“Yang menarik dari Danshari adalah bagaimana metode ini membantu kita memahami alasan mempertahankan suatu barang. Kita diajak bertanya, apakah barang tersebut benar-benar memberikan manfaat atau hanya disimpan karena rasa bersalah dan pemikiran ‘siapa tahu nanti dibutuhkan’?” ujar Nishant Prasad
Apa Itu Danshari? Metode Decluttering Jepang yang Bikin Rumah Nyaman

Barang di rumah terus bertambah meski kamu sudah sering beres-beres? Bisa jadi, masalahnya bukan hanya soal cara menyimpan barang, tetapi juga kebiasaan saat membeli dan mempertahankan sesuatu yang sebenarnya gak lagi dibutuhkan.
Salah satu metode yang bisa dicoba adalah Danshari, filosofi dari Jepang yang gak sekadar mengajakmu membuang barang. Metode ini juga mendorong perubahan pola pikir agar kamu lebih bijak memiliki, menggunakan, dan menambah barang dalam kehidupan sehari-hari. Jika penasaran, berikut ini penjelesan tentang apa itu danshari decluttering hingga cara menerapkannya!
1. Apa itu danshari?

ilustrasi memasukkan buku ke dalam kardus (pexels.com/karolinagrabowska) Danshari merupakan metode decluttering yang terdiri dari tiga prinsip, yaitu Dan, Sha, dan Ri. Dan berarti menolak barang yang gak diperlukan masuk ke rumah, Sha berarti membuang barang yang sudah gak memberikan manfaat, sedangkan Ri berarti melepaskan keterikatan terhadap barang dan keinginan untuk terus memiliki lebih banyak.
Metode ini gak hanya berfokus pada membuat rumah terlihat lebih rapi dan minimalis. Danshari juga mengajakmu mempertanyakan alasan mempertahankan suatu barang, termasuk apakah benda tersebut masih berguna atau hanya disimpan karena rasa sayang, nostalgia, rasa bersalah, atau pemikiran “siapa tahu nanti dibutuhkan”.
Nishant Prasad, ahli kebersihan sekaligus salah satu pendiri Clean Fanatics, dikutip dari Homes & Gardens, mengatakan bahwa Danshari mendorong seseorang untuk memahami alasan di balik barang yang masih dipertahankan. Dengan begitu, seseorang bisa lebih sadar dalam menentukan apakah suatu barang benar-benar memberikan nilai atau justru hanya memenuhi ruang.
2. Cara menggunakan metode danshari decluttering

ilustrasi decluttering (pexels.com/olly) Metode Danshari gak harus dilakukan sekaligus untuk seluruh rumah. Bagi kamu yang ingin mulai menerapkan gaya hidup minimalis, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan secara bertahap.
1. Mulai dari hal kecil
Mulailah dari satu kategori barang atau area kecil, seperti laci atau lemari, agar proses decluttering gak terasa melelahkan. Periksa setiap barang dan tanyakan apakah benda tersebut masih memberikan manfaat dalam hidupmu saat ini.
2. Buat batasan
Tentukan fungsi untuk setiap area di rumah agar barang gak mudah menumpuk di tempat yang gak semestinya. Misalnya, meja makan digunakan untuk makan dan berinteraksi, bukan sebagai tempat menumpuk surat atau barang lainnya.
3. Jangan terjebak sunk cost
Barang yang dibeli dengan harga mahal gak harus terus disimpan jika sudah gak pernah digunakan. Uang yang sudah dikeluarkan gak akan kembali hanya karena kamu mempertahankan barang tersebut.
4. Nilai setiap barang
Saat memilah barang, pertimbangkan apakah benda tersebut masih memiliki fungsi atau memberikan kebahagiaan. Barang yang hanya dipertahankan karena rasa bersalah, kewajiban, atau nostalgia bisa dipertimbangkan kembali.
“Kuncinya adalah melepaskan barang-barang yang menimbulkan rasa bersalah, kewajiban, atau nostalgia, tetapi sudah gak lagi memiliki fungsi yang berguna atau memberikan kebahagiaan,” ujar Deepak Shukla, spesialis pengorganisasian di Pearl Leamon Cleaners, dikutip dari Homes & Gardens.
5. Terapkan aturan one-in, one-out
Prinsip Ri mengajak seseorang melepaskan keterikatan pada barang dan belajar merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki. Jika belum siap mengurangi belanja secara drastis, kamu bisa mulai dengan aturan one-in, one-out.
Artinya, setiap kali membawa barang baru ke rumah, lepaskan satu barang yang sudah dimiliki. Cara ini membantu mencegah jumlah barang terus bertambah sekaligus membuatmu lebih bijak sebelum membeli sesuatu.
3. Jadikan danshari sebagai kebiasaan

ilustrasi membersihkan rak buku (pexels.com/cottonbro) Danshari bukan kegiatan beres-beres yang cukup dilakukan sekali ketika rumah sudah terlalu penuh. Prinsip ini justru perlu diterapkan dalam keseharian, terutama saat kamu hendak membeli atau membawa sesuatu yang baru ke rumah.
Sebelum berbelanja, coba tanyakan kepada diri sendiri apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau hanya muncul karena keinginan sesaat. Dengan membiasakan diri menolak barang yang gak diperlukan sejak awal, proses decluttering di kemudian hari juga bisa menjadi lebih ringan.
Nishant Prasad mengingatkan bahwa mempertahankan kebiasaan menjadi bagian penting dari Danshari. Ia menyarankan untuk melakukan pengecekan terhadap barang-barang di rumah secara berkala agar semuanya tetap sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang dijalani.
“Keindahan Danshari terletak pada kesederhanaannya, tetapi mempertahankannya membutuhkan komitmen. Saya menemukan bahwa melakukan ‘pengecekan’ secara rutin terhadap ruang di rumah sangat penting. Setiap musim, saya memeriksa kembali barang-barang yang dimiliki untuk memastikan semuanya masih sesuai dengan kehidupan dan nilai-nilai saya.”
Danshari bukan tentang memiliki sesedikit mungkin barang, melainkan belajar lebih sadar dalam menentukan apa yang memang layak dipertahankan. Dengan begitu, rumah gak hanya lebih rapi, tetapi juga lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidupmu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)







![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Hidupmu Lagi Josjis atau Wadidaw](https://image.idntimes.com/post/20260928/inshot_20260928_153854911_034111_64929136-6e6e-497d-a19a-c3592e5b5c74.jpeg)













![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Pahlawan Revolusi Ini?](https://image.idntimes.com/post/20240927/kuis-tebak-gambar-pahlawan-revolusi-15-231c63ddc7b55447b28b8c5c027b2a22.jpg)

