yang lebih luas terhadap berbagai sumber pembelajaran, mulai dari penjelasan materi, latihan soal, hingga diskusi interaktif. Kondisi ini membuat sejumlah kebiasaan belajar yang dulu umum dilakukan, perlahan mulai ditinggalkan. Lantas, kebiasaan belajar apa saja yang mulai berubah? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Pembelajaran pasif

Pada generasi sebelumnya, proses belajar umumnya dilakukan dengan menghadiri kelas, mendengarkan penjelasan guru atau dosen, mencatat materi, lalu menghafalnya. Kini, generasi muda cenderung tidak puas hanya menjadi pendengar. Mereka ingin terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan memperoleh pengalaman secara langsung.
Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda lebih menyukai metode belajar yang interaktif dibandingkan hanya memahami materi melalui penjelasan satu arah. Mereka merasa lebih mudah memahami konsep ketika dapat mempraktikkannya secara langsung atau berpartisipasi dalam aktivitas yang berkaitan dengan materi tersebut.
Sieva Kozinsky, Pendiri Enduring Ventures dan Pemimpin The Business Buying Academy, dilansir Forbes, menjelaskan bahwa Gen Z cenderung berkembang ketika diberi kesempatan untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih mendalam. Mereka bahkan menikmati tantangan untuk menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut.
2. Membaca buku fisik

Generasi muda tumbuh dengan akses informasi yang jauh lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka tidak lagi bergantung pada satu sumber belajar karena materi dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital.
Survei Barnes & Noble College, dikutip dari Panopto, menunjukkan bahwa hampir separuh responden Gen Z mengaku lebih mudah mempelajari hal baru dengan melihat atau mendengarkan konten edukatif. Bagi mereka, proses belajar tidak hanya dilakukan melalui buku teks atau kuliah di kelas, tetapi juga melalui berbagai media digital.
Menonton rekaman perkuliahan, menyaksikan video edukatif di internet, membaca panduan belajar daring, hingga mencari informasi melalui mesin pencari menjadi bagian dari kebiasaan belajar mereka. Oleh karena itu, buku fisik tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, melainkan berdampingan dengan berbagai sumber digital yang lebih fleksibel dan mudah diakses.
3. Belajar mandiri

Banyak anggapan yang menyebut bahwa perkembangan teknologi membuat Gen Z lebih memilih menghabiskan waktu sendiri. Namun, kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Alih-alih terisolasi, generasi ini justru memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk terhubung dan belajar bersama orang lain.
“Model pembelajaran campuran yang menggabungkan diskusi daring dengan kolaborasi di dalam kelas dinilai sangat sesuai dengan karakter Gen Z dan terbukti efektif meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses belajar,” demikian ditulis dalam laman Panopto berjudul Rethinking Training And Development For Gen Z Learning Style.
Rasa keterhubungan yang tinggi atau hiperkonektivitas membuat Gen Z nyaman berdiskusi, bertukar ide, dan menyelesaikan tugas bersama melalui teknologi. Dalam Panopto disebutkan, studi menemukan bahwa 60 persen anggota Gen Z senang berbagi pengetahuan dengan orang lain secara daring, baik melalui forum publik maupun dalam lingkaran pertemanan mereka.
Perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan belajar generasi muda menjadi lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif. Meskipun beberapa kebiasaan belajar tradisional mulai ditinggalkan, perubahan ini menunjukkan bahwa Gen Z mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan, membangun koneksi, serta mengembangkan kreativitas dalam proses belajar.

![[PUISI] Belajar dari Arah yang Salah](https://image.idntimes.com/post/20251209/polaron-x-pnkw4vzahic-unsplash_1c645e90-627b-47dc-bebc-c912456b2093.jpg)














![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Karakter Upin & Ipin Berikut?](https://image.idntimes.com/post/20240731/kuis-tebak-karakter-upin-ipin-6-55566cf7f1ec9f5b672c87a76e3236d7.jpg)




