Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengenal Istilah Girlhood Fenomena yang Ramai di Media Sosial

Mengenal Istilah Girlhood Fenomena yang Ramai di Media Sosial
Ilustrasi fase girlhood (paxels.com/adrienn)
Intinya Sih
  • Girlhood awalnya berarti masa anak perempuan sebelum dewasa, tetapi kini meluas menjadi pengalaman emosional dan sosial perempuan saat mengenal serta membentuk diri.
  • Media sosial mempopulerkan girlhood bersama istilah seperti girl dinner dan hot girl walk, sebagai ruang berbagi pengalaman, mengekspresikan identitas, dan menikmati hobi tanpa takut dihakimi.
  • Penggunaan girlhood kini tidak dibatasi usia; konsep ini merayakan proses bertumbuh, hubungan, keberanian, kreativitas, penerimaan diri, dan kebahagiaan dari momen sederhana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah girlhood? Belakangan ini, istilah tersebut semakin sering muncul di media sosial. Tak hanya girlhood, istilah seperti girl dinner, girl math, hingga hot girl walk juga ikut populer dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari, terutama di kalangan en Z.

Meski sering digunakan, masih banyak yang mengira girlhood hanya merujuk pada masa ketika seorang perempuan masih remaja. Padahal, makna istilah ini telah berkembang. Kini, girlhood lebih banyak digunakan untuk menggambarkan pengalaman, proses bertumbuh, serta momen-momen sederhana yang membentuk perjalanan hidup seorang perempuan. Lalu, apa sebenarnya makna di balik istilah tersebut?

1. Memahami istilah girlhood

ilustrasi sahabat sedang mengobrol
ilustrasi sahabat sedang mengobrol (pexels.com/Julia Larson)

Dilansir Cambridge Dictionary, girlhood diartikan sebagai masa ketika seseorang masih menjadi anak perempuan atau belum mencapai usia dewasa. Definisi ini mengacu pada tahap kehidupan sebelum seseorang memasuki masa dewasa.

Namun seiring berkembangnya budaya populer dan media sosial, makna girlhood ikut mengalami perluasan. Kini, istilah tersebut tidak hanya digunakan untuk menggambarkan tahapan usia, tetapi juga pengalaman emosional dan sosial yang dialami perempuan dalam proses mengenal diri, membangun hubungan, menghadapi berbagai tantangan, hingga menemukan kebahagiaan melalui hal-hal sederhana.

Dengan kata lain, girlhood tidak lagi dipahami hanya sebagai fase kehidupan, melainkan juga sebagai cara banyak perempuan merayakan pengalaman yang membentuk diri mereka.

2. Mengapa istilah girlhood populer di media sosial?

Media sosial
ilustrasi media sosial (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Popularitas girlhood tidak lepas dari media sosial. Saat melakukan scrolling, kamu mungkin sering menemukan istilah seperti girl dinner, girl math, hot girl walk, atau berbagai konten yang menyebutkan istilah girlhood. Istilah-istilah tersebut menjadi cara bagi banyak perempuan untuk membagikan pengalaman yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Di sisi lain, konsep ini juga menjadi ruang bagi perempuan untuk merayakan identitas mereka di tengah berbagai ekspektasi dan stereotip yang masih melekat di masyarakat. Melalui girlhood, banyak perempuan merasa lebih bebas mengekspresikan diri, menikmati hobi, atau melakukan hal-hal yang membuat mereka bahagia tanpa takut dihakimi.

"Melalui girlhood, perempuan dapat merangkul sisi feminin mereka dan merasa lebih percaya diri untuk menikmati hal-hal yang mereka sukai. Dengan begitu, mereka memiliki kesempatan untuk menjadi diri sendiri tanpa merasa bersalah," ujar Isobel Croft, kepala pengembangan produksi, dikutip dari Liverpool Guild Student Media.

3. Girlhood bukan hanya tentang usia

Remaja
ilustrasi remaja (pexels.com/Gustavo Fring)

Meski secara definisi berkaitan dengan masa anak perempuan, penggunaan istilah girlhood saat ini tidak lagi dibatasi oleh usia. Banyak perempuan berusia 20-an hingga 30-an masih menggunakan istilah ini untuk menggambarkan proses mereka bertumbuh, mengenal diri, dan menemukan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dikutip dari Girlhood.is, banyak perempuan mendefinisikan girlhood sebagai perjalanan yang dipenuhi keberanian, empati, rasa ingin tahu, kreativitas, hingga proses menerima diri sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa girlhood lebih dipahami sebagai pengalaman emosional daripada sekadar tahapan usia.

4. Merayakan pengalaman menjadi seorang perempuan

Foto secangkir cokelat panas dan kado di atas kain rajut
ilustrasi menikmati waktu santai sebagai bentuk self-reward. (pexels.com)

Pada akhirnya, girlhood bukan hanya tentang mengikuti tren tertentu atau memiliki gaya hidup tertentu. Setiap perempuan memiliki pengalaman yang berbeda-beda, baik dalam menjalin persahabatan, mengejar impian, menghadapi kegagalan, maupun menemukan kebahagiaan dalam hal-hal sederhana.

Karena itulah, banyak perempuan merasa terhubung dengan konsep girlhood. Istilah ini menjadi cara untuk merayakan proses bertumbuh, menghargai perjalanan hidup, serta menyadari bahwa setiap pengalaman memiliki peran dalam membentuk diri mereka saat ini.

Lebih dari sekadar tren yang ramai di media sosial, girlhood menjadi pengingat bahwa proses mengenal diri tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia dewasa. Pengalaman hidup, hubungan yang dibangun, hingga momen-momen sederhana yang membawa kebahagiaan merupakan bagian dari perjalanan yang membentuk jati diri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More