Comscore Tracker

7 Cara Budidaya Burung Merpati bagi Pemula, Gak Butuh Lahan Luas

Bisa kamu praktikkan di rumah

Spesies merpati merupakan burung yang tergolong dalam famili Columbidae. One Kind Planet dalam lamannya menerangkan bahwa merpati termasuk spesies kompleks yang memiliki otak cerdas di atas burung-burung lainnya. Bahkan, berdasarkan studi yang pernah dilakukan, merpati adalah sedikit dari spesies burung yang lolos "ujian" dalam membedakan foto atau gambar yang berbeda.

Nah, karena kecerdasannya itulah, merpati sering dibudidayakan oleh banyak orang. Di beberapa daerah, merpati juga disebut sebagai burung dara. Uniknya, daging burung merpati ini juga diketahui memiliki banyak gizi dan nutrisi layaknya daging unggas lainnya. So, inilah beberapa cara budidaya burung merpati bagi pemula. Yuk, disimak!

Baca Juga: Ramah Lingkungan, Ini 7 Cara Budi Daya Sayur Sawi bagi Pemula

Budidaya burung merpati tidak membutuhkan lahan luas

7 Cara Budidaya Burung Merpati bagi Pemula, Gak Butuh Lahan Luasilustrasi sekumpulan burung merpati (unsplash.com/ArrN Capture)

Membudidayakan burung merpati sebetulnya bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan bagi pemula yang memiliki lahan terbatas. Nah, ada beberapa langkah yang wajib kamu lakukan jika ingin berbudidaya burung merpati.

  1. Langkah awal yang harus dilakukan adalah menyediakan tempat atau kandang. Ingat bahwa spesies ini lebih suka hidup secara berkelompok. Jadi, kandang yang dibuat jangan terlalu kecil. Kamu bisa membuat kandang dengan panjang 1 meter, lebar 60 cm, dan tinggi 40 cm.
  2. Buat dan letakkan kandang menghadap ke timur dan posisikan yang pas dengan sinar Matahari pagi. Pasalnya, unggas memang membutuhkan sinar matahari sebagai bagian penting bagi metabolisme tubuh mereka.
  3. Pilih indukan yang sehat. Kamu bisa mendapatkan induk berkualitas dari peternak merpati profesional di daerahmu. Secara umum, bentuk tubuhnya harus proporsional, lincah, dan bulunya tidak kusam.
  4. Perhatikan kebersihan kandang karena merpati bisa diserang penyakit mematikan. Serangan virus, seperti newcastle disease, paramyxovirus, arbovirus, dan pigeon pox, dapat bersifat mematikan jika kekebalan tubuh merpati sedang tidak bagus.
  5. Perkawinan merpati bisa terjadi jika usia mereka sudah cukup dewasa. Pada dasarnya, merpati adalah hewan monogami yang kawin dengan pasangannya saja.
  6. Nah, hal penting berikutnya adalah pemberian pakan. Kamu bisa memberikan pelet dan makanan alami, seperti biji-bijian, sayur, dan buah.
  7. Tentukan akan dibawa ke mana pembudidayaan yang kamu lakukan. Apakah mereka dipelihara biasa, diikutsertakan lomba, atau dijual dagingnya?

Burung merpati atau dara memiliki daging dengan rasa yang khas dan tentunya bergizi tinggi. Dilansir Nutritionix, daging burung dara mengandung banyak protein, kalori, dan juga potasium. Selain itu, burung dara memiliki kandungan yang tinggi vitamin A dan B kompleks yang bagus bagi kesehatan.

Nah, beberapa cara di atas bisa dilakukan bagi pemula di lahan yang terbatas. Jika dirawat dengan benar, burung merpati atau dara cukup kuat dan tahan banting terhadap lingkungan. So, bagaimana menurutmu? Sudah siap membudidayakan burung merpati?

Baca Juga: 5 Cara Budi Daya Ikan Oscar di Akuarium, dari Pemijahan sampai Panen

Dahli Anggara Photo Verified Writer Dahli Anggara

Age quod agis...

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Yudha
  • Retno Rahayu

Berita Terkini Lainnya