"Tapi kalau warna eksterior, kita sarankan warna yang lebih soft. Warna vibran itu pasti gak tahan (memudar) sama sinar UV. Makanya, kita memang nyaranin warna-warna soft untuk eksterior," ucap Nadya di acara The Forgotten Rooms di IKEA Jakarta Garden City, pada Kamis (17/9/2026) silam.
Gak Semua Warna Cocok untuk Cat Eksterior Rumah, Ini Penjelasannya

Warna eksterior sebaiknya bernuansa soft karena warna vibran lebih mudah memudar akibat paparan sinar UV, meski warna terang masih bisa digunakan di area tanpa sinar matahari langsung.
Pemilihan warna memengaruhi mood penghuni; biru dan hijau muda memberi kesan menenangkan, merah dapat meningkatkan selera makan, sementara warna terang membuat visual ruang terasa lebih ringan.
Warna, produk, dan finishing cat perlu disesuaikan dengan lingkungan rumah: area lembap membutuhkan cat antijamur, area berdebu memerlukan cat mudah dibersihkan, dan finishing gloss lebih mudah dibersihkan daripada matte.
Pernah gak melihat rumah dengan warna-warna cerah? Buat sebagian orang, warna cat eksterior rumah dipilih berdasarkan tren atau warna favorit. Namun, sebenarnya, pemilihan warna cat untuk rumah gak bisa sembarangan, lho!
Warna eksterior atau warna fasad rumah seharusnya mempertimbangkan beberapa faktor, seperti kondisi lingkungan area di mana kamu tinggal sampai paparan sinar matahari. Ternyata, gak semua warna cat cocok untuk eksterior rumahmu. Kenapa, ya?
1. Warna vibran sebaiknya dihindari

ilustrasi rumah (pexels.com/Jakub Zerdzicki) Warna-warna vibran atau mencolok pastinya sangat mencuri perhatian. Sayangnya, justru warna-warna itulah yang patut dihindari. Sebagai Brand Development Specialist Jotun Indonesia, Nadya Cheirin berpendapat bahwa warna terang itu masih bisa digunakan asal gak langsung terkena sinar matahari.
2. Warna cat rumah berkaitan dengan efek psikologis atau mood penghuni

ilustrasi rumah dengan banyak bukaan (pexels.com/Firman Marek_Brew) Nah, mengapa warna soft justru lebih cocok untuk eksterior? Jawabannya berkaitan dengan mood atau kondisi psikologis penghuninya. Nadya Cheirin menjelaskan bagaimana warna sangat berpengaruh pada kondisi emosional atau psikologis seseorang.
Selama ini, ia banyak menemukan fakta bahwa masyarakat sering memilih warna basic seperti butuh untuk cat rumah mereka, baik di dalam maupun luar rumah. Kebanyakan orang tidak terlalu memikirkan sirkulasi, produk, dan warna yang tepat.
"Padahal kalau kita lihat, Scandinavian houses itu udah berani pakai warna-warna yang menyejukkan hati seperti biru muda, hijau muda. Jadi, psikologinya juga bermain di situ," kata Nadya.
Menurutnya, teori warna sangat berperan penting dalam pemilihan warna dinding dan perabotan di rumah. Misalnya, ada empat ruangan. Satu ruangan berwarna gelap dan tiga ruangan berwarna terang juga sangat memengaruhi mood penghuninya.
"Saya selalu menyarankan untuk ruangan itu pakai teori 60-30-10. 60 persen warna dominan, 30 persen warna furnitur, dan 10 persen warna gorden," sambungnya.
Warna merah bisa meningkatkan selera makan. Warna biru dapat memberikan kesan tenang dan membangun rasa percaya.
"Warna-warna terang itu juga membantu kesan ruangan jadi lebih ringan. Jadi, secara visual itu tidak berat," kata Nadya.
3. Memilih cat harus disesuaikan dengan lingkungan rumah

Ilustrasi rumah dengan pohon Kamboja Bali (generated image by chatGPT/Aliya F. Izetti) Yang gak kalah penting adalah memilih warna dan produk yang sesuai dengan kondisi lingkungan rumah. Rumah yang berada di daerah lembap, punya perlakuan yang berbeda dengan rumah yang berada di area berdebu, lho.
"Kita kan tinggal di negara berpolusi. Jadi, problemnya tiap wilayah punya masalah masing-masing. Misalnya, rumah di Bogor kan sering kena hujan, jadi lembap. Jadi, yang kita sarankan adalah cat anti jamur. Tapi, misalnya rumah di daerah Cakung, biasanya cat warna putih sering berdebu. Jadi, kita tawarin produk yang mudah dibersihkan," jelasnya.
4. Jangan fokus pada warna, perhatikan juga finishing cat

ilustrasi rumah di Jepang (pexels.com/Ayyeee Ayyeee) Selain warna, perhatikan juga apa finishing cat yang kamu pilih untuk eksterior rumah. Nadya mengatakan bahwa cat interior fokus pada kriteria rendah bau dan rendah senyawa organik sehingga aman apabila disentuh anak-anak.
Namun, beda halnya dengan cat eksterior. Ada dua tipe finishing yang perlu kamu pertimbangkan.
"Hasil akhir gloss itu lebih mudah dibersihkan daripada matte. Kombinasi warna yang saya sarankan adalah calm," ujar Nadya.
Hasil akhir glossy atau shiny cenderung membuat rumah tampak sempit. Sedangkan, Nadya melihat gen Z lebih suka cat matte karena bisa memberikan efek ruangan yang lebih luas.
Tips di atas menunjukkan bahwa warna cat eksterior gak boleh asal pilih, ya. Kamu bisa memilih warna soft dengan jenis cat yang disesuaikan dengan kondisi tempat tinggalmu.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















