Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hal yang Wajib Dilakukan Sebelum Membawa Tanaman Baru ke Rumah
ilustrasi perempuan memilih tanaman (pexels.com/sashakim)
  • Sebelum membeli, pahami kebutuhan cahaya, air, kelembapan, suhu, dan ukuran dewasa tanaman; periksa daun, batang, media, akar, serta tanda hama atau penyakit, termasuk pada tanaman diskon.
  • Setelah dibeli, segera bawa pulang, lepaskan pembungkus tanpa drainase, bersihkan daun, lalu karantina dua hingga empat minggu untuk mencegah hama atau penyakit menyebar ke koleksi lama.
  • Tempatkan tanaman sesuai cahaya dan suhu kebutuhannya, cek kelembapan tanah sebelum menyiram, tunda repotting serta pupuk hingga stabil, dan pantau rutin sambil memastikan keamanan bagi anak maupun hewan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membawa tanaman baru ke rumah memang terasa menyenangkan, apalagi jika sudah lama mengincar jenis tertentu. Namun, tanaman yang terlihat sehat di toko tetap bisa membawa hama, penyakit, atau masalah lain yang tidak langsung terlihat. Karena itu, ada beberapa langkah penting yang sebaiknya dilakukan sebelum tanaman baru bergabung dengan koleksi di rumah.

Persiapan sederhana ini membantu tanaman beradaptasi sekaligus melindungi koleksi tanaman yang sudah ada. Mulai dari mengecek kondisi hingga menentukan lokasi yang tepat, setiap langkah penting dilakukan sejak awal. Berikut hal yang wajib kamu lakukan sebelum membawa tanaman baru ke rumah, cek yuk!

1. Cari tahu kebutuhan dan kondisi tanaman

ilustrasi membersihkan daun tanaman (pexels.com/cottonbro)

Sebelum membeli, cari tahu kebutuhan tanaman, seperti cahaya, penyiraman, kelembapan, suhu, dan ukuran saat dewasa. Periksa juga daun, batang, media tanam, serta tanda-tanda hama atau penyakit agar kamu tidak membawa tanaman bermasalah ke rumah.

Akar juga perlu diperhatikan, terutama jika tanaman terlalu lama berada di wadah pembibitan. Cek apakah ada akar yang keluar dari lubang drainase atau pot terlihat menggembung karena kondisi root-bound dapat menghambat penyerapan air, nutrisi, dan oksigen.

2. Jangan asal tergoda tanaman diskon

ilustrasi menanam tanaman (pexels.com/garybarnes)

Tanaman diskon memang menarik, tetapi jangan langsung tergoda harganya. Tanaman yang terlalu lama di rak atau sedang stres bisa lebih rentan mengalami masalah.

Sebelum membeli, periksa kondisi fisiknya dengan teliti. Tanaman yang kurang sehat berpotensi membawa hama atau penyakit yang nantinya dapat menyebar ke koleksi di rumah.

3. Bawa tanaman langsung pulang

ilustrasi tanaman pot (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah membeli, sebaiknya langsung bawa tanaman pulang dan jangan terlalu lama meninggalkannya di dalam mobil. Suhu yang terlalu panas atau dingin dapat membuat tanaman stres dan merusak daunnya.

“Tanaman biasanya berasal dari kondisi rumah kaca yang hampir sempurna. Jika tanaman terpapar suhu yang sangat dingin atau panas dalam waktu lama, hal itu dapat merusak daun dan bahkan menyebabkan tanaman mati,” ujar Lisa Eldred Steinkopf, pakar tanaman hias dan penulis The Houseplant Guru, dikutip dari Martha Stewart.

4. Bersihkan tanaman dan lepaskan pembungkus

ilustrasi tanaman hias mini (unsplash.com/feeypflanzen)

Sebelum ditempatkan di rumah, bersihkan daun menggunakan kain mikrofiber lembut yang dibasahi air hangat kuku. Langkah ini membantu menghilangkan debu sekaligus kemungkinan serangga atau telur yang menempel.

Lepaskan pula selubung foil atau plastik yang tidak memiliki drainase sebelum menyiram tanaman. Pembungkus tersebut dapat menahan air dan membuat akar terlalu lama berada dalam kondisi basah.

5. Karantina tanaman baru

ilustrasi merawat tanaman dalam pot (pexels.com/garybarnes)

Jangan langsung menempatkan tanaman baru bersama koleksi lama meski terlihat sehat. Pisahkan selama sekitar dua hingga empat minggu untuk mengamati kemungkinan hama atau penyakit yang belum terlihat.

Selama karantina, periksa daun, batang, dan media tanam secara rutin. Jika kondisinya stabil dan bebas masalah, tanaman baru bisa mulai ditempatkan bersama koleksi lainnya.

“Hama tanaman hias menyebar dengan cepat. Penting untuk menghindari agar tanaman lain tidak ikut terinfeksi,” ujar Matt Aulton, head grower PlantProper, dikutip dari Martha Stewart.

6. Pilih lokasi yang sesuai

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

Pilih lokasi berdasarkan kebutuhan tanaman, bukan sekadar untuk dekorasi. Pastikan cahaya dan suhu sesuai, serta hindari area dekat ventilasi pemanas, radiator, atau jendela yang terlalu dingin.

Pertimbangkan juga ukuran tanaman saat dewasa sebelum menentukan tempatnya. Jika ruang di rumah tidak sesuai dengan kebutuhannya, sebaiknya pilih jenis tanaman lain yang lebih cocok.

7. Jangan buru-buru mengganti pot atau memberi pupuk

ilustrasi merawat tanaman (pexels.com/sashakim)

Keinginan memindahkan tanaman baru ke pot yang lebih cantik memang sulit ditahan, tetapi sebaiknya jangan langsung dilakukan. Repotting dan pemberian pupuk terlalu cepat bisa menjadi tekanan tambahan saat tanaman masih beradaptasi.

Tunggu hingga tanaman menunjukkan pertumbuhan baru sebelum mengganti pot atau mulai memberikan pupuk. Jika memang membutuhkan pot yang lebih besar, lakukan saat kondisi tanaman sudah lebih stabil.

8. Cek tanah sebelum menyiram

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro)

Tanaman baru tidak otomatis membutuhkan air saat tiba di rumah. Cek kelembapan tanah dengan jari atau stik kayu untuk memastikan media tanam masih basah atau sudah mulai kering.

Hindari menyiram berdasarkan jadwal karena kebutuhan setiap tanaman berbeda. Siram saat tanah mulai mengering dan pastikan air berlebih bisa keluar melalui lubang drainase agar akar tidak terlalu lama terendam.

9. Pastikan aman untuk anak dan hewan

ilustrasi daun tanaman sehat (pexels.com/rocketmannprod)

Sebelum menentukan lokasi, cari tahu apakah tanaman beracun bagi anak-anak atau hewan peliharaan. Ini penting jika di rumah ada kucing, anjing, atau anak kecil yang suka menyentuh dan menggigit benda di sekitarnya.

Jika berpotensi beracun, letakkan tanaman di tempat yang sulit dijangkau, seperti rak tinggi atau pot gantung. Jangan menganggap semua tanaman hias aman hanya karena sering dijadikan dekorasi rumah.

10. Pantau kondisi tanaman secara rutin

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/rocketmannprod)

Perawatan tanaman baru tidak berhenti setelah ditempatkan di rumah. Selama beberapa minggu pertama, pantau kondisi daun, kebutuhan air, tanda hama, dan gejala stres agar masalah bisa segera ditangani.

Kebutuhan tanaman dapat berubah setelah beradaptasi dengan cahaya, suhu, dan kelembapan di rumah. Karena itu, sesuaikan pola perawatan berdasarkan kondisi tanaman, bukan sekadar mengikuti jadwal.

Sebelum membawa tanaman baru ke rumah, pastikan kondisinya sehat dan sudah siap beradaptasi dengan lingkungan baru. Dengan perawatan yang tepat sejak awal, tanaman pun bisa tumbuh sehat sekaligus mempercantik rumahmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article